Stellar versus Ripple: Mana Pilihan Terbaik?

Mungkin Anda pernah mendengar tentang Stellar Lumens dan Ripple, tetapi apakah Anda pernah membandingkan Stellar versus Ripple secara lebih spesifik? Jangan khawatir. Ini merupakan pertanyaan yang paling sering ditanyakan di dunia mata uang kripto karena kedua blockchain ini sangat mirip, dan hari ini saya akan menjelaskan kesamaan dan perbedaan dari Stellar versus Ripple ini.

Apakah Anda tahu bahwa kedua proyek, Stellar versus Ripple, ini diciptakan oleh orang yang sama? (Saya akan menjelaskan ini nanti!)

Untuk mempermudah perbandingan Stellar versus Ripple ini, saya akan memberikan Anda penjelasan lengkap tentang cara kerja setiap platform, dilengkapi dengan sebuah rangkuman tentang perbedaan mendasar antara keduanya.

Setelah saya membahas teknologi Stellar versus Ripple, saya kemudian akan menjelaskan pangsa pasar dari kedua sistem blockchain ini. Sebenarnya, kedua raksasa mata uang kripto ini melayani tujuan yang berbeda dan ditargetkan untuk audiens yang berbeda.

Setelah Anda membaca panduan Stellar versus Ripple ini sampai akhir, saya pastikan Anda tidak hanya akan menjadi ahli tentang kedua proyek ini, tetapi Anda juga akan mampu memutuskan mana yang menurut Anda lebih baik!

Jadi tunggu apalagi? Mari kita mulai dengan mencari tahu lebih lanjut tentang Ripple!

Apakah Anda tahu?

Want to get smarter & wealthier with crypto?

Subscribe - We publish new crypto explainer videos every week!

What is Yield Farming in Crypto? (Animated Explanation)

What is Yield Farming in Crypto? (Animated Explanation) What is Yield Farming in Crypto? (Animated Explanation)

Elemen Kunci Ripple

Ripple dibuat pada tahun 2012 oleh programmer Amerika bernama David Schwarz dan Jed McCaleb, dan dibantu oleh Chris Larson yang fokus menangani persoalan bisnis. Proyek ini memiliki mata uang kripto sendiri dengan nama XRP yang memiliki kapitalisasi pasar tertinggi ketiga dari semua mata uang kripto yang ada. Banyak pengguna yang terkadang ebingungan untuk membedakan antara Ripple dan XRP. Oleh karena itu, saya akan menjelaskan semuanya dan kemudian melanjutkannya dengan pembahasan mengenai Perbedaan Stellar versus Ripple.

Ripple adalah nama perusahaan yang mengembangkan teknologi perangkat lunak. Teknologi ini didukung oleh cryptocurrency asli Ripple, yaitu XRP.

Teknologi Ripple diciptakan untuk memungkinkan bank mentransfer uang secara internasional hanya dalam beberapa detik, praktis tanpa biaya. Alasan para pendiri memutuskan untuk membangunnya adalah karena sistem pembayaran lintas batas saat ini lambat, mahal dan tidak efisien.

Industri transaksi semacam ini sangatlah besar, dengan perkiraan sebanyak US$150 triliun ditransfer antar bank internasional setiap tahunnya. Namun, sebagian besar transaksi ini hanya terjadi melalui organisasi terpusat yang disebut SWIFT.

Mengirim pembayaran melalui SWIFT terkadang membutuhkan waktu berhari-hari sebelum mencapai bank penerima, terutama jika menggunakan mata uang yang kurang populer. SWIFT juga perlu menggunakan bank koresponden, yang membantu menghubungkan pengirim dan penerima ke jaringan.

Setiap pihak ketiga yang terlibat di dalam transaksi akan mengenakan komisi yang telah mereka tetapkan sendiri, itulah sebabnya bank akan mengeluarkan banyak biaya untuk untuk dapat mengirimkannya ke uang ke luar negeri.

Namun, sistem Ripple menggunakan sesuatu yang disebut teknologi buku besar terdistribusi yang memungkinkan bank melewati pihak ketiga dan sebagai gantinya perdagangan antar bank dapat terjadi tanpa perantara.

Cryptocurrency XRP juga dapat digunakan oleh bank yang menggunakan teknologi Ripple karena membantu menyediakan likuiditas antara dua mata uang yang berbeda. Secara total, akan ada 100 miliar koin XRP yang dibuat, dan tim Ripple sendiri memegang hampir 60% dari jumlah pasokan ini.

