Poin Penting
- Mengetahui cara short selling crypto adalah strategi yang bisa bantu mendiversifikasi trading kamu dan berpotensi meningkatkan keuntungan kamu.
- Tetap terinformasi dan mengikuti perkembangan tren pasar sangat penting untuk mempersingkat trading kripto secara efektif dan aman.
- Selalu terapkan strategi manajemen risiko untuk menghindari kerugian besar pada investasi kamu.
Airdrop Gratis Season 7 SUDAH HADIR! Jawab pertanyaan seru atau kerjakan tugas sederhana untuk menangin hadiah dari prize pool BitDegree senilai US$30K. Gabung Sekarang ! 🔥
Mengetahui cara short selling crypto merupakan keterampilan penting bagi setiap trader. Hal ini memungkinkan kamu menghasilkan uang bahkan saat harga crypto sedang turun. Ini dapat menjadi cara yang bagus untuk menyeimbangkan investasi kamu karena kamu tidak hanya bergantung pada kenaikan harga untuk memperoleh laba.
Tapi, melakukan short selling kripto juga punya risiko. Oleh karena itu, mengetahui strategi yang tepat di balik short selling crypto penting untuk memastikan kamu tidak jatuh ke dalam perangkap kerugian. Dalam artikel ini, saya akan menunjukkan kepada kamu cara short selling crypto, termasuk langkah-langkah dasar dan beberapa strategi lanjutan.
Kita juga akan melihat beberapa platform bursa kripto terbaik tempat kamu dapat trading kripto, termasuk Binance, Kraken, dan Coinbase.
Penafian singkat sebelum kita mulai, artikel ini bukan nasihat keuangan atau investasi. Pasar kripto masih baru dan sangat fluktuatif, jadi kamu tidak boleh menganggap informasi apa pun yang saya sajikan di sini sebagai aturan untuk melakukan short selling kripto. Selalu konsultasikan dengan penasihat keuangan kamu sebelum melakukan investasi apa pun. Dengan demikian, mari kita lihat panduan langkah demi langkah tentang cara melakukan short selling kripto.

Apakah kamu tahu?
Berlangganan - Kami membuat video baru tentang penjelasan crypto setiap minggu!
What is Polkadot in Crypto? (DOT Animated Explainer)

Daftar Isi
- 1. Cara Short Selling Crypto: Panduan Lengkap
- 1.1. Memilih Platform Trading
- 1.2. Menyiapkan dan Mendanai Akun Kamu
- 1.3. Mengidentifikasi Peluang Shorting Crypto
- 1.4. Melakukan Trading Pendek
- 1.5. Mengelola dan Menutup Posisi
- 2. Strategi Short Selling Lanjutan
- 2.1. Menggunakan Kontrak Futures untuk Melakukan Short pada Kripto
- 2.2. Trading Opsi sebagai Metode untuk Melakukan Short
- 2.3. Penggunaan Token Leverage
- 3. Memahami Dasar-Dasar Short Selling
- 3.1. Definisi dan Mekanisme Short Selling
- 3.2. Risiko dan Keuntungan Short Selling Crypto
- 3.3. Peran Sentimen dan Analisis Pasar
- 4. Manajemen Risiko dalam Short-Selling Crypto
- 5. Kesimpulan
Cara Short Selling Crypto: Panduan Lengkap
Shorting crypto bisa menjadi proses yang cukup rumit, tapi kamu tidak perlu khawatir. Di bagian ini, saya akan menunjukkan langkah-langkah yang diperlukan, mulai dari memilih platform trading yang tepat hingga kamu siap untuk melakukan short trading.
Penawaran Terakhir yang Aktif Saat Ini:Head to BitDegree Missions, gather as many Bits as possible & claim your stake of the $30,000 Prize Pool! Don't waste your time & start collecting Bits by completing Missions and referring friends.
