Lainnya Perbandingan Piranti Lunak

Python VS Ruby: Buat Pilihan yang Tepat!

Python VS Ruby: Buat Pilihan yang Tepat!

ruby-vs-python

Kalau kamu sedang mencari perbandingan Python VS Ruby secara menyeluruh, baca artikel ini! Kita semua tahu betapa sulitnya memilih sebuah bahasa pemrograman untuk dipelajari. Ini lebih nyata lagi jika kamu adalah seorang pemula murni di bidang pemrograman – bahkan mungkin akan terasa membingungkan, dengan begitu banyak bahasa untuk dipilih. Di sinilah gunanya artikel perbandingan – apakah itu perbandingan bahasa pemrograman Ruby dengan Python, atau dua bahasa lainnya, perbandingan ini biasanya memberi kamu sebuah gambaran yang mana dari dua bahasa ini yang paling cocok untuk kamu. Dan itulah yang ingin kita lakukan dalam tutorial ini.

Kita akan mulai dengan berbicara tentang masing-masing bahasa pemrograman itu sendiri. Kita akan membahas pertanyaan seperti “untuk apa bahasa pemrograman Ruby digunakan?” Dan “mengapa Python bagus?”. Setelah itu, kita akan membahas secara singkat beberapa perbedaan utama antara kedua bahasa ini. Terakhir, setelah menetapkan beberapa aspek perbandingan, kita akan membandingkan dan membedakan bahasa Python VS Ruby, dan akan mencoba memutuskan apakah Ruby atau Python yang bagus untuk dipelajari.

Pengantar

Jadi, mari kita mulai artikel Python VS Ruby ini dengan membahasnya secara terpisah. Kita harus mengetahui setidaknya sedikit informasi mendasar tentang bahasa Ruby dan Python sebelum kita dapat mulai menganalisis mereka. Mari kita mulai dengan Python.

Python

ruby-vs-python

Dibuat pada tahun 1991 oleh Guido van Rossum, Python adalah bahasa pemrograman tingkat tinggi bertujuan umum (general purpose). Sama seperti Ruby, bahasa ini sepenuhnya berorientasi objek – satu perbedaan yang mungkin dapat kamu langsung temukan adalah bahwa Python merupakan bahasa “tingkat tinggi“. Apa artinya?

Berbeda dengan Ruby yang menekankan faktor manusia dalam pemrograman, titik fokus utama Python adalah tingkat kemudahan membaca (readability). Filosofi inti di balik Python adalah bahasa ini harus sangat mudah digunakan. Inilah arti dari “tingkat tinggi” – bahasa pemrograman tingkat tinggi memiliki sintaks yang sangat sederhana dan mudah dibaca yang sangat mirip dengan bahasa Inggris sehari-hari. Ini juga salah satu alasan utama mengapa Python begitu populer – kenyataan bahwa penggunaannya sangat mudah menarik lebih banyak orang setiap hari.

Walaupun Python sebagian besar berorientasi pada Linux, ia dapat digunakan pada platform utama lainnya. Ia mulai terkenal langsung setelah tersebarnya informasi bahwa bahasa ini digunakan untuk mengelola platform seperti YouTube, Dropbox dan Instagram. Sejak saat itu, ia telah menjadi salah satu bahasa pemrograman yang paling umum digunakan di seluruh dunia.

Dengan pembahasan singkat tentang bahasa pemrograman Python, kamu sekarang sudah memahami dasar-dasar dibangunnya bahasa ini. Sekarang, mari kita lanjutkan tutorial Python VS Ruby ini dengan ringkasan bahasa pemrograman Ruby.

Ruby

ruby-vs-python

Apa itu Ruby? Ruby adalah bahasa pemrograman yang diciptakan pada tahun 1995, oleh seorang ilmuwan komputer dari Jepang bernama Yukihiro Matsumoto. Ruby adalah bahasa dengan tujuan umum dan berorientasi objek, yang berarti bahwa tujuan penggunaannya adalah untuk penerapan sehari-hari (digunakan untuk tugas harian). Bagian berorientasi objek juga sangat penting – artinya bahwa bahasa ini menggunakan objek dalam prosesnya, yang membolehkan bagian tertentu atau keseluruhan program ini, secara umum, dapat digunakan kembali untuk proyek lain. Selain itu, pemrograman berorientasi objek menyediakan struktur modular yang jelas untuk proyek-proyek programmernya.

