Lainnya Perbandingan Piranti Lunak

Python VS Golang: Pilih yang Mana?

Python VS Golang: Pilih yang Mana?

go-vs-python

Jika kamu tertarik pada programming (pemrograman), dan sangat ingin untuk mulai mempelajarinya, kemungkinan besar kamu telah melihat beberapa perbandingan antara bahasa-bahasa pemrograman. Topik seperti Python VS Golang (atau dua bahasa pengkodean lainnya) adalah topik yang populer sejak lama. Mengapa? Nah, karena para ahli maupun pendatang baru di industri ini sangat menghargai bahasa-bahasa pemrograman tersebut. Pemrogram veteran dapat dengan mudah membandingkan bahasa-bahasa ini dan mengekstrak informasi yang relevan bagi mereka. Sementara para programmer pemula dapat memanfaatkan artikel ini untuk memilih bahasa pemrograman yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka, dan mulai mempelajarinya. Nah, artikel Golang VS Python ini bertujuan untuk memberikan informasi yang tepat bagi memenuhi tujuan-tujuan tersebut.

Pertama-tama, kita akan membahas Golang dan Python dalam dua bab yang terpisah. Dengan cara ini, kamu akan memiliki kesempatan untuk mengenal beberapa poin dasar dari masing-masing bahasa secara jelas. Kemudian, kita akan berbicara secara singkat tentang perbedaan mereka, dan setelah kita menetapkan poin-poin utama untuk dianalisis, kita akan membandingkan Python VS Golang, di bagian paling akhir.

Pengenalan

Sebelum kita mulai membuat perbandingan antara Python VS Golang, penting untuk memahami beberapa informasi mendasar tentang Golang dan Python. Setelah kamu memiliki pengertian secara umum tentang kedua bahasa ini, kamu akan dapat lebih memahami berbagai kekuatan dan kelemahan utama yang dimiliki keduanya. Jadi, dengan demikian, mari kita mulai dengan membahas Python.

Python

GO vs Python logo

Python adalah bahasa pemrograman tingkat tinggi yang lahir pada tahun 1980. Ia dibuat oleh seorang pria bernama Guido van Rossum dan telah menjadi bahasa pemrograman berorientasi objek (object-oriented) sejak hari pertama penciptaannya.

Sebagai bahasa pemrograman tingkat tinggi, ini berarti Python sangat mudah dipelajari dan digunakan. Ini sebenarnya adalah ide inti di balik Python – untuk menempatkan kemudahan membaca atau readability sebagai prioritas utama. Bahasa-bahasa pemrograman tingkat tinggi menawarkan sintaks yang sangat sederhana, dan sangat sedikit melibatkan penulisan kode yang SEBENARNYA – semuanya berdasarkan pada istilah-istilah yang sangat mirip dengan bahasa Inggris.

Pemrograman berorientasi objek juga kurang-lebih menjadi sebuah hal yang wajar ketika berbicara tentang bahasa coding (penulisan kode). Jenis pemrograman ini berfokus pada object (objek) dan class (kelas) serta mempunyai fitur encapsulation (enkapsulasi), data abstraction (abstraksi data), inheritance (warisan), dan beberapa konsep inti lainnya. Di antara hal-hal lain (dan ada banyak “hal-hal lain“), pemrograman berorientasi objek membolehkan para developer (pengembang) untuk menggunakan kembali bagian-bagian tertentu dari proyek mereka atau bahkan menggunakan kembali seluruh proyek untuk pekerjaan pemrograman lain yang mungkin mereka miliki.

Meskipun banyak artikel Python VS Golang yang menyatakan bahwa fokus Python hanya tertumpu pada pengembangan web, ini sebetulnya tidak benar. Walaupun Python secara umum digunakan untuk pengembangan web, ia sebenarnya juga bagus untuk pengembangan aplikasi berbasis Linux. Ditambah lagi, seiring dengan berjalannya waktu, Python telah menerima banyak pengakuan dan dukungan dari dari dunia akademis.

Jadi – sekarang kamu sudah memiliki pengetahuan lebih tentang topik Python VS Golang. Ini akan menjadi pondasi yang bagus untuk diskusi lebih lanjut tentang perdebatan selanjutnya. Berikut, kita akan berbicara tentang perbedaan inti antara kedua bahasa pemrograman ini. Setelah kita mengetahuinya, kita akan dapat bergerak lebih dekat ke perbandingan Python VS GO yang sebenarnya.

