Lainnya Pengembangan Game Perbandingan Piranti Lunak

C++ VS Java – Mana yang Kamu Pilih?

C++ VS Java – Mana yang Kamu Pilih?

java-vs-c++

Bukan rahasia lagi bahwa programming (pemrograman) adalah topik yang sulit untuk benar-benar dikuasai. Semakin banyak orang di seluruh dunia memasuki bidang Ilmu Komputer setiap harinya. Namun, sebelum memulai, kita harus memilih bahasa pemrograman yang ingin untuk dipelajari. Dalam artikel perbandingan C++ VS Java ini, kita akan membandingkan dan membedakan dua bahasa pemrograman populer yang beredar di luar sana. Artikel perbandingan benar-benar dapat membantu kamu untuk memahami bahasa pengkodean (coding) yang paling umum digunakan, sehingga kamu mampu memutuskan mana yang paling sesuai dengan keinginan dan kebutuhan kamu.

Untuk memulai, saya akan memberi tahu kamu sedikit tentang masing-masing dari kedua (Java VS C ++) bahasa pemrograman ini secara individual. Setelah kamu memiliki semacam pondasi dasar tentangnya, kita akan beralih ke topik tentang perbedaan C ++ dan Java yang utama. Terakhir, di bagian paling bawah, kita akan membahas beberapa kriteria perbandingan, lalu kemudian mencari tahu mana dari kedua bahasa tersebut yang pantas untuk kamu.

Pengenalan

Sebelum kita dapat melanjutkan pembicaraan tentang C++ VS Java, kamu perlu memiliki beberapa informasi dasar bagi membuat pondasi kepahaman tentang kedua bahasa tersebut. Jangan khawatir, saya tidak akan terlalu menjelaskannya secara mendalam – kita hanya akan membahas poin-poin paling penting yang relevan bagi kamu untuk menentukan bahasa mana yang paling sesuai dengan kebutuhan kamu.

C++

java-vs-c++

C++ dibuat pada tahun 1979, oleh Bjarne Stroustrup. Sama seperti Java, C ++ adalah bahasa pemrograman dengan tujuan umum (general purpose) yang dimaksudkan untuk penggunaan setiap hari.

Jika di dalam artikel perbandingan C++ VS Java ini adalah kalinya pertama kamu mendengar tentang C++, kamu mungkin penasaran tentang adakah ini berhubungan dengan bahasa pemrograman yang lebih populer yaitu C? Apakah kemiripan dan perbedaannya? Nah, sebetulnya C++ adalah modifikasi dari C. Perbedaan utama antara kedua bahasa pemrograman ini adalah bahwa C seringkali digunakan untuk pemrograman tingkat sistem (system-level; sehingga tidak ditujukan untuk penggunaan “pekerjaan sehari-hari” yang sederhana). Sedangkan C++ dibuat untuk semua kegunaan mulai dari pembuatan game sampai pengembangan software (perangkat lunak) dan sisi server.

Salah satu fitur paling terkenal dari C++ (dan ini akan sangat penting ketika kita membahas kinerja Java VS C++ nanti) adalah ia memiliki tingkat kinerja yang hampir tidak bisa tertandingi. Sebagian besar pakar industri membandingkannya dengan C. Selain itu, C++ adalah ringan, memiliki pengelolaan memori manual dan dapat digunakan pada platform apa pun.

Beberapa masalah yang paling terlihat dengan C++ adalah dalam aspek manajemen memori dan keamanan. Dengan memiliki manajemen memori manual berarti bahwa kebanyakan proses ini harus dilakukan oleh para programmer sendiri. Untuk aspek keamanan, kamu bisa mengatakan bahwa C++ “menukarnya” dengan kemampuan untuk dapat melakukan hampir semua hal dengan bahasa itu sendiri. Ini adalah jenis skenario “tinggi risikonya – tinggi imbalannya”.

Selanjutnya di artikel Perbedaan Java dan C++ ini, kita beralih ke pembahasan tentang Java secara individual. 

