Apa Itu DeFi: Panduan Lengkap yang Cocok untuk Pemula

Di beberapa tahun terakhir, kripto telah benar-benar mengambil perhatian dunia. Kemana pun Anda pergi, Anda akan menemukan seseorang yang mendiskusikan mata uang kripto, meskipun seringkali dengan sudut yang sangat berbeda. Namun, di antara semua diskusi ini, Anda akan sering mendengar pertanyaan – apa itu DeFi?

DeFi memang merupakan salah satu aspek paling populer dari industri kripto, namun DeFi masih menjadi misteri bagi banyak orang di luar sana. Jika Anda tidak sengaja mencari cara untuk berinvestasi di DeFi, Anda mungkin saja tertarik mengenai filosofi di balik fenomena tersebut – nah, pertanyaan 'Apa itu Defi' tetap akan kita cari tahu!

Meskipun konsepnya mungkin tampak rumit, terdapat beberapa cara untuk memahaminya dari perspektif seorang pemula. Di dalam panduan ini, kita akan melakukan hal itu – mari kita langsung bahas saja!

Apakah Anda tahu?

Want to get smarter & wealthier with crypto?

Subscribe - We publish new crypto explainer videos every week!

50 Essential Crypto Concepts Explained

50 Essential Crypto Concepts Explained 50 Essential Crypto Concepts Explained

Apa itu DeFi: Pengetahuan Dasar

Sebagai permulaan, mungkin ada baiknya menjawab pertanyaan inti ini terlebih dahulu, sebelum kita melanjutkan dengan pembahasan yang lebih kompleks.

Jadi, - apa itu kripto DeFi?

Akronim "DeFi" adalah singkatan dari keuangan terdesentralisasi. Seperti yang tersirat dari istilah ini, Decentralized Finance adalah semacam payung untuk infrastruktur keuangan yang sangat luas dengan menekankan pada sistem desentralisasi.

Namun, desentralisasi ini tidak muncul begitu saja – DeFi berkaitan erat dengan mata uang kripto, atau lebih tepatnya, teknologi blockchain yang mengembangkan kripto.

Sebagian besar blockchain bersifat terdesentralisasi. Ya, memang ada pengecualian, tetapi demi menjaga pembahasan di dalam artikel ini tetap sederhana dan meminimalisir kebingungan, mari kita bahas dengan menyelidiki beberapa bagian umumnya saja.

Apa Itu DeFi: Seseorang sedang memegang koin fisik Bitcoin.

Sistem terdesentralisasi membuat blockchain dapat berfungsi tanpa perantara. Dalam hal keuangan, perantara yang dimaksud bisa apa saja atau siapa saja – bank, individu yang bertindak sebagai escrow, pengembang yang menulis kode untuk dApp (selengkapnya akan dibahas nanti) yang Anda gunakan, dan seterusnya.

Berdasarkan pedoman tersebut, manfaat utama DeFi adalah memungkinkan proses keuangan dengan sistem trustless berlangsung di dalam ekosistemnya. Saya akan memberikan Anda sebuah contoh sehingga Anda paham dengan apa yang sedang saya bicarakan:

Bayangkan bahwa di negara Anda sedang dilakukan pemilu. Anda harus memberikan suara Anda pada salah satu kandidat. Secara tradisional, Anda mungkin akan melakukannya dengan cara kuno – pergi ke bilik suara, tulis suara Anda di selembar kertas, dan letakkan di kotak suara.

Suara-suara ini kemudian akan dibawa ke fasilitas yang sudah ditetapkan, di mana kumpulan suara tersebut akan dihitung, sebelum nanti hasilnya diumumkan.

Apakah Anda mendeteksi suatu permasalahan di skenario ini? Jika tidak, coba renungkan – beberapa peluang kecurangan yang bisa terjadi, dan ada pihak yang bisa merusak jumlah suara. Situasi seperti ini cenderung membuat banyak orang penasaran untuk meneliti apa itu kripto DeFi, sejak awal.

Apa Itu DeFi: Seseorang sedang memberikan hak suaranya di TPU.