Golang

Logo of GO vs Python

Golang (yang juga disebut sebagai GO) adalah bahasa pemrograman yang statically typed (penjelasannya sebentar lagi), yang dibuat oleh Robert Griesemer dan dua rekannya – Ken Thompson dan Rob Pike. Bahasa yang statically typed artinya bahwa jenis-jenisnya diperiksa sebelum runtime, ini berlawanan dari dynamically typed yang berarti bahwa jenisnya diperiksa sesudahnya.

Ide inti di balik GO adalah untuk meningkatkan produktivitas pemrograman. Bahasa ini dibuat di Google dan hingga hari ini digunakan di perusahaan tersebut setiap hari. Meskipun pengembangan Golang dimulai pada tahun 2007 dulu, ia baru dirilis ke publik pada tahun 2012.

Salah satu fitur yang menonjol tentang GO adalah bahasa ini mudah untuk dipelajari dan dipahami. Ini karena ia memiliki sintaks yang kecil dan sederhana – sesuatu yang tidak biasanya dimiliki oleh bahasa-bahasa pemrograman modern lainnya. Ditambah lagi, GO sangat dipengaruhi oleh C – bahasa-bahasa ini memiliki banyak kesamaan dan GO bertujuan untuk memperbaiki beberapa aspek dari bahasa C. Karena itu, kalau kamu adalah seorang programmer yang ahli dalam menggunakan C, sintaks Golang tidak akan menjadi masalah bagimu.

Fitur lain yang membuat Golang mendapat banyak pujian adalah (meskipun ini juga berlaku pada kedua sisi perdebatan Python VS Golang) kecepatannya yang super. Karena GO dikompilasi ke kode mesin, bahasa ini mempunyai performa yang unggul dari bahasa-bahasa pemrograman utama lainnya. Namun, penting untuk diakui bahwa kecepatan bukanlah sepenting seperti dahulu. Saat ini, prosesor komputer modern mampu mengimbangi bahasa pemrograman yang lebih lambat. Itulah sebabnya, bahasa pemrograman yang “cepat” tidak sespektakuler yang dulu. Karena itu, fitur ini masih merupakan aspek yang penting jika kita berbicara hanya tentang bahasa itu sendiri.

Jadi, dengan demikian, kamu sekarang sudah memiliki pemahaman yang cukup baik tentang GO dan semua yang terkait dengannya secara keseluruhan. Sekarang, untuk melanjutkan artikel perbandingan Python VS Golang ini, mari kita beralih ke apa saja perbedaannya.

Python VS Golang – Apa Perbedaannya?

Salah satu perbedaan pertama yang mungkin kamu temui ketika berbicara tentang Python VS Golang adalah jenis dari type-nya. Seperti yang disebutkan di atas, Python adalah bahasa yang dynamically typed. Sedangkan GO adalah bahasa yang statically typed. Meskipun keuntungan dan kerugian dari kedua jenis typing ini, sampai sekarang, masih terbuka untuk perdebatan, sebagian besar orang-orang tampaknya lebih condong ke bahasa yang statically typed. Entah itu karena kesalahan yang dapat dideteksi lebih awal atau hanya perlu mengetik kode yang lebih sedikit, bahasa pemrograman yang statically typed memiliki banyak dukungan online.

Perbedaan besar lainnya dalam perdebatan Python VS Golang adalah tujuan awal penggunaan kedua bahasa ini. Python mempunyai fokus utama pada pengembangan web dan manajemen aplikasi berbasis Linux. Namun, untuk Golang, banyak yang menganggapnya sebagai bahasa sistem. Bahasa sistem adalah bahasa yang digunakan untuk membuat dan mengembangkan sistem operasi itu sendiri, daripada software (perangkat lunak) yang kemudian dijalankan dalam sistem ini. Walau demikian, GO juga dapat digunakan untuk kebutuhan bagi pengembangan web.

Terakhir, perbedaan yang sangat penting antara GO dan Python adalah orientasi objek. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya dalam artikel Python VS Golang ini, Python adalah berorientasi objek dari ujung rambut sampai ujung kaki. Namun GO tidak. GO adalah bahasa yang sangat di-type, dan memiliki dukungan yang sangat sederhana untuk orientasi objek.

