GDAX Indonesia: Ulasan Lengkap GDAX dalam Bahasa Indonesia

Halo, penggemar cryptocurrency! Jadi, kamu ingin melakukan trading cryptocurrency (mata uang kripto) bernilai sejuta untuk pertama kalinya, tetapi sebelumnya ingin tahu apakah GDAX akan menjadi pertukaran yang tepat untuk kamu, jadi kamu sedang mencari ulasan GDAX dalam bahasa Indonesia yang tepat? Jangan khawatir - saya akan membahas semuanya di ulasan GDAX Indonesia ini!

Pasar perdagangan atau trading cryptocurrency sekarang merupakan industri multi-miliar dolar dan ketika kenaikannya yang tertinggi sepanjang masa pada bulan Desember 2017, volume trading harian tercatat setinggi New York Stock Exchange!

Dalam ulasan GDAX Indonesia ini, saya akan menjawab hal-hal seperti ‘Apakah GDAX ramah pengguna’, ‘Berapa biaya yang dikenakan GDAX’ dan ‘Apakah GDAX aman’.

Saya bahkan akan menunjukkan kepada kamu bagaimana cara menggunakan GDAX dengan beberapa screenshot (tangkapan layar) yang sangat berguna. Kamu akan belajar banyak, jadi mari kita mulai dengan mencari tahu apa itu GDAX.

Pengenalan GDAX Indonesia: Apa Itu GDAX? (Coinbase Pro)

GDAX Review

GDAX adalah exchange atau pertukaran mata uang kripto yang membolehkan orang untuk membeli, menjual, dan memperdagangkan (trading) berbagai koin digital. Diluncurkan pada tahun 2016, GDAX adalah singkatan dari Global Digital Asset Exchange. Orang-orang yang menciptakan GDAX adalah bagian dari perusahaan yang sama yang menjalankan Coinbase, yang sekarang menjadi salah satu pialang (broker) pertukaran terbesar di dunia!

Pada dasarnya, platform GDAX adalah perantara antara pembeli dan penjual dan sebagai hasilnya - GDAX mendapat penghasilan dengan mengenakan biaya transaksi. Misalnya, jika Joni ingin membeli Bitcoin dan Jeni ingin menjualnya, keduanya dipasangkan oleh GDAX exchange!

Para pendiri GDAX exchange ingin memberikan 13 juta pengguna Coinbase mereka sebuah platform trading yang lebih canggih. Alasannya karena Coinbase hanya memungkinkan kamu untuk membeli dan menjual mata uang kripto. Di sisi lain, GDAX membolehkan kamu untuk memperdagangkannya secara waktu nyata (real-time), dengan menggunakan berbagai alat perdagangan yang berbeda.

Meskipun GDAX ingin menarget trader (pelaku trading) yang lebih berpengalaman, pengguna bisa untuk menggunakan metode pembayaran dunia nyata seperti rekening bank untuk menyetor dan menarik dana!

Yang bagus adalah bahwa jika kamu memiliki akun Coinbase, kamu secara otomatis memiliki akun GDAX juga! Yang perlu kamu lakukan adalah memasukkan detail login yang sama yang kamu gunakan di Coinbase.

Sama seperti Coinbase, GDAX sekarang memiliki salah satu volume perdagangan terbesar di industri cryptocurrency. Pada saat penulisan ini di bulan Juli 2018, pertukaran rata-rata adalah sekitar $ 100 juta (Rp 1,4 triliun) dalam trading harian. Yang paling banyak diperdagangkan di GDAX adalah $ 650 juta (Rp 9,1 triliun) dalam satu hari, yang dicapai pada akhir tahun 2017!

Jadi sekarang kamu tahu apa itu GDAX dan bagaimana ia dimulai, bagian selanjutnya dari ulasan GDAX Indonesia ini saya akan berbicara tentang rebranding (perubahan merek) terbaru mereka ke Coinbase Pro!

GDAX sekarang menjadi Coinbase Pro!?