Dengan aplikasi terdesentralisasi (dApp), Anda bisa memberikan suara Anda dengan cara yang sama, tetapi akan a) direkam secara instan, dan b) suara Anda tidak mungkin dipalsukan. Hal ini berkat fitur bawaan dari teknologi blockchain – khususnya, fakta bahwa informasi yang dikirimkan ke blockchain tidak dapat diubah atau dirusak dengan cara apa pun.

Fenomena ini juga dijadikan peluang oleh Ethereum untuk ikut andil.

Ethereum – Pelopor di Semesta DeFi

Ethereum adalah salah satu mata uang kripto terbesar di industri. Lebih khusus lagi, kripto ini terus-menerus bersaing dengan Bitcoin untuk menjadi proyek kripto terbesarbeberapa penggemar Ethereum percaya bahwa akan ada momen di mana Ethereum akan melampaui popularitas Bitcoin.

Banyak faktor yang terlibat di balik kepopuleran Ethereum – salah satunya adalah bahwa Ethereum merupakan blockchain utama yang menaungi produk-produk DeFi.

Sebagian besar proyek DeFi yang akan Anda temukan di pasaran dirintis menggunakan sistem blockchain Ethereum. Saat ini, ada juga blockchain lain yang melakukan upaya yang serupa dengan Ethereum – ketika mempelajari apa itu DeFi, Anda mungkin akan menemukan proyek yang dibangun menggunakan blockchain Polygon, EOS, atau TRON. Walaupun begitu – Ethereum tetap menjadi pemimpin yang tak terbantahkan.

Ada beberapa alasan yang mendukung fakta tersebut, tetapi yang utama adalah bahwa Ethereum merupakan landasan peluncuran kontrak pintar. Kontrak pintar adalah alat inti di balik semua yang berkaitan dengan DeFi.

Apa Itu DeFi: Penjelasan tentang Ethereum

Smart Contract adalah perjanjian yang telah dikodekan ke dalam blockchain. Tentu saja, penjelasan ini mungkin cara pandang yang sangat primitif, tetapi konsep intinya kurang lebih seperti itu. Fitur utama yang membuat kontrak ini menarik adalah kenyataan bahwa keberadaan kontrak ini tidak mungkin dilanggar – setelah kontrak diserahkan ke blockchain, tidak akan ada cara untuk mengubah atau membalikkan pengaturannya.

Berkat kontrak pintar, Anda dapat menggunakan aplikasi DeFi dengan sistem trustless, dan dengan tidak memiliki campur tangan pihak ketiga – aplikasi tersebut bisa berupa pinjaman, perjudian, atau apa pun yang terkait dengan NFT, Anda dapat menggunakan dApp dan dapat merasa yakin bahwa tidak ada kecurangan yang akan terjadi (jika dApps yang dipakai benar-benar resmi, tentu saja!).

Jenis Aplikasi DeFi

Di bagian sebelumnya di dalam panduan "Apa itu DeFi Kripto?" ini, saya telah menyebutkan beberapa jenis konsep, seperti NFT, platform pinjaman, dan sebagainya. Konsep tersebut hanyalah beberapa contoh penggunaan proyek DeFi.

Nah, ada baiknya menyelidiki beberapa jenis proyek DeFi yang paling populer, sehingga Anda dapat memiliki gambaran umum tentang apa yang diharapkan dari proyek DeFi itu sendiri.