Memilih Platform Trading
Saat kamu mempelajari cara short selling crypto, memilih platform bursa yang tepat sangatlah penting. Tidak semua platform memungkinkan short selling, jadi menemukan platform yang memungkinkan adalah langkah pertama. Selain memungkinkan kamu melakukan short selling, platform teratas nawarin fitur seperti opsi leverage, biaya yang kompetitif, dan langkah-langkah keamanan yang kuat.
Mari kita lihat Binance, Kraken, dan Coinbase untuk memahami perbedaan mereka dalam hal kemampuan dan fitur penjualan pendek.
- Binance: Dikenal karena berbagai crypto dan fiturnya, Binance nawarin opsi untuk melakukan short selling kripto lewat trading berjangka dan margin. Binance menyediakan leverage, yang berarti kamu dapat meminjam uang untuk meningkatkan potensi keuntungan (tapi juga risiko). Binance populer karena biayanya yang rendah dan keamanannya yang kuat, menjadikannya pilihan utama bagi para trader yang ingin melakukan short selling.
- Kraken: Kraken memungkinkan penjualan singkat pada berbagai kripto dan dikenal karena langkah-langkah keamanannya yang komprehensif. Kraken nawarin leverage hingga 5x untuk trading tertentu, yang menarik bagi mereka yang ingin meningkatkan upaya penjualan singkat mereka. Biaya Kraken kompetitif, dan platformnya dirancang untuk melayani baik trader pemula maupun trader berpengalaman.
- Coinbase: Meski Coinbase merupakan salah satu platform yang paling mudah digunakan dan aman, opsinya untuk melakukan short selling kripto lebih terbatas dibandingkan dengan Binance dan Kraken. Coinbase dikenal terutama untuk membeli dan menyimpan kripto, Coinbase lebih cocok untuk pemula dan investor jangka panjang daripada mereka yang ingin melakukan short selling secara aktif.
Selain kemampuan shorting crypto, penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor seperti pengalaman pengguna, keamanan, biaya, dan aset yang tersedia saat memilih bursa. Ini memastikan kamu memilih platform yang selaras dengan tujuan trading dan toleransi risiko kamu secara keseluruhan.
Menyiapkan dan Mendanai Akun Kamu
Sesudah kamu memilih platform bursa, sekarang saatnya membuat akun. Dalam tutorial ini, saya akan menggunakan Binance sebagai contoh. Berikut panduan langkah demi langkah sederhana untuk membantu kamu memulai:
Langkah 1: Di beranda atau aplikasi seluler Binance, cari tombol atau tautan yang bertuliskan’Daftar’ atau’Buat Akun’. Tombol atau tautan ini biasanya berada di pojok kanan atas halaman.
Langkah 2: Kamu akan diminta untuk memberikan beberapa informasi dasar, seperti alamat email atau nomor ponsel, dan membuat kata sandi. Pastikan kata sandi kamu kuat dan unik untuk melindungi akun kamu.
Langkah 3: Sesudah mengirimkan data kamu, Binance akan mengirimkan kode verifikasi lewat email atau SMS. Periksa kotak masuk atau pesan kamu, dan masukkan kode tersebut di situs web Binance untuk mengonfirmasi identitas kamu.
Langkah 4: Siapkan fitur keamanan: Binance akan meminta kamu menyiapkan beberapa langkah keamanan, seperti Autentikasi Dua Faktor (2FA). Ini bisa dilakukan lewat pesan teks, email, atau aplikasi autentikasi. Ini menambahkan lapisan keamanan ekstra ke akun kamu.
Langkah 5: Untuk menggunakan semua fitur di Binance, termasuk short-selling kripto, kamu perlu menyelesaikan proses Know Your Customer (KYC). Proses ini melibatkan pengunggahan dokumen identifikasi, seperti paspor atau SIM, dan mungkin swafoto untuk verifikasi wajah.
Langkah 6: Sesudah akun kamu disiapkan dan diverifikasi, kamu dapat menyetorkan dana ke dalamnya. Buka bagian ’Deposit’, pilih metode setoran yang kamu inginkan (misalnya, transfer bank, atau kartu kredit), dan ikuti petunjuk untuk menambahkan uang ke akun Binance kamu.