Penting untuk diingat bahwa meskipun protokol Ripple ditargetkan untuk industri perbankan, protokol ini dapat digunakan oleh siapa saja untuk mengirim dan menerima dana, dompet-ke-dompet.

Setelah Anda mengetahui apa itu Ripple dan XRP, bagian selanjutnya dari panduan Stellar versus Ripple ini akan memberi Anda gambaran umum tentang apa itu Stellar Lumens!

Informasi Umum tentang Stellar Lumens

Stellar Lumens adalah mata uang kripto yang dibuat dua tahun kemudian, yaitu pada tahun 2014 oleh Jed McCaleb, yang merupakan salah satu pendiri Ripple. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, jika terdapat perbedaan antara Ripple dan XRP, akan ada juga perbedaan antara Stellar dan Lumens!

Stellar adalah teknologi yang memungkinkan dana dikirim dan diterima dengan cepat dan murah. Stellar juga menggunakan protokol buku besar terdistribusi untuk memproses transaksi dan kodenya sangat mirip dengan Ripple. Faktanya, banyak orang berpikir bahwa ini adalah cabang dari Ripple, namun, pengembang Stellar Lumens mengatakan bahwa keduanya adalah sistem yang sama sekali berbeda. Nah, perbandingan Stellar versus Lumens akan dimulai dari aspek ini.

Catatan: Ketika seseorang menggunakan istilah fork, artinya sebuah blockchain baru telah dibangun dari kode blockchain yang lama, dan juga akan terdapat beberapa perubahan untuk membedakan keduanya. Salah satu percabangan paling terkenal adalah Bitcoin Cash, yang merupakan percabangan dari kode Bitcoin asli, dan hasilnya Bitcoin Cash mampu melakukan transaksi lebih cepat.

Lumens adalah cryptocurrency yang mendukung teknologi Stellar dan sering disebut XLM yang merupakan simbol ticker-nya. Lumens telah mengembangkan bisnisnya dengan sangat baik sejak perilisan awalnya dan sekarang menjadi 10 mata uang kripto multi-miliar dolar teratas yang stabil.

Meskipun Stellar dapat digunakan oleh bank, tim Stellar juga mengarahkan protokol teknologinya ke negara berkembang. Visi utamanya adalah membuat warga dan organisasi sehari-hari dari negara-negara miskin mampu mentransfer uang secara internasional dan praktis tanpa biaya dengan menggunakan Stellar, dan prosesnya sendiri akan berlangsung hanya dalam beberapa detik saja.

Berikut adalah contoh ringkas mengenai penggunaan jaringan Stellar.

  1. John berlokasi di Argentina dan ingin membayar Bob yang berada di Kenya untuk pengiriman kopinya.
  2. Biasanya, John perlu menggunakan jaringan SWIFT yang lambat dan mahal. Namun, kali ini dia akan menggunakan Stellar Lumens untuk menjalankan proses pembayaran.
  3. John mentransfer Peso Argentina melalui Stellar, yang dengan cepat diubah menjadi Lumens, dan kemudian dengan cepat diubah menjadi Shilling Kenya.
  4. Transaksi telah selesai hanya dalam beberapa detik saja dan tanpa dikenakan biaya.

Protokol Stellar juga dapat menukar dua mata uang fiat secara langsung jika kondisi memungkinkan, namun, jika tidak memungkinkan, cukup gunakan Lumens untuk menjembatani keduanya.

Setelah selesai membaca bagian ini, Anda pastinya sudah mengetahui apa yang dilakukan kedua proyek tersebut, bagian selanjutnya dari panduan Stellar versus Ripple akan membahas tentang kesamaan utama antara keduanya!

Persamaan Stellar versus Ripple

Sebelum mempertimbangkan perbedaan di antara keduanya, penting untuk memahami apa saja persamaan yang dapat ditemukan dari kedua mata uang digital ini. Seperti yang saya sebutkan secara singkat sebelumnya, kode kedua blockchain hampir identik, itulah sebabnya mereka terkadang sulit dibedakan.

Pertama, tidak seperti Bitcoin (penambang dapat menyumbangkan daya komputasi ekstra mereka untuk membantu memverifikasi transaksi) baik Stellar maupun Ripple tidak menggunakan penambang dikarenakan cara kerja teknologinya yang berbeda.