  • Stablecoin. Jika Anda pernah berurusan dengan mata uang kripto atau proyek terkait kripto, secara umum istilah “stablecoin” mungkin sudah tidak asing lagi di telinga Anda. Stablecoin adalah mata uang kripto yang harganya dipatok (dan sering didukung oleh) dolar Amerika Serikat. Artinya, 1 stablecoin akan selalu bernilai US$1. Stablecoin digunakan di dalam beberapa jenis proyek DeFi, dan Stablecoin juga dianggap sebagai proyek DeFi sendiri.
  • Lending/Borrowing dApps. Proyek-proyek ini bekerja dengan cara yang sama seperti lembaga kredit tradisional, dan perbedaan utamanya adalah bahwa aplikasi ini tidak memiliki perantara. Anda dapat meminjam aset dengan menggunakan mata uang kripto Anda (biasanya - Ether atau stablecoin) sebagai jaminan, atau meminjamkan kripto dan mendapatkan bunga dari waktu ke waktu.
  • Yield Farm. Sebuah ladang hasil adalah usaha DeFi di mana Anda akan menginvestasikan (mempertaruhkan) beberapa aset kripto Anda, dan kemudian menerima hasil pasif sebagai imbalannya. Akhir-akhir ini, jenis dApps ini menjadi sangat populer di semua jenis blockchain yang digunakan di DeFi (terutama di Ethereum dan TRON).
  • Bursa Kripto Terdesentralisasi. Jika Anda pernah menggunakan Uniswap, Anda mungkin tahu apa itu DEX – bursa kripto terdesentralisasi – DEX adalah pertukaran kripto yang tidak mengharuskan Anda untuk melewati pemeriksaan verifikasi KYC, dan mengizinkan perdagangan mata uang kripto secara anonim.
  • Gambling dApp. Jika Anda ingin mencari tahu apa itu DeFi hanya untuk meyakinkan bahwa dApp perjudian favorit Anda berada di bawah nanungan DeFi atau tidak, Anda beruntung sekali – karena faktanya memang demikian. Banyak proyek perjudian mengklaim proyeknya mengusung sistem trustless, dan memungkinkan pengguna untuk mempertaruhkan aset mereka dengan cara yang terdesentralisasi, anonim, dan transparan.
  • Wrapped Coins. Proyek ini mungkin salah satu aspek DeFi yang paling rumit. Dalam istilah awam, wrapped coin dapat digunakan (dikirim, diterima, ditransaksikan, dll.) di blockchain yang berbeda dari miliknya sendiri. Jadi, misalnya, wrapped coin ADA dapat digunakan di Ethereum, dan masih akan mempertahankan nilai harganya dari koin ADA asli.

Contoh DeFi yang sebelumnya disebutkan, yaitu sistem DeFi yang berlaku di dalam beberapa pemilihan penting, juga merupakan penggunaan dasar DeFi, biasanya disebut sebagai "pasar prediksi". Selain itu, tentu saja, terdapat lebih banyak proyek terkait keuangan yang terdesentralisasi di luar sana – yang disebutkan di atas hanyalah beberapa jenis DeFi yang populer dan lebih sering ditemui.

Ketenaran DeFi 

Saat mempelajari semua tentang DeFi – apa itu DeFi, kapan DeFi digunakan, apa jenis utama dApps yang tersedia, dll. – Anda juga mungkin bertanya-tanya tentang aspek popularitas yang dimiliki oleh DeFi.

Lebih khusus lagi, bagaimana DeFi berubah dari konsep khusus, hingga menjadi revolusi keuangan yang mampung mengguncang industri ini?

Pertanyaan bagus! Satu hal yang pasti – ketenaran yang dimiliki DeFi tidak diraih dalam semalam.

Apa Itu DeFi: Koin Bitcoin di atas mata uang fiat.

Elemen inti dari konsep keuangan terdesentralisasi diperkenalkan lewat penciptaan Bitcoin yang muncul sejak tahun 2009. BTC membantu menghilangkan perantarakatakanlah, bank – dari koneksi yang Anda miliki dengan uang Anda. DeFi melakukan hal yang sama, tetapi alih-alih uang, DeFi menghindari perantara pada alat keuangan.

Belum banyak yang penasaran dengan cara berinvestasi di DeFi sebelum tahun 2018. Tentu saja, saat ini DeFI memiliki banyak penggemar, tetapi peningkatan sebenarnya mengenai minat terhadap proyek DeFi dan penggunaannya dimulai bersamaan dengan meningkatnya popularitas mata uang kripto di seluruh dunia.