Langkah 7: Sesudah akun kamu dibuat, diverifikasi, dan didanai, kamu kini siap untuk memulai trading. Meski panduan ini tidak membahas cara short selling crypto secara khusus, Binance menyediakan tutorial dan sumber daya untuk membantu kamu mempelajari strategi trading.
Membuat akun di Binance pada dasarnya mengikuti langkah-langkah yang sama di mana-mana, tapi mungkin ada beberapa perbedaan tergantung di mana kamu tinggal. Ini karena setiap negara punya aturannya sendiri tentang siapa yang dapat trading, apa yang perlu kamu tunjukkan untuk membuktikan identitas kamu (seperti dokumen tambahan untuk beberapa tempat), bagaimana kamu dapat menyetor uang ke akun kamu, dan apa yang boleh kamu trading.
Misalnya, di beberapa negara, Binance mungkin meminta dokumen atau informasi tambahan untuk memeriksa identitas kamu. Cara menambahkan uang ke akun kamu, seperti lewat transfer bank atau menggunakan kartu kredit, mungkin tidak sama di semua tempat karena aturan perbankan yang berbeda.
Selain itu, tidak semua fitur, seperti penggunaan kontrak berjangka untuk short selling, tersedia di setiap negara. Terkadang, undang-undang suatu negara dapat membatasi atau bahkan menghentikan kamu dari trading kripto tertentu atau menggunakan fitur tertentu seperti meminjam uang untuk trading.
Jadi, ingatlah untuk memeriksa apakah ada aturan atau batasan khusus di negara kamu sebelum kamu mulai membuat akun dan melakukan short-selling kripto di platform ini.
Mengidentifikasi Peluang Shorting Crypto
Sekarang sesudah kamu punya akun bursa, kamu mungkin bertanya-tanya: ’Apakah kamu bisa shorting Bitcoin dan kripto lainnya hanya dengan satu akun?’ Jawabannya adalah ya, tapi kamu perlu menggunakan beberapa alat dan informasi untuk memilih saat yang tepat untuk melakukan short. Berikut adalah tiga teknik dan alat utama yang ingin kamu pilih untuk mengidentifikasi peluang short:
- Analisis teknis: Ini seperti mencari pola dalam grafik harga kripto untuk menebak ke mana arahnya selanjutnya. Di Binance, kamu dapat menemukan grafik ini dengan memilih kripto yang kamu minati lalu mengklik ’TradingView’ atau ’Original’ untuk melihat grafik. Cari tren seperti harga yang naik atau turun tajam, yang mungkin memberi tahu kamu jika kripto akan berubah arah.
- Berita: Tetap ikuti berita terbaru tentang kripto. Berita besar, seperti negara yang melarang crypto atau perusahaan besar yang berinvestasi di dalamnya, dapat mengubah harga dengan cepat. Jika kamu mendengar berita buruk tentang crypto, mungkin ini saat yang tepat untuk mempertimbangkan menjualnya.
- Tren pasar: Ini tentang merasakan suasana pasar. Apakah orang-orang merasa takut dan menjual crypto mereka, atau apakah mereka bersemangat dan membeli lebih banyak? Terkadang, suasana keseluruhan dapat memberi kamu petunjuk tentang apakah ini saat yang tepat untuk menjual crypto.
Melakukan Trading Pendek
Kita sudah sampai pada inti pembahasan kita, yaitu menempatkan order short. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, Binance nawarin opsi untuk melakukan shorting crypto lewat margin dan trading berjangka. Berikut adalah panduan langkah demi langkah tentang cara melakukan setiap opsi:
Shorting Crypto Dengan Trading Margin
Langkah 1: Masuk ke akun Binance kamu, klik “Aset“ dan pilih “Margin."
Langkah 2: Temukan USDT dengan mencarinya. Lalu, klik “Transfer."
Langkah 3: Masukkan jumlah USDT yang ingin kamu transfer dari dompet spot ke dompet margin kamu dan konfirmasikan transfer.