Sejak awal, bahasa Ruby dimaksudkan untuk menjadi menyenangkan. Ini adalah sesuatu yang jarang disebut dalam artikel perbandingan Python VS Ruby lainnya, mungkin karena ini bukanlah parameter objektif dari bahasa pemrograman tersebut. Akan tetapi, masih penting untuk menyebut ini, karena fun adalah salah satu poin utama dari filosofi Ruby. Mr. Matsumoto menekankan bahwa Ruby harus mudah dan menyenangkan untuk digunakan, dan harus fokus pada sisi “manusia” daripada sisi “komputer” dalam proses pemrograman yang sebenarnya.

Bahasa Ruby memiliki fitur pengetikan dinamis, manajemen memori otomatis, pengumpulan sampah, dan banyak lagi fitur lainnya. Selain itu Ruby adalah bahasa OOP (Object-Oriented Programming atau Pemrograman Berorientasi Objek) sepenuhnya, dengan inheritance (warisan), masterclass (kelas master), dan semua di antaranya.

Ruby juga memiliki reputasi sebagai bahasa yang sangat menerima inovasi baru – bukan hanya Ruby memiliki banyak fitur untuk dipilih secara alami, tetapi Ruby juga dengan mudah menerima banyak implementasi dan pembaruan (ini adalah poin penting untuk perbandingan Python VS Ruby).

Pada titik ini, kamu sudah tahu apa itu Ruby dan Python serta gambaran lainnya yang cukup bagus melalui pembahasan terpisah Python VS Ruby di atas. Karena kita telah mempunyai beberapa informasi mendasar tentang keduanya, mari kita merangkum poin-poin utama bagaimana kedua bahasa pemrograman ini berbeda dari satu sama lain.

Python VS Ruby – Apa Perbedaannya?

Salah satu perbedaan pertama yang muncul ketika memikirkan perbandingan Python VS Ruby adalah penggunaan dari bahasa-bahasa ini. Orang-orang sering bertanya-tanya untuk apa bahasa Ruby digunakan, atau bagaimana Python dibandingkan dengan Ruby – kenyataannya adalah meskipun kedua bahasa ini berada di sekitar bidang penggunaan yang serupa, sebetulnya tidak sama kalau kamu melihat lebih dekat. Ruby hampir secara eksplisit digunakan untuk tujuan pengembangan web. Meskipun kamu mungkin melihat bahwa Python juga merupakan bahasa pemrograman yang fokus pada pengembangan web, akan sulit untuk mengatakan bagaimana Python dapat sebanding dengan Ruby dalam aspek ini. Python lebih banyak digunakan dalam pengembangan Linux dan sangat disukai oleh para akademisi.

Aspek utama lain dalam perbandingan Python VS Ruby adalah jenis sebenarnya dari bahasa pemrograman ini. Python sederhana, sedangkan Ruby fleksibel. Apa artinya ini? Nah, Python menekankan kesederhanaan di atas segalanya – biasanya memiliki satu cara langsung untuk mencapai tujuan tertentu. Kebalikannya berlaku untuk Ruby – walaupun mungkin tidak sesederhana Python, ia menawarkan para developer (pengembang) berbagai macam cara untuk menyelesaikan pekerjaan mereka.

Terakhir, Ruby sangat didorong oleh inovasi – ia memiliki fitur coding kreatif dan terus diperbarui. Hal yang sama tidak dapat dikatakan tentang Python – bahasa pemrograman ini lebih konservatif dan lebih menghargai stabilitas dibandingkan inovasi yang konstan.

Demikian beberapa perbedaan utama antara Python VS Ruby. Meskipun mereka tidak se-teknis yang diekspektasikan, filosofi inti mereka menarik orang-orang dengan tujuan pemrograman yang berbeda. Sekarang setelah kamu tahu apa itu Ruby serta penggunaannya dan juga apa yang istimewa tentang Python, ada satu hal terakhir yang perlu kita lakukan sebelum kita dapat beralih ke perbandingan Python VS Ruby – kita harus menetapkan aspek-aspek tertentu untuk analisis kita.