Variasi aplikasi DeFi juga merupakan faktor penting yang membantu semakin populernya konsep tersebut. Jika variasinya hanya berupa stablecoin atau platform pinjaman, kemungkinan DeFi tidak akan seperti sekarang ini. Selain itu, fakta kemudahan, misalnya DeFi mudah dipelajari, mengundang banyak pengguna dan investor baru yang potensial ke topik tersebut.

Apa Itu DeFi: Jaringan Uniswap DeFi.

Sejak saat itu, terjadilaj proses siklus terhadap popularitas DeFi – banyak orang mulai tertarik mempelajari DeFi, lalu sektor DeFi terus berkembang pesat, sehingga membuat calon penggunanya menjadi tertarik untuk berinvestasi di DeFi, akhirnya mereka mulai serius mendalami fungsi DeFi.

Seiring berjalannya waktu, akan selalu ada proyek baru yang bermunculan, dApps baru, dan ide DeFi baru yang luar biasa canggih. Memang, DeFi masih relatif baru, tetapi banyak penggemarnya berspekulasi bahwa, saat Anda mempelajari apa itu kripto DeFi, sektor ini akan terus tumbuh dan berkembang secara keseluruhan.

Regulasi - Akhir Riwayat DeFi?

Saat Anda mempelajari apa itu DeFi, salah satu subtopik utama yang mungkin Anda temui berkaitan dengan peraturan yang berlaku di DeFi. Sentimen umum yang sedang hangat diperbincangkan di internet adalah bahwa kehadiran peraturan tersebut bisa jadi malapetaka bagi keuangan terdesentralisasi.

Mengapa demikian? Yah, itu disebabkan karena sistem yang diusungnya.

Peraturan selalu menjadi “topik hangat” di ranah kripto. Seiring berjalannya waktu, tampaknya peraturan tersebut menjadi masalah yang semakin menonjol, dan pemerintah di seluruh dunia perlahan, tetapi pasti menerapkan peraturan-peraturan baru.

Lihat saja Cina, sebagai contohnya. Pemerintah Cina melarang pembuatan proyek-proyek terkait mata uang kripto baru, sementara di saat yang sama Cina mempersiapkan diri untuk mengeluarkan mata uang digital mereka sendiri, sehingga kripto terdesentralisasi sekarang dilarang bermunculan di sana.

AS juga saat ini sudah melirik dunia kripto. Meskipun AS masih berupaya untuk meloloskan tagihan terkait kripto, tampaknya AS juga akan menerapkan regulasi sebagai langkah yang pasti.

Apa Itu DeFi: Artikel keuangan tentang regulasi kripto di Yahoo!

Seperti yang mungkin Anda bayangkan, DeFi berpusat di sekitar konsep desentralisasi dan anonimitas, jadi pembatasan semacam itu tidaklah ideal. Apakah ini pertanda riwayat DeFi akan berakhir?

Yah, dipastikan hal tersebut tidak akan terjadi. Namun, perlu diakui bahwa DeFi perlu beradaptasi dan menyesuaikan diri, setidaknya sampai batasan tertentu.

Regulator dan organisasi pengatur sebenarnya menyadari kehadiran proyek DeFi, dan proyek-proyek seperti pertukaran terdesentralisasi atau platform pinjam meminjam. Baik itu Stablecoin, atau usaha yang terkait dengan NFT, setiap sektor tertentu dari DeFi seharusnya diberikan sentuhan dalam bentuk aturan dan peraturan yang khusus untuk sektor tersebut.

Perlu juga diakui bahwa sektor DeFi terlalu luas untuk diabaikan begitu saja, atau untuk langsung dilarang peredarannya. Singkatnya, tidak peduli seperti apa peraturan yang nantinya akan dihadapi DeFi, yang pasti, kemungkinan DeFi dilarang, atau semua proyek yang didesentralisasi dilarang beroperasi sangatlah kecil.

Pro dan Kontra dari Keuangan Terdesentralisasi

Sampai di bagian ini, panduan tentang apa itu DeFi telah membahas banyak aspek berbeda mengenai DeFi, dan menyebutkan beberapa alasan yang menyorot pentingnya mempelajari DeFi secara umum.