Langkah 4: Cari crypto yang ingin kamu jual di Margin Wallet, seperti BTC untuk Bitcoin. Klik “Trade“ dan pilih pasangan, seperti BTC/USDT.
Langkah 5: Buka “Jual BTC,” yang dapat kamu temukan di bawah grafik harga.
Langkah 6: Klik “Pinjam “untuk melihat jumlah BTC maksimum yang dapat kamu pinjam untuk shorting.
Langkah 7: Untuk menempatkan pesanan penjualan pendek, tentukan jumlah BTC yang ingin kamu jual pendek dan klik “Margin Jual BTC."
Shorting Crypto Dengan Trading Futures
Langkah 1: Aktifkan akun Futures kamu di aplikasi untuk memulai trading opsi.
Langkah 2: Buka tab “Trade“ dan pilih tombol “Options". Transfer dana ke dompet Futures kamu jika diperlukan.
Langkah 3: Pilih waktu kedaluwarsa dari opsi seperti 10 menit, 30 menit, 1 jam, 8 jam, atau 24 jam.
Langkah 4: Tentukan ukuran kontrak di kolom “Kuantitas“ dan klik “Beli Panggilan".
Langkah 5: Jendela konfirmasi akan muncul. Tinjau detailnya dan klik “Konfirmasi."
Langkah 6: Periksa posisi terbuka kamu di tab “Posisi".
Langkah 7: Untuk menutup posisi, klik “Selesaikan“ di samping posisi yang ingin kamu tutup lalu konfirmasikan tindakan kamu.

Apakah kamu tahu?
Berlangganan - Kami membuat video baru tentang penjelasan crypto setiap minggu!
What is BNB? The Truth Behind Binance Smart Chain (Animated)

Mengelola dan Menutup Posisi
Saat mempelajari cara short selling crypto, penting untuk mengetahui kapan harus keluar dari trading kamu untuk meraih keuntungan atau menghentikan kerugian agar tidak bertambah. Berikut adalah beberapa skenario potensial di mana kamu mungkin memutuskan untuk menutup posisi short kamu:
- Skenario untung: Katakanlah kamu menjual Bitcoin pada harga US$40.000, dan memperkirakan harganya akan turun. Jika harganya turun menjadi US$35.000, kamu sudah memperoleh untung besar. Mungkin ini saat yang tepat untuk menutup posisi kamu dan menikmati penghasilan kamu sebelum pasar berubah arah.
- Skenario kerugian: Jika kamu menjual Bitcoin pada harga US$40.000 tapi harganya naik menjadi US$45.000, kamu akan mengalami kerugian. Untuk menghindari kerugian yang lebih besar, pertimbangkan untuk menutup posisi kamu. Lebih baik menghentikan kerugian lebih awal daripada berharap pasar akan kembali menguntungkan kamu.
Ingat, pasar kripto tidak dapat diprediksi. Harga dapat meroket atau anjlok dengan cepat karena berita, tren pasar, atau tindakan trader lainnya. Selalu siap untuk bertindak berdasarkan rencana awal kamu, apakah itu mengambil keuntungan lebih cepat dari yang diharapkan atau memangkas kerugian sebelum kerugian menjadi terlalu besar.
Saya mendorong kamu untuk berkonsultasi dengan penasihat keuangan profesional yang dapat memberi kamu nasihat berharga yang disesuaikan dengan situasi kamu sebelum membuat keputusan trading apa pun.
Strategi Short Selling Lanjutan
Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, pasar kripto sangat fluktuatif, dan harga dapat meroket atau turun dalam waktu singkat. Jadi pertanyaannya adalah: Apakah kamu bisa short selling crypto tanpa mengambil terlalu banyak risiko? Nah, kamu dapat mencoba mengurangi potensi kerugian dengan menerapkan strategi yang tepat untuk proses short selling kamu. Berikut adalah tiga cara canggih untuk menghindari kerugian besar saat melakukan short selling kripto.