Di Bitcoin, siapa pun dapat menambang hanya dengan mengunduh klien ke perangkat mereka, dan sebagai gantinya, mereka akan mendapatkan koin baru sebagai hadiah. Setiap komputer yang bergabung dengan jaringan Bitcoin disebut node dan setiap node akan membantu menjalankan jaringan Bitcoin, itulah sebabnya jaringan Bitcoin ini terdesentralisasi.

Meskipun Lumens dan XRP masih terdesentralisasi, kedua mata uang digital ini tidak mengizinkan sembarang publik untuk menjalankan node. Saat ini, pengembang Stellar dan Ripple telah menjalankan node mereka sendiri di beberapa server, namun, bank dan organisasi swasta yang ingin menggunakan teknologi ini juga dapat menjalankan node.

Kesamaan utama kedua adalah bahwa Stellar versus Ripple sama-sama menggunakan buku besar terdistribusi untuk memverifikasi pergerakan dana. Artinya,proses transaksinya hanya berlangsung beberapa detik dan biayanya biasanya kurang dari satu sen.
Stellar versus Lumens: Cara Distribusi Ledger.

Kedua protokol menjalankan proses ini hanya dengan menerapkan biaya yang sangat kecil, misalnya, 0,0001 XRP atau 0,0001 XLM.

Penting untuk diingat bahwa kedua proyek ini berkomitmen untuk menjaga nilai koin mereka tetap rendah, jika koin memiliki nilai yang mahal, biaya untuk sistem pembayaran global juga akan mahal.

Kesamaan tambahan antara Stellar versus Ripple adalah pasokan koin dikendalikan oleh pengembang. Tidak seperti Bitcoin, yang mana koin barunya dirilis secara bertahap oleh jaringan hingga pasokan maksimum tercapai, Stellar dan Ripple dapat meningkatkan sirkulasinya kapan saja.

Catatan: Ada perbedaan antara persediaan koin dan koin yang beredar. Misalnya, total pasokan Ripple mencapai angka 100 miliar, artinya ini adalah jumlah maksimum yang pernah ada. Namun, jumlah yang beredar hanya sekitar 40 miliar, dan tim Ripple memegang 60 miliar lainnya.

Inilah sebabnya mengapa beberapa orang tidak menyukai kedua proyek mata uang kripto ini karena mereka menganggap sistemnya yang terlalu terpusat (dikendalikan oleh satu entitas tunggal).

Mari kita rekap beberapa kesamaannya:

  • Keduanya didirikan oleh Jed McCaleb
  • Tidak ada penambangan yang diizinkan, sehingga tidak ada node pribadi
  • Keduanya menggunakan teknologi buku besar terdistribusi (DLT)
  • Transaksi instan dan gratis
  • Sempurna untuk transfer internasional
  • Pengembang mengontrol pasokan yang beredar

Sekarang Anda telah mengetahui beberapa persamaan utama Stellar versus Ripple, bagian selanjutnya dari panduan Stellar versus Ripple ini akan membahas tentang perbedaan kedua proyek tersebut!

Perbedaan Stellar versus Ripple

Seperti yang telah Anda ketahui, teknologi Stellar dan Ripple sangatlah mirip. Namun, keduanya tetap memiliki perbedaan. Jadi, mari kita mulai saja pertarungan antara Stellar dan Ripple ini.

Pertama, penting untuk memahami alasan Jed McCaleb yang memutuskan untuk meninggalkan Ripple, dan kemudian menciptakan Stellar. McCaleb memiliki hasrat untuk membantu mereka yang tidak memiliki rekening bank, yaitu orang-orang di negara-negara miskin yang tidak memiliki akses ke layanan keuangan sehari-hari.

Seperti yang telah dilakukan sebelumnya, McCaleb telah menyumbangkan Lumens gratis kepada mereka yang membutuhkan, yang juga merupakan rencananya di masa depan. Oleh karena itu, Stellar menyebut dirinya sebagai "Organisasi Nirlaba".

Di sinilah perbedaan Ripple di dalam pertarungan Stellar versus Ripple ini. Keduanya memang ingin menargetkan sektor pembayaran lintas batas multi-triliun dengan menyediakan teknologi yang mirip tapi tak sama kepada bank dan lembaga keuangan. Ketika banyak yang mulai menggunakannya, diharapkan mereka juga akan membeli XRP untuk mengatasi masalah likuiditas saat ini.