GDAX exchange mengumumkan pada bulan Mei 2018 bahwa mereka akan mengubah nama pertukaran menjadi 'Coinbase Pro'! Coinbase Pro memiliki semua kelebihan yang sama dengan GDAX, namun timnya telah menambahkan beberapa fitur baru untuk membuatnya lebih baik!

Platform baru sekarang sudah tersedia, artinya jika kamu mencoba mengakses GDAX, kamu akan dialihkan ke situs web Coinbase Pro yang baru. Ketika saya mengujinya untuk pertama kali, saya melihat beberapa perbedaan.

GDAX Review

Pertama, platformnya jauh lebih bersih, artinya lebih mudah dinavigasi. Proses penyetoran dan penarikan juga lebih mudah, ini bagus! Saya juga memperhatikan bahwa grafik harga menawarkan lebih banyak opsi, yang membuatnya lebih mudah untuk melihat data-data di masa lalu.

Terakhir, platform yang lama membuat sedikit sulit untuk melihat portofolio koin kamu, tetapi ini telah diubah untuk membuatnya lebih ramah pengguna.

Selama pengumuman, GDAX juga mengungkapkan bahwa mereka telah mengambil alih sebuah perusahaan bernama Paradex. Teknologi yang Paradex telah bangun akan membolehkan para pengguna Coinbase dan GDAX untuk mentransfer token ERC-20 antar dompet. Jangan lupa, token ERC-20 adalah cryptocurrency yang telah dibangun pada blockchain Ethereum dan jumlah totalnya ada ratusan!

Untuk informasi, saya masih akan merujuk Coinbase Pro sebagai GDAX di sepanjang ulasan GDAX Indonesia ini, karena saya tidak ingin membingungkan kamu!

Jadi, sekarang setelah kamu mengetahui tentang rebrand Coinbase Pro, bagian selanjutnya dari ulasan GDAX Indonesia ini saya akan membahas jenis metode pembayaran apa yang dapat kamu gunakan dan biaya yang dikenakan oleh GDAX exchange.

Metode Pembayaran dan Biaya

Tim GDAX exchange mengakui pentingnya membolehkan orang-orang untuk melakukan setoran dan penarikan menggunakan uang riil, yang berarti kamu dapat menggunakan bank untuk menyetor ke akun kamu!

Sebelum saya membahas tentang biayanya, saya ingin memperjelas bahwa hanya negara-negara tertentu yang diizinkan untuk menggunakan rekening bank untuk menyetor. Dan juga, jenis sistem pembayaran akan tergantung pada negara tempat kamu berada.

Jika kamu berlokasi di Eropa, kamu harus menggunakan SEPA. GDAX tidak memungut biaya untuk ini, bagus kan? Biaya penarikan GDAX untuk SEPA hanya sebesar € 0,15 (Rp 2.352)!

Jika kamu berada di A.S., kamu dapat menyetor menggunakan rekening bank A.S, yang akan menelan biaya 1,49% dari total transaksi.

Biaya penarikan GDAX saat menggunakan rekening bank A.S. juga 1,49%. Atau, pelanggan A.S. dapat melakukan transfer bank (wire transfer), yang akan dikenakan biaya tetap sebesar $ 10 (Rp 139.770) untuk setoran dan $ 25 (Rp 349.425) untuk penarikan.

Jika kamu berbasis di Kanada, Singapura atau Australia, kamu masih dapat menggunakan uang dunia nyata untuk menyetor dana ke akun GDAX kamu, namun saat ini kamu tidak dapat menariknya. Ini berarti kamu perlu mengubah saldo mata uang fiat apa pun yang kamu miliki menjadi cryptocurrency, dan kemudian menarik kembali cryptocurrencynya  ke dompet pribadi kamu.

Bisa juga untuk mentransfer dana dari saldo Coinbase ke akun GDAX kamu. Ini gratis dan hanya perlu beberapa detik saja! Untuk panduan terperinci tentang cara melakukan ini, klik tautan saya di sini!