Menggunakan Kontrak Futures untuk Melakukan Short pada Kripto
Kontrak berjangka adalah perjanjian untuk membeli atau menjual aset tertentu, seperti crypto, pada harga yang sudah ditentukan pada tanggal tertentu di masa mendatang. Berikut cara short selling crypto menggunakan kontrak berjangka:
Ketika kamu menduga harga crypto akan turun, kamu menandatangani kontrak berjangka untuk menjual kripto tersebut pada harga saat ini, tapi bursa sesungguhnya terjadi di masa mendatang.
Jika prediksi kamu benar dan harganya turun, kamu dapat membeli crypto pada harga yang lebih rendah di pasar, lalu menjualnya pada harga yang lebih tinggi yang kamu tetapkan dengan kontrak berjangka. Selisih antara harga-harga ini adalah keuntungan kamu.
Misalnya, jika kamu yakin harga Bitcoin akan turun, kamu dapat membuat kontrak berjangka untuk menjual Bitcoin pada harga saat ini sebesar US$20.000 dalam sebulan. Jika, dalam sebulan, harga turun menjadi US$15.000, kamu dapat membeli Bitcoin pada harga yang lebih rendah ini dan memenuhi kontrak kamu, menghasilkan laba sebesar US$5.000 per Bitcoin (dikurangi biaya apa pun).
Tapi, penting untuk diingat bahwa jika harga bergerak berlawanan dengan prediksi kamu, kamu mungkin mengalami kerugian. Sangat penting untuk punya pemahaman mendalam tentang futures dan keterampilan analisis pasar yang solid sebelum melanjutkan.
Trading Opsi sebagai Metode untuk Melakukan Short
Trading opsi adalah cara untuk bertaruh pada harga crypto di masa mendatang tanpa benar-benar memilikinya. Dalam trading opsi, kamu membeli hak untuk menjual atau membeli crypto pada harga tertentu di masa mendatang. Opsi jual, khususnya, adalah alat bagi mereka yang ingin tahu cara menjual crypto secara singkat.
Saat kamu membeli opsi jual, kamu membeli hak untuk menjual crypto pada harga yang ditetapkan sebelum opsi tersebut berakhir. Jika kamu merasa harga crypto akan turun, kamu dapat menggunakan opsi jual untuk mengunci harga jual yang lebih tinggi sekarang.
Berikut cara short selling crypto dengan opsi put: Bayangkan kamu yakin bahwa harga Bitcoin akan turun. Kamu membeli opsi put yang memungkinkan kamu menjual Bitcoin pada harga US$20.000 kapan saja di bulan berikutnya. Jika harga Bitcoin turun menjadi US$15.000, kamu masih dapat menjualnya pada harga US$20.000 karena opsi put kamu. Kamu kemudian mendapat keuntungan dari selisihnya, dikurangi biaya apa pun untuk membeli opsi tersebut.
Tapi, dapatkah kamu melakukan short pada kripto dengan aman menggunakan opsi jual? Meski opsi jual dapat membatasi potensi kerugian kamu pada biaya opsi itu sendiri, sehingga membuatnya kurang berisiko dibandingkan kontrak berjangka, volatilitas pasar kripto tetap menimbulkan risiko. Harga mungkin tidak bergerak seperti yang kamu harapkan, atau bahkan bisa naik, sehingga opsi jual kamu tidak berharga jika harga pasar tetap berada di atas harga kesepakatan opsi.
Penggunaan Token Leverage
Token dengan leverage adalah jenis aset khusus di pasar kripto yang memberikan eksposur lebih besar terhadap pergerakan harga crypto. Pada dasarnya, token ini memungkinkan kamu memperoleh keuntungan lebih banyak dari perubahan harga dibandingkan dengan trading biasa.
Misalnya, token dengan leverage 3x akan bertujuan untuk melipatgandakan pergerakan harga harian kripto yang mendasarinya. Ini bisa menjadi alat yang ampuh jika kamu mencari tahu cara short selling crypto karena memungkinkan kamu untuk memperbesar potensi keuntungan kamu dari penurunan harga.