Kriteria Perbandingan

Meskipun ada beberapa macam untuk melakukan perbandingan Python VS Ruby, ada beberapa poin spesifik yang relevan untuk semua bahasa pemrograman yang  ada di luar sana. Poin-poin ini sangat penting ketika memilih – haruskah kamu mempelajari bahasa pemrograman Ruby atau Python? Mana yang lebih baik? Dan kata itu – lebih baik – terdiri dari berbagai macam hal yang berbeda.

Untuk perbandingan Ruby VS Python kita, saya telah memilih tiga kriteria terpisah – dukungan komunitas, kurva pembelajaran, dan gaji. Izinkan saya untuk menjelaskan masing-masing kriteria ini secara singkat.

Dukungan Komunitas

Kalau kamu sudah meluangkan waktu untuk mencari tahu tentang pemrograman (sebagai topik umum) secara online, kamu mungkin telah melihat bahwa banyak orang menekankan dukungan komunitas sebagai salah satu fitur paling penting yang dapat dimiliki oleh sebuah bahasa pemrograman. Jika sebuah bahasa pemrograman memiliki komunitas yang kuat dan berdedikasi di belakangnya, kamu hampir dapat memastikan bahwa bahasa ini melakukan sesuatu yang benar. Orang-orang yang bersemangat tentang bahasa pilihan mereka cenderung sangat aktif di dalam forum dan grup online, berbagi pengalaman mereka dengan bahasa tersebut, bug dan penyelesaiannya, tips penggunaan umum dan sebagainya. Komunitas seperti ini penting bukan hanya karena kamu dapat yakin bahwa kamu akan mendapatkan bantuan jika kamu menghadapi masalah dengan hal-hal yang berkaitan dengan bahasa ini. Orang-orang seperti ini juga biasanya sangat bersikeras tentang pelestarian bahasa pemrograman yang bersangkutan.

Selain itu, jika sebuah bahasa pemrograman memiliki komunitas yang kuat, kemungkinan besar akan ada banyak informasi tentang bahasa ini yang dapat ditemukan online. Meskipun ini relevan untuk semua orang yang sudah menggunakan bahasa tersebut, komuniats yang kuat juga sangat penting bagi para pendatang baru di industri pemrograman  ini – dengan materi yang tepat, orang-orang ini akan bisa menjadi terbiasa secepat mungkin, dan mulai bekerja dengan bahasa pemrograman tersebut dalam waktu singkat.

Kurva Pembelajaran

Bukan rahasia lagi bahwa bahasa pemrograman yang mudah dipelajari secara perlahan tapi pasti mengambil alih pasar. Orang-orang terus mencari “kemudahan selanjutnya” – ini telah menjadi salah satu fitur yang penting untuk dimiliki oleh sebuah bahasa pemrograman. Secara alami, ada pengecualian untuk aturan ini, tetapi secara umum aturan tetap berlaku. Banyak orang menyalahkan fenomena ini pada dunia kerja yang sangat kompetitif – orang-orang ingin bisa belajar bahasa pemrograman sesegera mungkin sehingga mereka dapat mulai mencari pekerjaan pemrograman dalam waktu singkat. Apa pun masalahnya, kurva pembelajaran tetap menjadi poin penting dalam perbandingan Python VS Ruby kami.

Gaji

Saat memutuskan apakah kita harus memilih Ruby atau Python, gaji adalah aspek yang kebanyakan orang perhatikan terlebih dahulu. Meskipun bukan rahasia lagi bahwa bidang pemrograman (lebih umumnya lagi – bidang Ilmu Komputer) terkenal dengan gaji yang besar, masih ada perbedaan tergantung pada bahasa pemrograman yang dimaksud. Inilah sebabnya mengapa orang cenderung lebih menyukai beberapa bahasa tertentu dibandingkan yang lain, bahkan jika bahasa-bahasa ini tidak begitu berbeda pada pandangan pertama. Walau begitu, kita akan melihat bagaimana perbandingan “Python VS Ruby” dalam aspek gaji sebentar lagi.