Jika kamu ingin membuat deposit menggunakan kartu debit atau kredit, GDAX tidak mendukung ini secara langsung, namun kamu dapat melakukannya dalam platform Coinbase. Biaya untuk ini adalah 3,99% dari total jumlah transaksi dan setelah kamu melakukannya, cukup transfer uangnya ke GDAX.

GDAX Review Credit Card Fees
Sumber: coinbase

Jika tidak ada opsi yang cocok untuk kamu, kamu juga dapat membuat deposit menggunakan mata uang kripto! Meskipun GDAX tidak akan mengenakan biaya untuk ini, kamu masih harus membayar biaya transaksi blockchain. Namun, ini biasanya kurang dari satu dolar dan akan tergantung pada koin apa yang kamu pilih untuk digunakan untuk membuat deposit. Biaya penarikan GDAX untuk cryptocurrency sama dengan yang dikenakan untuk penyetoran, yaitu tidak ada sama sekali!

Dalam aspek biaya trading, GDAX exchange jauh lebih murah daripada Coinbase, yang mengenakan biaya sebesar 1,49% untuk setiap pembelian dan penjualan! Biaya GDAX tergantung pada beberapa hal, yang akan saya jelaskan di bawah ini.

Pertama, GDAX memiliki tingkatan biaya yang berbeda untuk ‘Market Makers’ dan ‘Market Takers’. Market maker adalah orang yang menyediakan likuiditas bagi penukarannya. Pada dasarnya, jika seorang trader meletakkan pesanan pada harga yang lebih tinggi atau lebih rendah dari harga pasar saat ini, maka mereka adalah maker.

Sebagai contoh, jika harga Bitcoin saat ini di GDAX adalah $ 6.800 (Rp 95 juta), tetapi kamu membuat pesanan untuk membelinya pada harga $ 6.300 (Rp 88 juta), maka kamu adalah market maker karena dana kamu tidak tersedia hingga pesanan dilakukan. Ini sangat penting untuk penukaran mata uang kripto agar memastikan adanya cukup likuiditas untuk trader lain.

Hasilnya, GDAX tidak mengenakan biaya trading apa pun untuk 'market maker’! Di sisi lain, jika seorang trader membeli atau menjual koin dengan harga pasar saat ini yang ditawarkan oleh exchange ini, maka mereka adalah 'market maker'!

Biaya yang dikenakan untuk market taker tergantung pada seberapa banyak kamu trading dalam satu bulan. Biaya tertinggi yang dikenakan hanya 0,30% dari total jumlah trading. Jika kamu berdagang lebih dari $ 10 juta (Rp 139,8 miliar) maka ini berkurang menjadi 0,20% dan jika kamu cukup nekat untuk berdagang lebih dari $ 100 juta (Rp 1,4 triliun), ini berkurang menjadi 0,10%!

GDAX Review

Jadi sekarang kamu tahu tentang metode pembayaran dan biaya GDAX exchange, bagian selanjutnya dari ulasan GDAX Indonesia ini adalah koin apa saja yang bisa kamu beli.

Koin Apa Saja yang Bisa Kamu Beli di GDAX (Coinbase Pro)?

Salah satu aspek yang paling mengecewakan dalam penggunaan GDAX adalah jumlah koin yang tersedia untuk membeli, menjual, dan trading benar-benar terbatas. Bahkan, pada saat penulisan artikel ini pada bulan Juli 2018 exchange ini hanya mendukung empat cryptocurrency.

Koin-koin ini adalah Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Litecoin (LTC) dan Bitcoin Cash (BCH), yang sama dengan Coinbase. Menurut tim Coinbase dan GDAX, pertukaran ini berharap untuk mulai mendukung lebih banyak koin dalam waktu dekat.

Dan Romero, yang merupakan manajer umum di Coinbase, baru-baru ini menjelaskan bahwa menambahkan lebih banyak cryptocurrency adalah prioritas utama, namun ini memakan waktu disebabkan peraturan A.S. Namun, yang kami tahu adalah bahwa Ethereum Classic (ETC) akan segera menjadi koin kelima yang didukung dalam GDAX, yang diharapkan terjadi pada paruh kedua tahun 2018!