Mungkin ada baiknya untuk mengerucutkan beberapa hal menjadi beberapa manfaat dan kekurangan tertentu. Meskipun saya mengakui bahwa tindakan ini tidak dianggap sebagai cara terbaik untuk memahami sesuatu, dan bahwa topik serumit DeFi tidak dapat dikupas dengan cara seperti itu, setidaknya metode ini masih cukup efektif untuk menempatkan segala sesuatunya ke dalam perspektif yang mudah dicerna.

Kalau begitu – pertama-tama, mari kita bahas manfaat paling menonjol yang ditawarkan DeFi kepada semua pengguna umum:

  • Desentralisasi dan Anonimitas. Meskipun kedua fitur ini merupakan fitur dasar di dunia DeFi, keduanya masih perlu disebutkan. Ya – dengan berpartisipasi di dalam berbagai layanan DeFi, Anda dapat mempertahankan anonimitas Anda, dan bertransaksi menggunakan koin dan token kripto terdesentralisasi. Tidak ada perantara yang terlibat, dan semua transaksi bersifat publik dan bisa dilihat oleh semua orang.
  • Kecepatan. Berkat teknologi blockchain di balik semua proyek DeFi, transaksi dan proses lainnya bisa diselesaikan dalam hitungan detik. Anda tidak perlu menunggu berhari-hari untuk mendapatkan persetujuan pinjaman, atau mengantre panjang untuk menukar satu mata uang dengan mata uang lainnya.
  • Minim Birokrasi. Dengan lembaga keuangan tradisional, Anda akan sering dibombardir dengan banyak makalah yang penuh dengan jargon khusus. Dengan DeFi, kemungkinan besar Anda akan dapat melewati banyak proses birokrasi yang merepotkan, dan akan memiliki kemungkinan untuk berkonsentrasi pada informasi yang paling penting saja.
  • Lebih Mudah untuk Dipelajari. DeFi tidak memiliki sistem pembelajaran yang rumit. Di kebanyakan kasus, semua hal yang Anda butuhkan untuk mulai berkenalan dengan proyek DeFi adalah dompet mata uang kripto, dan beberapa koin kripto (biasanya, Ether).
  • Ranah yang Menguntungkan. Meskipun keuntungan mungkin poin paling subjektif dalam daftar ini yang menjelaskan apa itu DeFi serta manfaatnya, aspek keuntungan masih menjadi alasan penting yang membuat banyak orang memilih untuk menyelami dunia DeFi. Tidak dapat disangkal bahwa keuangan terdesentralisasi dapat memberikan keuntungan – jika Anda mencari cara untuk berinvestasi di DeFi, Anda mungkin akan berpikir demikian!

Setelah selesai dengan urusan manfaat dan fitur paling menonjol yang ditawarkan DeFi, sekarang mari kita lanjutkan pembahasannya dengan melirik beberapa bagian DeFi yang kurang ideal, dan semua hal yang harus diwaspadai jika Anda benar-benar memutuskan untuk memasuki dunia DeFi:

  • Kasus Penipuan yang Meresahkan. Anda mungkin akan merasa aman saat mengetahui DeFi disokong oleh regulasi yang cukup ketat. Kenyataanya belum tentu demikian. Sampai saat ini, terdapat banyak penipuan dan tindakan gulung tikar yang terjadi di dunia DeFi. Beberapa kasus mendapat perhatian publik, tetapi hal ini tidak membuat proyek DeFi memperbaiki sistem keamanannya.
  • Ketidakpastian Regulasi. Setelah Anda mempelajari apa itu DeFi, Anda akan memiliki pemahaman yang cukup baik tentang aspek yang ingin dikendalikan oleh peraturan tersebut (atau, lebih tepatnya - akan dikuasai) di dalam ranah DeFi. Meskipun demikian, pada saat menulis panduan ini, kepastian regulasi tersebut masih belum menemui titik terang. Beberapa penggemar DeFi tidak terlalu senang dengan kurangnya kejelasan tentang topik ini karena aturan yang lebih ketat dapat memengaruhi sektor ini secara signifikan.
  • Sistem yang Labil. Pasar mata uang kripto dikenal sebagai sistem yang sangat fluktuatif. Proyek ini masih dianggap muda dan berkembang, terdapat banyak ketidakpastian, dan berita simpang siur yang dapat mempengaruhi harga aset ini menjadi dua digit disesuaikan dengan persentasenya. Nah, hal yang sama juga berlaku untuk proyek DeFi – Anda tidak pernah tahu apakah Anda menggunakan proyek unggulan, atau proyek yang baru akan mencapai puncaknya, dan tidak berumur panjang setelahnya. Dengan demikian, investasi Anda dikhawatirkan rentan dan lenyap dari tangan Anda.