Java

java-vs-c++

Java diciptakan oleh James Gosling dan dua rekannya, pada tahun 1991”dulu. Awalnya bahasa ini didasarkan pada sintaks bahasa pemrograman C karena bahasa itu adalah bahasa yang umum digunakan pada saat itu. Java juga merupakan bahasa pemrograman untuk tujuan umum, yang berarti bahwa ia dimaksudkan untuk digunakan setiap hari (dengan kata lain, untuk pengerjaan tugas sehari-hari).

Salah satu fitur yang terkenal yang membuat Java menonjol dalam perbandingan Java VS C ++ adalah slogan yang menyertainya –  “write once, run everywhere” ( disingkat menjadi WORA; artinya “menulis sekali, jalankan di mana-mana”). Slogan ini bertujuan untuk mewakili universalitas yang dimiliki Java – para pembuatnya bertujuan agar bahasa pemrograman ini dapat diterapkan untuk sebagian besar pekerjaan pemrograman yang ada di luar sana.

Kemampuan adaptasi dan universalitas Java yang unik telah menjadikannya sebagai bahasa pemrograman “pilihan” oleh banyak perusahaan pengembangan software di seluruh dunia. Ini terutama dipakai untuk pengembangan Android – dalam aspek kerugian antara C++ VS Java, Java menjulang dengan reputasinya di kalangan para pengembang yang berbeda.

Mayoritas kritik yang diarahkan ke Java dapat dirangkum menjadi tiga kelompok besar – kecepatan, usia, dan keamanan. Topik kecepatan bisa terdengar mengejutkan – tidak banyak artikel C++ VS Java yang menyebutkan hal ini, tetapi Java dulu memiliki masalah besar dalam hal kecepatan sebagai sebuah bahasa pemrograman. Ini mungkin berita baru bagi kamu karena saat ini, Java dianggap sebagai salah satu bahasa pemrograman tercepat yang ada! Walaupun begitu, dengan prosesor modern, permasalahan ini mungkin menjadi tidak relevan, secara umum.

Dari segi usia, banyak orang mengatakan bahwa Java tidak menua dengan baik dan sudah sangat ketinggalan zaman ketika dibandingkan dengan bahasa pemrograman lain yang lebih progresif di luar sana (perbandingan antara C++ VS Java ini adalah contoh yang bagus). Namun, demi menjawab ini, Jawa bertujuan untuk membantah klaim-klaim tersebut dengan mengeluarkan Java 9 – versi bahasa yang diperbarui secara signifikan yang ditujukan untuk para pencemooh dan ada untuk membuktikan bahwa mereka salah. Akan tetapi, ketika menyangkut masalah keamanan, ini merupakan cerita yang sudah lalu – Java memiliki beberapa masalah keamanan pada awal perjalanannya, tetapi telah menyelesaikannya sejak saat itu.

Persamaan serta Perbedaan Java dan C++

Sekarang setelah kamu mengetahui sedikit tentang kedua bahasa pemrograman ini, kita dapat melanjutkan lebih jauh tentang perbandingan C++ VS Java ini dan mulai berbicara tentang perbedaan dan persamaan di antara kedua bahasa tersebut.

Jika kamu bertanya kepada seorang pemrogram profesional tentang apa pendapat mereka tentang perbedaan Java dan C++ yang utama, mereka mungkin akan memberi tahu kamu bahwa semua bergantung pada platformnya. C++ bergantung pada platform (platform-dependent), sedangkan Java adalah sebaliknya – tidak bergantung pada platformnya (platform-independent). Ini cenderung menjadi faktor yang sangat besar untuk dipertimbangkan oleh orang-orang ketika memilih C++ VS Java.

Ketika datang ke persamaan yang dimiliki kedua bahasa ini, kenyataan bahwa Java berorientasi objek sedangkan C++ juga berorientasi objek DAN prosedural mungkin merupakan salah satu fitur yang paling penting di antara mereka. OOP (Object-Oriented Programming atau Pemrograman Berorientasi Objek) telah menjadi suatu kewajaran belakangan ini – sebagian besar bahasa pemrograman modern hari ini adalah sepenuhnya atau sebagian berorientasi objek. Ini memungkinkan bahasa-bahasa tersebut untuk fokus pada objek daripada prosesnya, meningkatkan efisiensi dan kinerja secara keseluruhan.