Proyek-proyek mata uang kripto sangat ingin memiliki koin mereka terdaftar di Coinbase dan GDAX karena mereka memiliki lebih dari 13 juta pelanggan dan platform-platform ini membuat sangat mudah untuk menggunakan uang riil.

Sebagai contoh, tim di balik Ripple (XRP) terus mencoba untuk mendapatkan koin mereka terdaftar di Coinbase dan GDAX sejak lama, dan mereka bahkan menawarkan untuk meminjamkan platform-platform tersebut XRP senilai $ 100 juta (Rp 1,4 triliun)! Ketika rumornya beredar bahwa penawaran tersebut akan diterima, nilai XRP melonjak! Namun, begitu terungkap bahwa Ripple tidak akan ditambahkan ke platform tersebut, nilainya jatuh lagi!

Pada kenyataannya, kalau kamu mencari pertukaran yang mendukung banyak cryptocurrency, maka GDAX exchange mungkin tidak cocok untuk kamu. Ada pertukaran lain seperti Binance yang mempunyai daftar ratusan koin yang berbeda, dan jumlah ini selalu bertambah setiap waktu.

Sekadar informasi, kamu juga dapat memperdagangkan empat koin tersebut yang didukung GDAX terhadap mata uang fiat seperti USD dan EUR, ini adalah fitur yang sangat keren!

Jadi sekarang kamu tahu koin apa saja yang didukung GDAX, bagian selanjutnya dari ulasan GDAX Indonesia ini saya akan melihat proses pendaftarannya!

Apakah Mudah untuk Mendaftar?

Kamu mungkin ingat bagaimana saya sebutkan sebelumnya bahwa jika kamu sudah memiliki akun Coinbase, kamu secara otomatis juga memiliki akun GDAX. Jika kamu sudah memiliki akunnya, kamu dapat beralih ke bagian selanjutnya dari ulasan GDAX Indonesia ini!

Jika belum, izinkan saya dengan cepat menjelaskan proses pendaftarannya, yang sama untuk Coinbase dan GDAX.

GDAX Review Signup Signin

Karena platform ini berbasis di A.S., mereka mengurus keamanan akun dengan sangat serius. Ini berarti bahwa tidak seperti beberapa pertukaran lainnya, kamu tidak akan dapat melakukan trading secara anonim (tanpa nama). Akibatnya, kamu harus melalui proses KYC (Know Your Customer atau Kenali Pelanggan Kamu). Tapi jangan khawatir, ini sangat sederhana dan hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja!

Pertama, kamu harus memberikan berbagai informasi pribadi kepada GDAX exchange. Ini mencakup nama, kebangsaan, dan alamat lengkap kamu. Setelah ini, kamu perlu mengunggah beberapa dokumen identitas untuk membuktikan identitas kamu, seperti paspor atau SIM (Surat Izin Mengemudi).

Bagusnya adalah verifikasi dokumen dilakukan secara otomatis, artinya sistem GDAX dapat mengkonfirmasi identitas kamu tanpa memerlukan karyawan GDAX exchange untuk melakukannya secara manual! Ketika saya melalui proses ini, hanya memakan waktu 10 menit saja!

Langsung setelah kamu melakukan ini, kamu kemudian dapat menautkan kartu debit / kredit atau rekening bank kamu dan langsung melakukan penyetoran!

Ingatlah bahwa jika kamu ingin menarik lebih dari $ 10.000 (Rp 139,8 juta) dalam satu hari, kamu perlu memberikan informasi tambahan kepada GDAX exchange. Ini tergantung pada di mana kamu berada dan dapat termasuk verifikasi telepon atau permintaan untuk bukti alamat (seperti surat pernyataan bank/ bank statement).