Di atas adalah beberapa perbedaan utama antara kedua bahasa pemrograman yang kita bahas. Tentunya, ada banyak aspek di mana  kedua bahasa ini berbeda, tetapi sekarang kamu sudah memiliki gambaran umum yang cukup bagus.

go-vs-python

Kriteria Perbandingan

Sekarang kita telah membangun pondasi pemahaman dan pengetahuan tentang kedua bahasa pemrograman ini, hanya ada satu hal terakhir yang perlu dilakukan sebelum kita masuk ke perbandingan Python VS Golang yang sebenarnya. Agar dapat memberikan perbandingan yang matang, penting bagi kita untuk memahami kriteria yang menjadi dasar perbandingan tersebut. Untuk tutorial ini, saya telah memilih tiga poin analisis yang berbeda – dukungan komunitas, kemudahan penggunaan dan gaji. Meskipun jelas masih banyak aspek-aspek lain yang tak kalah pentingnya, ketiga poin ini esensial untuk kesuksesan sebuah bahasa pemrograman. Mari kita bahas secara singkat.

Dukungan Komunitas

Poin perbandingan pertama dialam artikel Python VS Golang ini adalah dukungan komunitas. Meskipun pada awalnya mungkin ini tidak terasa demikian (terutama jika kamu baru memulai di bidang pemrograman), tetapi dukungan komunitas sebenarnya merupakan aspek yang sangat penting dari sebuah bahasa pemrograman. Setidaknya ada beberapa alasan mengapa hal ini sangat penting.

Pertama-tama, dukungan komunitas yang kuat berarti kamu tidak akan pernah menghadapi permasalahan yang tidak dapat diselesaikan. Baik itu semacam bug atau error setelah update (pembaruan) yang terkini, sebuah bahasa pemrograman yang populer memiliki komunitas besar yang berdedikasi tinggi secara online yang secara konstan dan aktif mendiskusikan segala sesuatu yang berkaitan dengan bahasa itu. Tentunya, kamu akan dapat menemukan jawaban untuk pertanyaan apa pun yang kamu miliki. Maka bertanyalah, dan kamu akan dijawab.

Selain itu, jika sebuah bahasa pemrograman memang populer, kemungkinan besar akan ada banyak informasi tentangnya secara online. Ini adalah hal yang bagus secara umum dan sangat penting bagi pendatang baru di industri ini. Bayangkan jika kamu belajar suatu bahasa pemrograman dan tidak ada informasi tentangnya secara online. Ini pasti akan menyusahkan dan akan menghilangkan motivasi untuk belajar bahasa tersebut! Untungnya, bahasa pemrograman yang memiliki dukungan komunitas hebat cenderung tidak memiliki masalah ini – ada banyak kursus online, tutorial, dan artikel yang didedikasikan untuk membantu orang-orang belajar lebih banyak tentang bahasa yang mereka inginkan. Poin perbandingan selanjutnya di tutorial Python VS Golang ini adalah kemudahan penggunaan.

Kemudahan Penggunaan

Walaupun ini mungkin tidak berlaku untuk sebagian orang, hari ini banyak yang mencari bahasa pemrograman yang mudah dipelajari. Jika sintaks suatu bahasa dapat dihafal dan sangat sedikit dibutuhkan untuk penulisan kode – hebat! Bahasa tersebut cocok dengan deskripsi ini!

Alasan utama untuk poin ini adalah daya saing pasar kerja. Semakin cepat seseorang belajar bahasa pemrograman, semakin cepat ia dapat memasuki dunia kerja dan menemukan pekerjaan yang stabil dan bergaji tinggi. Karena pemrograman adalah profesi yang sangat populer, kompetisinya sering kali terasa sengit. Itulah sebabnya banyak orang tidak ingin berlama-lama belajar – apakah ini suatu hal yang baik atau buruk, saya akan membiarkan kamu menilainya sendiri. Karena ada berbagai pendapat yang saling bertentangan di luar sana.

Baiklah, poin perbandingan terakhir di tutorial GO VS Python ini adalah gaji yang didapat oleh para programmer bahasa tersebut.