Namun dengan mempunyai fitur prosedural, C++ menjadi bahasa pemrograman yang unik karenanya. Pemrograman prosedural berfokus pada proses dan fungsi, yang kemudian dilakukan oleh seperangkat perintah yang mengaktifkannya.

Jadi – itulah beberapa poin kunci yang menjelaskan persamaan juga perbedaan C++ dan Java. Dengan demikian, mari kita menetapkan beberapa kriteria untuk perbandingan mereka, sehingga kemudian kita akan dapat beralih ke analisis C++ VS Java itu sendiri.

Kriteria Perbandingan C++ VS Java

Ketika kita berbicara tentang bahasa pemrograman, ada beberapa aspek berbeda di mana kamu dapat memulai sebuah analisis. Karena sejujurnya tidak mungkin untuk mengulas semuanya ketika membandingkan perbedaan C++ dan Java di artikel ini, saya telah memilih tiga yang tampaknya paling menonjol ketika berbicara tentang mana dari dua bahasa ini yang lebih baik.

Tiga kriteria yang dimaksud adalah kinerja atau performa, popularitas, dan gaji. Mari kita membahasnya secara singkat, lalu kita akan langsung menuju ke perbandingan C++ VS Java.

Kinerja

Di satu sisi, kinerja adalah titik analisis yang mencakup segalanya. Ini juga jelas sekali – jika sebuah bahasa pemrograman ingin menjadi bagus, ia harus berkinerja dengan baik, bukan? Walaupun benar adanya, biasanya tidak selalu sesederhana itu. Beberapa bahasa fokus kepada aspek kinerja yang berbeda dari yang lain – ini merupakan cara mereka dibuat dan dikembangkan. Selain itu, meskipun bahasa pemrograman mungkin berkinerja buruk “di atas kertas“, mungkin ada berbagai variabel yang terlibat. Misalnya, beberapa bahasa pemrograman tertentu mungkin dirancang untuk beberapa tujuan spesifik dan karenanya membutuhkan daya kinerja yang lebih kecil daripada para pesaing lainnya (maksud saya seperti C#).

Popularitas

Meskipun mungkin tampak agak mengacak pada awalnya, popularitas adalah salah satu fitur paling penting yang dimiliki oleh suatu bahasa pemrograman. Jujur, ini bahkan lebih penting ketika kita membandingkan C++ VS Java. Izinkan saya jelaskan.

Bayangkan kamu ingin belajar bahasa pemrograman yang sangat khusus, katakan saja, karena kamu berminat. Nah, apa hal pertama yang akan kamu lakukan dalam situasi ini? Benar – buka internet dan coba temukan informasi yang relevan dengan proses pembelajaran kamu. Jadi, kamu Google bahasa pemrograman tersebut … dan menemukan bahwa hampir tidak ada informasi tentangnya. Tentu, kamu kemungkinan besar akan menemukan kutipan tentangnya di sana-sini, tetapi itu tidak membantu kamu dalam membentuk pemahaman yang komprehensif dan mendalam tentang bahasa yang dimaksud. Ini bisa sangat terasa menyebalkan, tetapi itulah yang terjadi ketika kamu memutuskan untuk belajar bahasa yang tidak memiliki “tulang punggung” – komunitas yang kuat di belakangnya.

Dan ini satu hal lagi. Komunitas yang kuat dan bersemangat juga sangat penting bagi bahasa pemrograman. Tentu, hal-hal seperti kinerja C++ VS Java memang penting “secara objektif”, tetapi jika suatu bahasa tidak memiliki komunitas yang berdedikasi, kemungkinan bahasa tersebut akan menghilang cepat atau lambat. Para peminat pemrograman membantu melestarikan bahasa favorit mereka, apakah itu dengan mengawasi perkembangan mereka, membuat materi yang berharga dan informatif untuk dipelajari oleh pemula, atau dengan cara lainnya.