Jadi sekarang setelah kamu tahu tentang proses pendaftarannya yang sederhana, bagian selanjutnya dari ulasan GDAX Indonesia ini akan membahas tentang layanan pelanggan pertukaran.

Layanan Pelanggan GDAX

Ketika saya berpikir untuk menggunakan pertukaran mata uang kripto untuk pertama kalinya, salah satu hal terpenting yang saya cari adalah layanan pelanggan yang tersedia. Kalau ada sebuah kesalahan, saya ingin tahu bahwa saya dapat menerima bantuan yang cepat dan efisien, itulah sebabnya saya memutuskan untuk membahasnya di ulasan GDAX Indonesia ini!

Layanan pelanggan di GDAX sebenarnya adalah salah satu yang terbaik di industri cryptocurrency! Pertama, tim layanan pelanggan GDAX dapat dihubungi melalui telepon. Layanan ini tersedia setiap Senin-Jumat, dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore (Waktu Pasifik).

Jika kamu perlu menghubungi tim GDAX di luar jam-jam tersebut, kamu dapat mengirim email kepada mereka 24 jam sehari. Atau, kamu juga dapat menghubungi GDAX di berbagai saluran media sosial seperti Twitter. Jika kamu memutuskan untuk memilih cara ini, pastikan kamu tidak memposting detail akun yang sensitif!

Satu-satunya aspek negatif dari tim layanan pelanggan GDAX adalah bahwa mereka tidak memiliki fasilitas live chat (chatting secara langsung). Namun secara keseluruhan, jika kamu memiliki masalah dengan akun kamu, tim GDAX biasanya sangat cepat merespon!

Jadi sekarang kamu tahu tentang layanan pelanggan GDAX, bagian selanjutnya dari ulasan GDAX Indonesia ini saya akan mencari tahu apakah GDAX aman atau tidak.

Apakah GDAX Aman?

Karena GDAX dan Coinbase keduanya dimiliki oleh perusahaan yang sama, mereka berdua menggunakan kontrol keamanan yang sama persis. Saya sebutkan sebelumnya bahwa setiap pengguna GDAX harus mengidentifikasi diri mereka sendiri sebelum mereka dapat memulai trading, yang berarti bahwa setiap kegiatan penipuan dapat dilacak langsung ke individu tersebut.

GDAX bertanggung jawab atas cryptocurrency bernilai ratusan juta dolar, sehingga mereka harus memastikan bahwa mereka menyimpan dana pelanggan dengan aman. Sebesar 98% dari semua dana disimpan dalam cold storage, artinya selalu disimpan secara offline. Ini membuat hampir mustahil bagi peretas online untuk mengaksesnya!

Sisa 2% dana disimpan secara online, yang memungkinkan pertukaran untuk memproses pesanan pelanggan. GDAX menawarkan kepada penggunanya pilihan untuk mengatur otentikasi dua faktor (2FA). Setelah kamu memasang 2FA, kamu harus memasukkan kode unik yang dikirimkan ke ponselmu, setiap kali kamu ingin masuk.

GDAX juga telah menginstal fitur keamanan yang sangat bagus yang disebut 'Vault' (brankas). Jika kamu memutuskan untuk menyimpan koin kamu di Vault ini, simpanan tidak akan dilepaskan hingga 48 jam setelah permintaan penarikan kamu diajukan. Ini bertindak sebagai tingkat keamanan ekstra karena jika seorang peretas mendapatkan akses ke akun kamu, kamu akan memiliki 48 jam untuk membatalkan transaksi yang dibuat oleh si peretas tersebut.

GDAX juga menawarkan sesuatu yang disebut multi-persetujuan. Di sinilah diperlukan lebih dari satu orang untuk mengkonfirmasi permintaan penarikan. Ini adalah fitur keamanan yang luar biasa karena membuat hampir mustahil bagi siapa pun untuk mencuri uang kamu! Misalnya, jika kamu meminta seseorang yang kamu percayai sebagai pemberi persetujuan kedua, tidak ada yang bisa menarik uangmu sampai kamu berdua memberikan konfirmasi.