Seperti yang mungkin dapat Anda pahami, baik keuntungan maupun kerugian dari kehadiran DeFi dinilai cukup rumit dan menyita banyak perhatian. Selain itu, perlu diingat bahwa daftar di atas hanya mencakup fitur-fitur yang sudah terkenal saja – selain itu, masih ada banyak poin kecil yang perlu diperhatikan!

Bagaimana Cara Menggunakan DeFi?

Setelah membaca artikel ini dan akhirnya mencari tahu apa itu DeFi, saya jamin Anda telah membuat keputusan yang sebenarnya ingin Anda cari tahu sendiri, dan sudah memutuskan untuk menyelidiki beberapa proyek yang lebih menarik.

Bagus! Namun, bagaimana cara menggunakannya?

Nah, Anda perlu mengetahui beberapa hal terlebih dahulu. Dua hal penting – Anda harus mendapatkan sendiri dompet mata uang kripto yang tepat, dan kemudian beli beberapa koin kripto untuk mulai berkenalan dengan sistem DeFi.

Dari segi dompet, rekomendasi terbaik untuk Anda adalah menggunakan dompet perangkat keras. Meskipun Anda bisa menggunakan jenis dompet lainnya, atau bahkan dompet perangkat lunak, Anda tidak akan menemukan perlindungan yang lebih baik untuk mata uang kripto dan token Anda daripada yang bisa Anda dapatkan dengan perangkat keras.

Apa Itu DeFi: Dompet mata uang kripto perangkat keras Ledger.

Untuk urusan ini, Ledger dan Trezor adalah pemimpin yang tak diragukan lagi keunggulannya. Anda harus memeriksa Ledger Nano X, atau Trezor Model T.

Kedua dompet tersebut adalah pemimpin di dunia DeFi. Keduanya aman dan andal, dan menawarkan fungsionalitas tingkat lanjut kepada penggunanya. Anda dapat menyimpan berbagai macam aset kripto di Nano X dan Model T, dan juga menikmati fitur dompetnya yang dibuat dengan sangat profesional.

Setelah Anda memilih dompet (atau dua dompet, jika Anda ingin ekstra hati-hati), langkah selanjutnya adalah menemukan pertukaran mata uang kripto yang dapat Anda gunakan untuk membeli beberapa koin kripto (kebanyakan akan memilih - ETH).

Saat ini, ada banyak bursa kripto yang beredar di pasaran – dengan sistem terpusat dan terdesentralisasi, platform berbasis AMM, pertukaran P2P, dan sebagainya. Namun, dua bursa kripto yang menonjol cukup signifikan dari kumpulan bursa tersebut adalah Binance dan Coinbase.

Binance dan Coinbase adalah dua pelopor terkuat di pasar kripto. Keduanya berhasil membangun reputasi sebagai platform yang dapat dipercaya dan mematuhi semua standar dan persyaratan peraturan yang mungkin mengganggu keberlangsungan aktivitas di platform tersebut – ini adalah kabar baik jika Anda ingin menjaga semuanya tetap sederhana dan bersifat resmi.

Tabel: Beberapa informasi umum tentang dompet perangkat keras Ledger Nano X dan Trezore Model T

Untuk mendaftar di salah satu platform bursa kripto tersebut, Anda harus lulus pemeriksaan verifikasi KYC. Setelah identitas Anda diverifikasi, batas jumlah perdagangan Anda akan ditambah, dan Anda dapat membeli beberapa koin Ether dengan terlebih dahulu menyetor uang fiat ke akun Anda, melalui transfer bank, kartu kredit atau debit, atau lainnya.