Gaji

Terakhir, kita akan membahas gaji seorang programmer. Mungkin tidak akan mengejutkan bagi kamu kalau saya mengatakan bahwa bahasa pemrograman yang berbeda biasanya menawarkan gaji yang berbeda. Ini tergantung pada beberapa faktor yang berbeda, tetapi beberapa faktor yang utama adalah kerumitan, penawaran VS permintaan, tingkat keahlian programmer, kebutuhan perusahaan (pengusaha), dll. Ini juga mengapa semakin banyak orang beralih ke bahasa pemrograman berorientasi objek dan bertujuan umum – bahasa-bahasa ini universal dalam desain mereka, sehingga dapat digunakan dalam berbagai situasi.

Jika kamu bertanya dalam beberapa forum online yang didedikasikan untuk pemrograman, kamu mungkin menemukan bahwa ada banyak orang yang memutuskan untuk belajar pemrograman hanya karena gaji dan jaminan pekerjaan yang ditawarkan jalur karir ini. Dengan begini, kamu sekarang mungkin dapat melihat betapa pentingnya faktor gaji ketika memilih bahasa pemrograman untuk dipelajari.

Perbandingan C++ VS Java

Demi untuk membuat sesederhana mungkin, saya akan membahas masing-masing aspek dan melihat seberapa baik C++ VS Java ketika dibandingkan satu sama lain pada semua aspek. Mari kita mulai dengan aspek kinerja.

Mana yang Memiliki Kinerja Lebih Baik?

Meskipun kedua bahasa pemrograman ini agak berbeda dalam desainnya, Java dan C++ dipandang sebagai pemain dengan kinerja terbaik. Walau begitu, C++ cenderung sedikit lebih cepat – ini karena kode Java harus ditafsirkan selama runtime, yang membuat proses yang dilakukan bahasa ini menjadi lebih lambat. Namun, pada segi kekuatan, kedua bahasa ini berkinerja dengan baik, meskipun dengan cara yang berbeda antara satu sama lain.

Mana yang Lebih Populer?

Bukan rahasia lagi bahwa Java dan C++ adalah super terkenal dan populer. Walaupun C++ pernah mendominasi pasar, Java mulai menjadikan dirinya menjadi lebih dikenal semenjak sekitar tahun 2012. Saat ini, Java banyak dipandang sebagai alternatif yang lebih populer, meskipun tidak dirancang untuk penggunaan umum seluas C++. Kedua bahasa ini memiliki basis penggemar yang besar, dan ada banyak informasi yang tersedia tentang mereka bagi siapa pun yang ingin mempelajari salah satunya.

Mana yang Menawarkan Gaji yang Lebih Tinggi?

Menurut Glassdoor.com, pengembang Java (Java developer) dapat menghasilkan sekitar $ 88.100 per tahun atau hampir $ 7350 per bulan. Sedangkan C++ developer, diperkirakan menghasilkan lebih dari $ 95.000 per tahun, yang ternyata mendekati $ 8000 per bulan!

Pemrogram C++ menghasilkan lebih banyak uang … Tetapi mengapa demikian? Karena berkaitan erat dengan kompleksitas bahasanya – C++ dianggap sebagai salah satu bahasa pemrograman paling sulit di dunia untuk benar-benar dikuasai.

Kesimpulan

Jadi, yang mana dari dua bahasa pemrograman ini yang layak dipelajari? Nah, kalau kamu ingin mempelajari bahasa yang sangat abstrak namun dapat digunakan untuk banyak skenario yang berbeda dalam kehidupan, tetapi juga agak sulit – C++ adalah pilihan yang baik. Namun, jika kamu ingin lebih spesifik dan mencoba sesuatu yang lebih sederhana – Java adalah bahasa yang cocok untukmu.

Apa pun pilihan kamu, saya harap artikel ini membantu kamu dalam mempelajari lebih lanjut tentang kinerja C++ VS Java, gajinya, pro dan kontra, dan banyak lagi aspek yang berbeda mengenai mereka. Semoga berhasil!

Tambahkan Komentar

Klik di sini untuk mengirim komentar

More in Lainnya, Pengembangan Game, Perbandingan, Piranti Lunak
dogecoin-mining
Dogecoin Mining: Cara Mining Dogecoin – Panduan Untuk Pemula

Close