Fitur keamanan tambahan di GDAX merupakan perjanjian FDIC mereka. Ini berarti bahwa jika simpanan Coinbase diretas atau perusahaan gulung tikar, uangmu akan dilindungi hingga $ 250.000 (Rp 3,5 miliar)! Namun ingat, untuk dilindungi oleh FDIC, uangmu harus disimpan di dalam dompet USD GDAX.

Semuanya terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, bukan? Nah, ada sedikit masalah yang ingin saya bicarakan dengan kamu. Pada tanggal 21 Juni 2018, harga Ethereum di GDAX tiba-tiba turun dari $ 319 menjadi $ 0,10! Alasannya adalah karena seorang pedagang (trader) menjual ETH senilai jutaan dolar, yang mengakibatkan jatuhnya harga selama beberapa detik.

Ini berarti bahwa sebagian trader kehilangan banyak uang karena penurunan harga mengaktifkan berbagai pesanan. Beberapa orang berpikir bahwa ini adalah upaya untuk memanipulasi pasar, namun ini belum dapat dibuktikan. Namun demikian, jika ada orang yang cukup beruntung untuk menghabiskan $ 380 pada ETH ketika harganya turun sementara menjadi 10 sen, ketika harga naik kembali investasi mereka akan bernilai lebih dari $ 1 juta (Rp 13,9 miliar)!

Selain dari kejadian sekali ini, GDAX adalah salah satu exchange paling aman di industri kripto.

Jadi sekarang kamu tahu bahwa GDAX itu aman, bagian selanjutnya dari ulasan GDAX Indonesia ini saya akan melihat siapa yang cocok untuk menggunakan pertukaran ini!

Siapa yang Cocok untuk Menggunakan GDAX?

Platform GDAX sedikit lebih kompleks daripada Coinbase karena ia membolehkan para penggunanya untuk trading cryptocurrency, bukan hanya membeli dan menjualnya. Ini berarti bahwa kamu akan memerlukan sedikit pengalaman tentang cara kerja pertukaran mata uang kripto.

Pasar kripto sangat fluktuatif dan harga dapat naik atau turun dengan sangat cepat, jadi saya hanya akan memastikan bahwa kamu memahami beberapa fitur utama. Cryptocurrency yang ingin kamu perdagangkan disebut 'Pairing' (pasangan). Misalnya, jika kamu ingin trading Bitcoin dengan Ethereum, maka kamu perlu mengakses pasangan BTC / ETH. Kamu juga dapat trading cryptocurrency dengan mata uang fiat di GDAX, seperti pasangan BTC / USD.

Opsi paling dasar bernama ‘Market Order’ (pesanan pasar), yang berarti kamu membeli atau menjual koin dengan harga pasar saat ini. Jika kamu memilih opsi ini, perdagangan kamu biasanya dilakukan dalam beberapa detik.

Opsi berikutnya yang tersedia di GDAX adalah opsi ‘Limit Order’ mereka. Di sinilah kamu memilih harga yang ingin kamu perdagangkan. Pesanan hanya akan selesai ketika harga pasar saat ini mencapai harga yang kamu pilih.

Sebagai contoh, jika harga Litecoin saat ini adalah $100, tetapi kamu merasa harganya akan turun, kamu dapat menetapkan batas pesanan pada $85. Jika harga pasar saat ini turun ke $85, maka perdagangan kamu akan dieksekusi secara otomatis. Pesanan dapat dibatalkan jika harganya tidak mencapai batas pesanan kamu.

Opsi lebih lanjut yang tersedia di GDAX adalah ‘Stop Loss Order’ mereka. Ini melindungi perdagangan kamu dari kehilangan terlalu banyak uang jika harga koin kamu turun. Misalnya, jika kamu membeli Bitcoin seharga $ 7.000, kamu bisa menetapkan stop order pada $ 5.000. Jika harga Bitcoin jatuh, maka sistem akan secara otomatis menjual koin kamu pada $ 5.000.