Ketika kamu melakukan short-sell dengan token leverage, kamu bertaruh bahwa harga crypto akan turun. Jika kamu benar, dan harganya turun, nilai token leverage akan meningkat dengan kecepatan berlipat ganda. Jadi, jika kamu tahu cara short selling crypto dengan token leverage 3x dan harga kripto yang mendasarinya turun sebesar 1%, nilai token leverage tersebut dapat meningkat sebesar 3%, yang akan memperbesar keuntungan kamu dari short sale.
Tapi, prinsip yang sama berlaku untuk kerugian. Jika pasar bergerak melawan prediksi kamu, kerugian kamu juga akan bertambah besar. Hal ini membuat token dengan leverage menjadi pilihan yang berisiko, terutama di pasar kripto yang fluktuatif, di mana harga dapat berfluktuasi liar dalam waktu singkat. Mengetahui cara short selling crypto dengan token dengan leverage perlu pemahaman yang baik tentang risiko ini dan kondisi pasar.
Memahami Dasar-Dasar Short Selling
Pemahaman dasar yang tepat adalah hal yang menjadikan seorang trader kripto yang baik. Tanpa mengetahui dasar-dasarnya, kamu akan kesulitan dalam pasar kripto yang rumit tanpa membuat keputusan yang tepat. Di bagian ini, kita akan melihat cara kerja short selling dalam kripto, risiko dan manfaat dari short selling kripto, dan bagaimana analisis dapat membantu kamu membuat keputusan yang lebih baik.
Definisi dan Mekanisme Short Selling
Short selling dalam kripto berarti kamu meminjam crypto karena kamu yakin harganya akan turun. Berikut cara short selling crypto: pertama, kamu meminjam kripto dan menjualnya pada harga saat ini. Kemudian, jika harganya turun, kamu membeli kembali kripto dalam jumlah yang sama pada harga yang lebih rendah. Kamu mengembalikan apa yang kamu pinjam, dan selisih antara harga jual dan harga beli adalah keuntungan kamu.
Misalnya, bayangkan kamu ingin menjual Bitcoin karena kamu yakin harganya akan turun. Jika Bitcoin dihargai US$10.000, kamu meminjam dan menjual 1 Bitcoin. Jika harganya turun menjadi US$8.000, kamu kemudian membeli kembali 1 Bitcoin. Kamu mengembalikan Bitcoin yang dipinjam, dan keuntungan kamu adalah US$2.000, dikurangi biaya apa pun. Proses ini pada dasarnya adalah cara menjual kripto, yang bertujuan untuk menghasilkan uang dari penurunan harga.
Risiko dan Keuntungan Short Selling Crypto
Short-selling kripto bisa berisiko tapi juga menguntungkan. Pasar kripto sangat fluktuatif, artinya harga bisa naik dan turun dengan sangat cepat. Volatilitas ini dapat menghasilkan keuntungan besar jika kamu menebak arah pasar dengan benar.
Tapi, volatilitas ini juga dapat menyebabkan kerugian yang signifikan. Jika harga naik sesudah kamu melakukan short-sell, kamu mungkin harus membeli kembali kripto tersebut dengan harga yang lebih tinggi, yang mengakibatkan kerugian. Leverage, atau meminjam uang untuk melakukan short-sell lebih banyak kripto, dapat membuat keuntungan dan kerugian ini menjadi lebih besar. Dengan leverage, perubahan harga yang kecil dapat menyebabkan keuntungan atau kerugian yang besar.
Katakanlah kamu menggunakan leverage untuk melakukan short-sell, dan harga bergerak melawan kamu, kerugian kamu dapat melebihi investasi awal kamu. Ini menunjukkan mengapa memahami cara short selling crypto perlu pertimbangan cermat terhadap potensi keuntungan dan risiko, terutama di pasar yang tidak dapat diprediksi seperti kripto.