Perbedaan utama berikutnya terletak pada cara node untuk mencapai konsensus (kesepakatan). Model konsensus adalah teknologi yang mengonfirmasi dan memvalidasi transaksi tanpa perlu menggunakan perantara pihak ketiga. Ada banyak jenis konsensus yang berlaku di dunia mata uang kripto, dan dua yang paling populer di antaranya adalah Proof-of-Work (digunakan oleh Bitcoin) dan Proof-of-Stake (digunakan oleh Dash).

Namun, Stellar dan Ripple tidak menggunakan keduanya. Stellar menggunakan sesuatu yang disebut "Stellar Consensus Protocol", sedangkan Ripple menggunakan "Proof-of-Correctness".

Sebelumnya saya sudah sebutkan bahwa pengembang Stellar dan Ripple dapat membuat koin kapan saja mereka mau, tetapi ada sedikit perbedaan di dalam cara kerja pasokannya. Tim Stellar telah menyatakan bahwa mereka akan menambahkan inflasi 1% setiap tahun ke pasokan koin Lumens, sebagaimana yang terjadi dengan uang di dunia nyata.

Misalnya, ketika Federal Reserve A.S. mencetak lebih banyak Dolar, tindakan tersebut menciptakan inflasi. Jika suatu mata uang digelembungkan, hal tersebut berarti nilainya turun karena lebih banyak jumlah uang yang beredar.

Di sisi lain, koin XRP Ripple mengalami deflasi. Hal ini dikarenakan kebijakan perusahaan Ripple yang melakukan biaya pembakaran pada biaya transaksi. Oleh karena itu, jumlah koin XRP yang beredar akan mengalami penurunan seiring waktu.

Catatan: Ketika koin dibakar, artinya koin tersebut dikirim ke alamat dompet yang tidak pernah dapat diakses. Karena kunci privat tidak dapat diperoleh, koin yang berada di dalam dompet tidak akan pernah bisa dihabiskan.

Selain itu, di dalam pertarungan Stellar versus Ripple, banyak orang berasumsi bahwa Ripple lebih terpusat daripada Stellar. Ketika Jed McCaleb meninggalkan Ripple untuk membuat Stellar, tim Ripple dapat membekukan koin XRP milik Jed McCaleb. Meskipun masalah ini telah diselesaikan, hal ini mengungkapkan bahwa Ripple memiliki kendali lebih dari yang seharusnya dimiliki oleh proyek yang terdesentralisasi. Banyak orang memilih Stellar daripada Ripple karena alasan ini.

  Stellar Ripple
Visi Proyek

Membantu negara-negara miskin yang tidak memiliki sistem bank.

Menyediakan teknologi untuk memecahkan masalah pembayaran lintas batas yang lambat dan mahal kepada bank dan lembaga keuangan.
Model konsensus Stellar Consensus Protocol Proof-of-Correctness
Suplai Inflasi (1% per tahun) Deflasi (Pembakaran biaya transaksi)
Kontrol Dianggap kurang tersentralisasi Dianggap sangat tersentralisasi

Jadi, sekarang Anda telah mengetahui perbedaan utama antara keduanya, sekarang saya akan membahas tentang tim di balik proyek Stellar versus Ripple ini!

Stellar versus Ripple: Tim Perintis

Stella Lumens dikelola oleh pendiri asli, Jed McCaleb, dan Joyce Kim. McCaleb adalah seseorang yang sangat berpengalaman di dunia teknologi internet dan telah memulai banyak proyek lainnya. Proyek pertamanya adalah eDonkey yang merupakan salah satu platform berbagi musik peer-to-peer pertama.

Setelah itu, McCaleb membuat salah satu pertukaran Bitcoin pertama, yaitu MT. Gox yang pernah menampung lebih dari 70% dari keseluruhan transaksi Bitcoin! Setelah dia menjual MT. Gox, McCaleb kemudian mendirikan Ripple.

Proyek Ripple dan koin XRP-nya dikelola oleh perusahaan induk bernama Ripple Labs. Menariknya, perusahaan in i awalnya bernama Opencoin, namun, mereka berganti nama menjadi Ripple Labs pada tahun 2015. Kantor pusatnya berbasis di San Francisco, California, dan telah memiliki lebih dari 150 karyawan! Jadi, pertarungan Stellar dan Ripple ini cukuplah keras!