Penting bagimu untuk mempelajari cara menggunakan semua fitur di atas, karena bisa opsi-opsi tersebut menjadi perbedaan antara kamu menghasilkan atau kehilangan uang!

Jadi sekarang setelah kamu tahu platform ini cocok untuk siapa saja, bagian selanjutnya dari ulasan GDAX Indonesia ini saya akan dengan cepat merangkum semua kelebihan dan kekurangan yang telah saya bahas.

Kelebihan dan Kekurangan

GDAX Indonesia: Ulasan Lengkap GDAX dalam Bahasa Indonesia PRO

 Menerima penyetoran dan penarikan rekening bank
 Biaya penyetoran dan penarikan yang rendah
 Dapat mentransfer uang dari Coinbase
 Biaya trading yang sangat rendah
 Proses pembukaan akun yang cepat
 Keamanan yang tinggi
 Layanan pelanggan yang baik
 Platform yang bersih dan ramah pengguna

GDAX Indonesia: Ulasan Lengkap GDAX dalam Bahasa Indonesia KONTRA
 Harus memproses penyetoran kartu debit/kredit melalui Coinbase
 Hanya mendukung 4 mata uang kripto
 Tidak semua warga negara dibolehkan untuk bergabung
 Tidak ada trading tanpa nama
 Tidak ada fasilitas live chat

Sekarang saya telah merangkum kelebihan dan kekurangan platform ini. Bagian terakhir dari ulasan GDAX Indonesia ini adalah bagaimana cara menggunakan GDAX!

Cara Menggunakan GDAX: Mencoba Antarmukanya

Sebelum kita memulai, karena situs web Coinbase Pro baru saja dibuat, kadangkala ia tidak muncul di Google. Oleh karena itu, kamu dapat mengaksesnya dengan mengklik tautan ini!

Menemukan Pasangan Trading

Setelah kamu berada di platform Coinbase Pro, log masuk lalu kemudian klik Trade (berdagang) di bagian atas halaman.

GDAX Review

Sekarang kamu perlu mengklik Select Market. Kotak bergeser kebawah (drop down) akan muncul. Jika kamu melihat pasangan yang ingin kamu perdagangkan - hebat! Jika tidak, pilih mata uang cryptocurrency / fiat yang ingin kamu perdagangkan.

GDAX Review

Setelah kamu memilih pasangan tradingmu, kamu akan dibawa ke layar trading utama. Saya akan memilih BTC/EUR!

GDAX Review

Memahami Layar Trading

Seperti yang akan kamu lihat pada grafik di bawah ini, kamu dapat melihat pergerakan harga di masa lalu untuk pasangan kamu. Dalam contoh ini, setiap bilah mewakili 'gerakan 5 menit'. Hijau berarti naik dan merah berarti turun! Kamu dapat mengubah ini dari 1 menit hingga 1 hari.

GDAX Review

Kamu juga dapat mengganti grafiknya dari bilah batang lilin ke garis. Lihatlah screen shot (tangkapan layar) di bawah!

GDAX Review

Bagaimana Cara Trading di GDAX

Setelah kamu memutuskan perdagangan apa yang ingin kamu lakukan, buka formulir pemesanan di sebelah kiri layar. Seperti yang akan kamu lihat dari contoh saya di bawah ini, kamu dapat memilih ‘Market Order’, ‘Limit Order’, atau ‘Stop Loss Order’. Jika kamu tidak dapat mengingat apa artinya ini, kembali ke bagian ‘Siapa yang Cocok untuk Menggunakan GDAX?’ dari ulasan GDAX Indonesia ini.

GDAX Review

Jika kamu pilih market order, yang perlu kamu lakukan adalah memasukkan jumlah koin yang ingin kamu beli atau jual. Jika kamu ingin melakukan limit order atau stop loss order, maka masukkan jumlah koin yang ingin kamu beli atau jual dan jumlah yang kamu inginkan untuk dieksekusi.