- Platform bursa kripto yang sangat terkenal
- Lebih dari 900 crypto tersedia untuk trading
- Tersedia berbagai jenis trading
- Tersedia lebih dari 900 jenis kripto
- Keamanan kuat
- Biaya penarikan rendah

- Biaya trading sangat rendah
- Fungsionalitas luar biasa
- Aplikasi trading seluler
- Biaya trading yang sangat kompetitif
- Aplikasi seluler yang intuitif
- Tersedia hingga 100X leverage

- Pilihan aset kripto yang beragam
- Antarmuka yang user-friendly
- Aplikasi mobile yang praktis
- Aset kripto yang sangat variatif
- Tersedia aplikasi seluler yang ramah pemula
- Banyak kompetisi trading
Peran Sentimen dan Analisis Pasar
Sentimen pasar adalah bagaimana perasaan orang tentang arah masa depan pasar kripto. Jika kebanyakan orang optimis, mengharapkan harga naik, sentimennya positif. Jika mereka yakin harga akan turun, sentimennya negatif. Sentimen pasar sangat memengaruhi pergerakan harga kripto baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang[1].
Untuk memprediksi pergerakan ini, para trader biasanya menggunakan dua jenis analisis utama: teknis dan fundamental. Analisis teknis melihat pergerakan harga dan volume trading di masa lalu untuk memperkirakan perubahan harga di masa mendatang. Analisis ini didasarkan pada gagasan bahwa apa yang terjadi di pasar sebelumnya kemungkinan akan terjadi lagi[2].
Di sisi lain, analisis fundamental memeriksa faktor-faktor yang mendasari suatu perekonomian atau perusahaan, seperti peristiwa berita atau kesehatan keuangan, untuk memprediksi pergerakan harga.
Misalnya, jika analisis teknis menunjukkan harga kripto kemungkinan akan turun, dan analisis fundamental setuju karena berita buruk tentang mata uang tersebut, itu mungkin merupakan peluang bagus untuk melakukan short-sell. Short selling yang sukses sering kali bergantung pada interpretasi tanda dan pola ini dengan benar untuk memprediksi kapan harga akan turun, menjadikannya alat penting bagi siapa pun yang ingin mempelajari cara short selling crypto.
Alat lain yang dapat digunakan trader untuk mengukur pergerakan pasar adalah Indeks Ketakutan dan Keserakahan Kripto. Indeks ini dapat memberikan wawasan tentang kinerja masa lalu dan sentimen terkini dari aset tertentu, mulai dari ketakutan ekstrem (0) hingga keserakahan ekstrem (100). Perlu diingat bahwa indeks ini hanya dapat memberi kamu gambaran tentang persepsi pasar saat ini dan bukan alat untuk membuat keputusan investasi[3].
Manajemen Risiko dalam Short-Selling Crypto
Mengelola risiko adalah kunci untuk melindungi diri kamu dari kerugian besar saat kamu melakukan short-sell kripto. Oleh karena itu, punya rencana yang disusun dengan baik sangat penting untuk mengurangi risiko kerugian besar saat melakukan short-sell kripto.
Jadi, jika kamu bertanya-tanya, “Apakah kamu bisa short selling crypto dengan aman? “jawabannya adalah ya, tapi hanya jika kamu mengelola risiko dengan hati-hati. Pendekatan ini membantu kamu tetap memegang kendali dan melindungi uang kamu, bahkan ketika pasar bergerak tak terduga. Berikut adalah beberapa alat dan teknik paling umum yang dapat kamu gunakan untuk mengurangi potensi kerugian saat kamu melakukan short selling kripto:
- Perintah stop-loss: Ini seperti jaring pengaman. Kamu menetapkan harga di mana kripto kamu secara otomatis terjual jika pasar bergerak melawan kamu. Ini membantu membatasi kerugian kamu. Misalnya, jika kamu menjual kripto pada harga US$10.000, kamu dapat menetapkan stop-loss pada US$11.000 untuk memastikan kamu tidak kehilangan lebih dari US$1.000.