Setelah Anda memiliki koin, dan telah mentransfernya ke dompet terpisah Anda dari platform bursa kripto sebelumnya, Anda sudah menyelesaikan prosedurnya – yang tersisa untuk dilakukan sekarang adalah menemukan proyek DeFi yang Anda minati!

Mungkin di bayangan Anda, seluruh prosesnya akan tampak rumit dan agak melelahkan, saya jamin – tidak semenyeramkan itu! Pendaftaran akun di sebuah platform bursa kripto biasanya berlangsung cukup cepat, dan menemukan dompet kripto yang andal juga tidak memakan banyak waktu, selama Anda mengikuti beberapa aturan inti di artikel ini, dan tidak bermain api dengan keamanan aset Anda.

Kesimpulan

Jadi… Apa itu DeFi?

Seperti yang mungkin telah Anda pelakari dari artikel ini, keuangan terdesentralisasi (DeFi) merujuk pada layanan keuangan berbasis blockchain yang beroperasi di bidang kripto. Banyak proyek DeFi yang masih relatif baru, meskipun keberadaan DeFi telah memberikan dampak cukup signifikan untuk sektor keuangan dunia.

Sebagian besar proyek terkait keuangan terdesentralisasi dibangun di atas blockchain Ethereum disebabkan oleh populernya koin tersebut, dan juga didukung sebuah bahwa Ethereum memiliki layanan kontrak pintar. Kontrak pintar sendiri adalah inti dari cara kerja DeFi – kontrak pintar merupakan elemen yang menghilangkan perantara, dan memungkinkan dApps berfungsi dengan cara yang benar-benar terdesentralisasi.

Terdapat beberapa pro dan kontra yang berlaku di proyek DeFi. Anda dapat berstatus anonim ketika melakukan semua transaksi, tetapi tetap bisa melihat semua transaksi tersebut terjadi di blockchain – kebijakan ini menjamin adanya transparansi. Selain itu, DeFi juga dianggap lebih mudah untuk dipahami dan dipelajari, terutama jika dibandingkan dengan proses birokrasi yang berlaku di beberapa lembaga keuangan tradisional.

Tabel: Informasi penting tentang Coinbase dan Binance

Namun, perlu juga disebutkan bahwa ada banyak kritik yang ditujukan untuk DeFi. Sebagai permulaan, proyek ini masih merupakan pasar yang tidak memiliki aturan pasti dan hanya didukung oleh anonimitas – pada gilirannya, terdapat kesimpulan bahwa terdapat sekumpulan pemain jahat di luar sana yang ingin mengakses dana Anda.

Selain itu, sama seperti pasar kripto, DeFi masih merupakan industri yang sangat fluktuatif. Volatilitas dapat membuat beberapa individu menjauhkan diri dikarenakan adanya ketidakpastian peraturan yang membayangi.

Namun, jika Anda memutuskan untuk masuk ke dunia DeFi, Anda memerlukan dompet yang andal, dan juga beberapa koin Ether. Untuk pilihan dompet, Anda harus memeriksa keunggulan Ledger atau Trezor, sedangkan Ether dapat dibeli di platform pertukaran, seperti Coinbase atau Binance.

Terima kasih telah membaca artikel 'Apa itu DeFi' ini! Saya harap Anda sekarang tahu apa itu DeFi, dan sekarang sudah sedikit lebih paham tentang DeFi secara umum. Sampai jumpa lagi, dan semoga berhasil!

Tinggalkan feedback jujur Anda

Tulis pendapat Anda & bantu ribuan orang untuk memiliki crypto exchange terbaik. Semua review, baik positif maupun negatif, diterima selama review Anda jujur. Kami tidak akan mempublikasikan review yang bias atau spam. Jadi, jika Anda ingin membagikan pengalaman/pendapat Anda atau memberikan saran - inilah saatnya!