GDAX Review

Seperti yang kamu lihat dari contoh di atas, saya telah melakukan limit order. Saya telah menetapkan bahwa saya ingin membeli 1 BTC ketika harganya turun menjadi 5.000 EUR. Setelah saya mengklik Place Buy Order (Buat Pesanan Pembelian), perdagangan saya hanya akan dieksekusi ketika harga BTC turun menjadi 5.000 EUR!

Ulasan GDAX Indonesia: Kesimpulan

Dan itulah akhir dari ulasan GDAX dalam bahasa Indonesia ini! Saya tahu saya telah memberi kamu banyak informasi, tetapi jika kamu telah membacanya dari awal hingga akhir, kamu sekarang tahu semua yang perlu diketahui tentang GDAX exchange!

Ini termasuk semuanya mulai dari biaya GDAX, layanan pelanggan, ketersediaan koin, keamanan, kemudahan penggunaan, dan juga metode pembayaran. Saya juga memberi kamu beberapa screenshot yang sangat berguna tentang cara menggunakan GDAX untuk pertama kalinya!

Pada akhirnya, saya pikir GDAX adalah salah satu exchange terbaik di dalam industri kripto. Meskipun kamu hanya dapat melakukan trading untuk empat koin, saya sangat suka betapa mudahnya untuk menyetor dan menarik uang, dan keamanannya juga bagus. Saya juga suka fakta bahwa ada banyak likuiditas!

Nah, bagaimana pendapat kamu tentang GDAX? Apakah kamu akan membuka akun di sana? Beri tahu saya pemikiran dan pengalaman kamu dengan GDAX di bagian komentar di bawah!

Tinggalkan feedback jujur kamu

Tulis pendapatmu & bantu ribuan orang untuk memiliki crypto exchange terbaik. Semua review, baik positif maupun negatif, diterima selama review kamu jujur. Kami tidak akan mempublikasikan review yang bias atau spam. Jadi, jika kamu ingin membagikan pengalamanmu, pendapatmu atau memberikan saran - inilah saatnya!

FAQ

Bagaimana cara memilih crypto exchange terbaik untukmu?

Picking out the best crypto exchange for yourself, you should always focus on maintaining a balance between the essential features that all top crypto exchanges should have, and those that are important to you, personally. For example, all of the best exchanges should possess top-tier security features, but if you’re looking to trade only the main cryptocurrencies, you probably don’t really care too much about the variety of coins available on the exchange. It’s all a case-by-case scenario!

Cryptocurrency exchange mana yang paling cocok untuk pemula?

Reading through various best crypto exchange reviews online, you’re bound to notice that one of the things that most of these exchanges have in common is that they are very simple to use. While some are more straightforward and beginner-friendly than others, you shouldn’t encounter any difficulties with either of the top-rated exchanges. That said, many users believe that Coinbase is one of the simpler exchanges on the current market.

Apa perbedaan antara crypto exchange dan broker?

In layman’s terms, a cryptocurrency exchange is a place where you meet and exchange cryptocurrencies with another person. The exchange platform (i.e. Binance) acts as a middleman - it connects you (your offer or request) with that other person (the seller or the buyer). With a brokerage, however, there is no “other person” - you come and exchange your crypto coins or fiat money with the platform in question, without the interference of any third party. When considering cryptocurrency exchange rankings, though, both of these types of businesses (exchanges and brokerages) are usually just thrown under the umbrella term - exchange. This is done for the sake of simplicity.

Apakah semua cryptocurrency exchange terbaik berbasis di Amerika Serikat?

No, definitely not! While some of the top cryptocurrency exchanges are, indeed, based in the United States (i.e. Coinbase or Kraken), there are other very well-known industry leaders that are located all over the world. For example, Binance is based in Tokyo, Japan, while Bittrex is located in Liechtenstein. While there are many reasons for why an exchange would prefer to be based in one location over another, most of them boil down to business intricacies, and usually have no effect on the user of the platform.