- Trailing stop loss: Tidak seperti stop-loss standar, trailing stop loss bergerak mengikuti harga pasar. Jika harga pasar bergerak positif, harga stop-loss akan bergerak bersamanya, mengunci keuntungan dan melindungi dari pembalikan.
- Lindung nilai: Ini melibatkan pengambilan posisi berlawanan dalam aset terkait untuk mengimbangi potensi kerugian. Misalnya, jika kamu melakukan short selling pada kripto tertentu, kamu dapat membeli kontrak berjangka yang nilainya naik saat harga kripto turun, sehingga dapat melindungi taruhan kamu.
- Diversifikasi: Jangan menaruh semua uang kamu pada satu jenis investasi. Sebarkan ke berbagai crypto atau bahkan berbagai jenis aset. Dengan cara ini, jika satu investasi gagal, kamu tidak akan kehilangan semuanya.
- Ukuran posisi: Ini berarti tidak bertaruh terlalu banyak pada satu trading. Putuskan berapa banyak uang total yang akan kamu pertaruhkan pada trading apa pun. Aturan umum adalah tidak mempertaruhkan lebih dari 1% dari total uang kamu pada satu trading.
Kesimpulan
Mengetahui cara short selling crypto penting bagi para trader yang ingin memaksimalkan keuntungan dari pasar crypto, bahkan saat harga sedang turun. Ini adalah strategi yang dapat membantu mendiversifikasi trading kamu dan berpotensi meningkatkan keuntungan kamu. Namun ingat, seiring dengan peluang untuk mendapatkan imbalan yang lebih tinggi, risikonya pun lebih tinggi, terutama di pasar kripto yang bergejolak.
Tetap terinformasi dan mengikuti perkembangan tren pasar sangatlah penting. Dunia kripto bergerak cepat, dan apa yang berhasil kemarin mungkin tidak berhasil besok. Jadi, teruslah belajar dan tingkatkan pemahaman kamu tentang cara kerja pasar. Ada banyak sumber daya yang tersedia, mulai dari kursus online hingga forum trading, yang dapat membuat kamu tetap terinformasi tentang strategi dan berita terbaru.
Sebelum kamu terjun dengan sejumlah besar uang, sebaiknya kamu mulai dari yang kecil. Berlatihlah memperpendek crypto dengan jumlah yang kamu rasa aman untuk kehilangannya. Dengan cara ini, kamu dapat merasakan pasar dan strategi kamu tanpa menempatkan keuangan kamu pada risiko yang signifikan. Belajar dari kesalahan kecil jauh lebih baik daripada membuat kesalahan besar yang dapat menghabiskan banyak uang kamu.
Jangan lupa juga untuk memilih platform bursa yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi kamu. Binance, Kraken, dan Coinbase adalah beberapa opsi terbaik di pasar, cocok bagi mereka yang mencari bursa yang punya reputasi baik dan kaya fitur.
Ingat, trading yang sukses bukan hanya tentang menghasilkan keuntungan cepat; tapi tentang menjadi cerdas, sabar, dan strategis dalam jangka panjang. Jangan terburu-buru dalam trading atau biarkan emosi mengendalikan keputusan kamu. Dan selalu waspada terhadap risiko yang terlibat dalam shorting crypto.
Konten yang dipublikasikan di situs web ini tidak bertujuan untuk memberikan segala jenis nasihat keuangan, investasi, perdagangan, atau bentuk lain apa pun. BitDegree.org tidak mendukung atau menyarankan Anda membeli, menjual, atau menahan segala jenis cryptocurrency. Sebelum membuat keputusan investasi keuangan, konsultasikan dengan penasihat keuangan Anda.
Referensi Ilmiah
1. Kristian R.: ‘Technical Analysis In Cryptocurrency Trading: A Historical and Analytical Investigation’;
2. Suwan L., Ying X., Zhengyuan Z., et al.: ‘From Whales to Waves: The Role of Social Media Sentiment in Shaping Cryptocurrency Markets’;
3. Jackie J.: ‘How Useful is the Crypto Fear and Greed Index When Making Cryptocurrency Investment Decisions’.