Gaji

Bukan rahasia lagi bahwa gaji seorang programmer adalah sesuatu yang ingin dicapai banyak orang. Bidang Ilmu Komputer, secara umum, memiliki gaji yang terbaik dan paling kompetitif di dunia – pemrograman hanyalah satu profesi dari bidang ini. Walau begitu, kita juga tahu bahwa bahasa pemrograman yang berbeda menawarkan gaji yang berbeda pula. Ini tergantung pada banyak faktor, tetapi karena gaji yang lumayan adalah faktor yang penting dalam memilih jalur karir, ketahuilah bahwa beberapa bahasa pemrograman paling populer memang menawarkan gaji yang besar.

Baiklah, setelah semua pembahasan tersebut, kamu sekarang sudah memiliki pemahaman menyeluruh tentang poin-poin yang akan kita gunakan untuk menganalisis diskusi GO VS Python. Jadi, tanpa basa-basi lagi, mari kita langsung terjun ke dalamnya.

Perbandingan Python VS Golang

Kita akan membahas poin-poinnya satu per satu, dan melihat bagaimana perbandingan Python VS GO secara jelas.

Mana yang Memiliki Komunitas yang Lebih Kuat?

Baik Python maupun GO memiliki dukungan komunitas online yang hebat. Walau begitu, Python umumnya dianggap sebagai bahasa pemrograman yang lebih populer. Sejak beredarnya berita yang mengatakan bahwa bahasa ini digunakan untuk YouTube, Instagram dan pengembangan platform utama lainnya, ia meroket ke jalur arus utama (mainstream). Jika kamu ingin belajar Python, kamu akan menemukan banyak sekali informasi tentang cara yang terbaik untuk belajar secara online.

Mana yang Lebih Mudah Digunakan?

Yang ini tidak perlu dipikir – Python dianggap sebagai salah satu bahasa pemrograman termudah untuk dikuasai. Meskipun GO berusaha untuk menjadi bahasa yang sederhana dan mudah dipelajari, ia sama sekali tidak bisa menyaingi Python dalam hal readability (kemudahan untuk dibaca).

Mana yang Memiliki Gaji yang Lebih Baik?

Menurut Glassdoor.com, pengembang Python dapat mempunyai ekspektasi untuk menghasilkan sekitar $ 92.000 USD per tahun, atau hampir $ 7670 USD per bulan. Namun, Ziprecruiter.com menyatakan bahwa gaji rata-rata pengembang GO dapat mencapai hampir $ 106.700 USD setiap tahun, atau $ 8890 USD per bulan! Ini perbedaan yang signifikan!

Pengembang Python fokus pada pengembangan web, sementara programmer GO lebih condong untuk bekerja dengan pemrograman sistem. Ini mungkin salah satu alasan utama mengapa gaji mereka berbeda. Jujur, meskipun dengan mempertimbangkan semuanya, satu hal yang jelas dari debat Golang VS Python ini adalah – salah satu dari dua bahasa ini akan memberi kamu gaji yang cukup bagus!

Kesimpulan

Jadi … Golang VS Python – mana yang harus kamu pilih? Nah, jika kamu tertarik pada pengembangan web dan ingin mempelajari bahasa pemrograman yang mudah digunakan, maka Python jelas merupakan pilihan yang sesuai bagi kamu. Namun, Golang adalah pilihan yang bagus bagi mereka yang tertarik dengan pemrograman sistem dan memiliki waktu luang untuk proses pembelajarannya. Selain itu, GO menawarkan gaji yang lebih besar daripada Python, setidaknya seperti itulah adanya saat menulis artikel perbandingan Python VS GO ini.

Demikianlah, kita telah mencapai akhir tutorial Python VS GO ini. Saya benar-benar berharap bahwa kamu telah menemukan jawaban yang kamu cari, dan sekarang kamu tahu lebih banyak tentang Golang dan Python. Ingat – pada akhirnya, pilihan bahasa mana yang sebaiknya kamu pelajari tergantung pada keinginan dan kebutuhan kamu sendiri. Bahasa apa pun yang kamu pilih, semoga berhasil!

Tambahkan Komentar

Klik di sini untuk mengirim komentar

More in Lainnya, Perbandingan, Piranti Lunak
dogecoin-mining
Dogecoin Mining: Cara Mining Dogecoin – Panduan Untuk Pemula

Close