ruby-vs-python

Perbandingan Python VS Ruby

Akhirnya, saat yang telah ditunggu-tunggu – kita telah mencapai bagian perbandingan Ruby VS Python yang sebenarnya di artikel ini. Dengan semua yang telah dibicarakan dalam tutorial ini sampai di sini, kamu sudah memiliki pemahaman yang cukup baik tentang kedua bahasa pemrograman tersebut serta perbedaan mereka. Ini akan membuat perbandingan sebenarnya lebih mudah dipahami.

Mana yang Mempunyai Dukungan Komunitas yang Lebih Baik?

Meskipun dukungan komunitas sulit untuk diukur, mungkin tidak mengejutkan bagi kamu bahwa Python lebih populer secara signifikan dibandingkan dengan Ruby. Kebanyakan pakar industri ini percaya bahwa ada dua alasan utama mengapa itu terjadi – kesederhanaan Python dan kenyataan bahwa ia sangat fokus pada ilmu data (topik yang menjadi semakin populer seiring dengan waktu). Walaupun Ruby memiliki pengikut yang kuat dan penggemar yang berdedikasi di internet, ini tidak cukup untuk bersaing dengan banyaknya perhatian yang diterima Python dari dunia mainstream (arus utama).

Mana yang Mempunyai Kurva Pembelajaran yang Lebih Baik?

Ini tidak perlu diperdebatkan lagi – Python dipandang sebagai salah satu bahasa pemrograman yang paling mudah dibaca dan ramah-pemula di dunia. Baik kita berbicara tentang perbandingan Ruby VS Python maupun bahasa yang lain – Python akan selalu berada di peringkat atas dalam aspek kurva pembelajaran.

Walau begitu, Ruby juga merupakan bahasa yang menarik dari segi tingkat kesulitannya. Karena bahasa Ruby membolehkan kamu untuk “membuat kode yang menghasilkan kode“. Ini bisa menjadi sangat menyenangkan dan mudah atau mengerikan dan sulit dipelajari – semuanya tergantung pada seberapa jauh kamu ingin mempelajarinya.

Mana yang Mempunyai Gaji yang Lebih Baik?

Menurut Glassdoor.com, gaji rata-rata pengembang Ruby adalah sekitar $ 76.540 per tahun atau hampir $ 6380 per bulan. Situs yang sama menyatakan bahwa pengembang Python dapat mengharapkan gaji tahunan rata-rata sebesar $ 92.000, yang berarti hampir $ 7670 per bulan.

Ini adalah selisih yang besar! Meskipun kedua gaji tersebut sama sekali tidak kurang, tampaknya pengembang Python menghasilkan lebih dari $ 1000 per bulan, yaitu lebih dari rata-rata yang dihasilkan pengembang Ruby. Perlu diakui, ini mungkin juga berasal dari popularitas Python – karena ia sangat banyak digunakan, secara alami ada permintaan yang lebih tinggi untuk Python developer, yang mana menghasilkan gaji yang lebih tinggi.

Kesimpulan

Jadi – mana bahasa yang akan kamu pilih setelah membaca tutorial Python VS Ruby ini? Nah, jika kamu ingin belajar bahasa pemrograman dengan cepat, mulailah bekerja dengan berbagai proyek besar (terutama – ilmu data) dan hasilkan banyak uang, maka Python adalah pilihan yang harus diambil. Namun, jika kamu punya waktu yang cukup dan ingin belajar dengan kurva pembelajaran yang lebih menantang dan juga bersenang-senang, Ruby adalah alternatif yang bagus.

Saya harap artikel perbandingan Ruby VS Python ini bermanfaat bagi kamu serta menjawab semua pertanyaan yang mungkin kamu miliki. Sampai jumpa di lain waktu!

Tambahkan Komentar

Klik di sini untuk mengirim komentar

More in Lainnya, Perbandingan, Piranti Lunak
dogecoin-mining
Dogecoin Mining: Cara Mining Dogecoin – Panduan Untuk Pemula

Close