TOP3 Kode Kupon Paling Populer

Terverifikasi

$600 WELCOME BONUS

Earn Huge Exclusive Binance Rewards
Peringkat
5.0
Terverifikasi

Save 10%

On Ledger Backup Pack
Peringkat
5.0
Terverifikasi

CLAIM $50 BONUS

Exclusive $50 Binance Coupon
Peringkat
5.0

FAQ

Apa itu DeFi?

DeFi adalah singkatan dari "keuangan terdesentralisasi". DeFi adalah sistem keuangan yang menggunakan teknologi blockchain (terutama, Ethereum), dan bertujuan untuk menghapus berbagai perantara yang terlibat di dalam transaksi keuangan tradisional. Terdapat beberapa dApps (aplikasi terdesentralisasi) yang berada di bawah naungan DeFi, dan semuanya menawarkan layanan dan fitur yang berbeda kepada penggunanya.

Bagaimana cara berinvestasi di DeFi?

Jika Anda tertarik untuk berinvestasi di DeFi setelah mempelajari apa itu DeFi, Anda memerlukan dua hal - dompet mata uang kripto yang andal, dan platform bursa kripto untuk membeli beberapa koin Ether (atau koin lainnya). Untuk urusan dompet, Anda harus memeriksa Ledger Nano X atau Trezor Model T, sedangkan Coinbase dan Binance akan menjadi dua opsi pertukaran terbaik perihal bursa kripto.

Bagaimana cara memilih crypto exchange terbaik?

Ketika mencari crypto exchange terbaik, Anda perlu menyeimbangkan antara fitur-fitur utama yang perlu dimiliki crypto exchange top dan juga fitur-fitur tertentu yang Anda pribadi minati. Sebagai contoh, semua exchange terbaik perlu memiliki fitur-fitur keamanan tingkat tinggi, namun jika Anda hanya berencana trading beberapa cryptocurrency yang paling utama, Anda tidak usah memikirkan variasi koin yang tersedia dalam suatu exchange.Semuanya akan bergantung pada pilihan Anda!

Cryptocurrency exchange mana yang paling cocok untuk pemula?

Ketika membaca ulasan crypto exchange terbaik, Anda akan menyadari bahwa sebagian besar exchange dirancang sehingga mereka mudah untuk digunakan. Walaupun ada beberapa exchange yang didesain dengan lebih ramping dan mudah dipakai, Anda tidak akan mengalami kendala apa pun saat menggunakan exchange top mana pun. Dari segi pengguna sendiri, banyak yang mengatakan bahwa KuCoin termasuk salah satu exchange paling simpel yang saat ini ada di pasaran.

Apa perbedaan antara crypto exchange dan broker?

Sederhananya, cryptocurrency exchange adalah tempat di mana Anda saling bertukar cryptocurrency dengan orang lain. Platform exchange (seperti Binance) berperan sebagai penengah - yaitu untuk menjembatani Anda (penawaran atau permintaan Anda) dengan orang lain (penjual atau pembeli). Pada kasus broker, tidak terdapat "orang kedua" - Anda datang dan menukarkan koin kripto atau uang fiat Anda ti dalam platform, tanpa ada campur tangan pihak ketiga. Ketika berbicara tentang peringkat exchange cryptocurrency, kedua istilah di atas (exchange dan broker) biasanya digabungkan menjadi satu istilah - exchange. Hal tersebut dilakukan untuk penyederhanaan.

Apakah semua cryptocurrency exchange terbaik berbasis di Amerika Serikat?

Tidak, sama sekali tidak! Walaupun ada beberapa cryptocurrency exchange top yang berbasis di AS (seperti KuCoin atau Kraken), ada juga beberapa platform teratas yang berlokasi di belahan dunia lain.. Sebagai contoh, Binance berada di Tokyo, Jepang, sedangkan Bittrex berlokasi di Liechtenstein. Ada beberapa alasan mengapa exchange tertentu memilih tuk berlokasi di negara tertentu, biasanya karena alasan kemudahan berbisnis. Namun, faktor geografi tidak mempengaruhi kualitas platform sendiri.

Hari
Jam
Menit
Detik