CEO Ripple, Brad Garlinghouse, sangat berpengalaman di dunia bisnis dan telah memegang peranan penting sebelumnya di AOL dan Yahoo. Garlinghouse adalah wajah publik Ripple dan telah tampil di banyak televisi di AS. Chris Larsen, yang juga ikut mendirikan proyek tersebut, sekarang menjadi Ketua perusahaan, yang menandakan bahwa dia masih memiliki pengaruh besar.

Pada akhirnya, Stellar dan Ripple keduanya memiliki tim yang sangat kuat, yang merupakan salah satu hal terpenting untuk dipertimbangkan saat berinvestasi di sebuah proyek. Namun, Ripple Labs dianggap lebih korporat daripada Stellar. Ripple juga memiliki tim yang jauh lebih besar dan telah menerima banyak investasi pribadi. Namun, ini tidak menghentikan Stellar untuk menyusulnya dengan menjadi 10 mata uang kripto teratas!

Jika Anda telah membaca panduan Stellar versus Ripple saya sejauh ini, Anda pastinya sudah memiliki pemahaman yang baik tentang cara kerja setiap proyek, termasuk persamaan dan perbedaannya. Bagian selanjutnya dari panduan Stellar versus Ripple saya akan menyelidiki kinerja kedua mata uang kripto sejauh ini…

Stellar versus Ripple: Posisi Pasar Saat Ini

Lumens sekarang telah menjadi koin multi-miliar dolar, dan telah mencapai nilai US$13 miliar pada Desember 2017. Pencapaian yang paling mengesankan sejauh ini adalah kemitraan yang dibentuknya dengan IBM.

Kesepakatan tersebut secara resmi diluncurkan pada Maret 2018 dan akan memungkinkan IBM untuk dengan mudah memindahkan dana antar bank di Pasifik Selatan. Jika berhasil, diharapkan kesepakatan yang serupa bisa meluas ke daerah lain. Luar biasa keren!

Jika Stellar Lumens dapat membentuk lebih banyak kemitraan seperti dengan IBM, ada kemungkinan besar nilainya akan terus meningkat.

Pada April 2018, Ripple adalah mata uang kripto paling berharga yang berada di urutan ketiga, jauh di belakang Ethereum tetapi jauh di depan Bitcoin Cash! Menariknya, untuk waktu yang singkat, tepatnya di akhir 2017, Ripple mengambil alih Ethereum untuk menjadi koin nomor 2, namun, saat ini posisinya telah berbalik arah. Posisi tinggi ini merupakan kelebihan Ripple coin jika dibandingkan dengan Stellar Lumens

Seperti yang Anda harapkan pada proyek yang telah berjalan selama dua tahun lamanya, Ripple telah membentuk kemitraan yang sangat penting. Faktanya, mereka telah menguji teknologi buku besar terdistribusi mereka dengan lebih dari 100 jenis bank, termasuk UBS dan Santander!

Hal terpenting yang membuat nilai XRP meningkat adalah bank bahwa menggunakannya untuk pembayaran lintas negara. Saat ini, teknologi Ripple tidak memerlukan XRP untuk berfungsi, namun, koin ini terbukti berguna saat bank membutuhkannya untuk likuiditas.

Hal ini dikarenakan ketika bank ingin berdagang menggunakan mata uang yang berbeda dengan miliknya, mereka juga harus membuka rekening notaris di negara yang ingin mereka kirimi uang. Proses ini bisa sangat merepotkan karena bank harus menyimpan dana di setiap rekening notaris yang dimilikinya. XRP dapat menyelesaikan masalah ini, jadi ada kemungkinan besar bank mungkin memutuskan untuk mulai menggunakannya.

Kesimpulan

Nah, itulah akhir dari panduan Stellar versus Ripple saya! Jika Anda membacanya dengan cermat, Anda pastinya telah memiliki pemahaman yang sangat baik tentang cara kerja setiap proyek, serta banyak hal penting lainnya!

Saya telah menjelaskan secara rinci persamaan dan perbedaan utama antara Stellar versus Ripple. Dan Anda sekarang pastinya sudah mengetahui bahwa (meskipun kedua platform memiliki teknologi serupa) keduanya berada di dalam jalur yang berbeda. Jadi, pertanyaan pentingnya adalah, mana yang menurut Anda lebih baik?

Jika Anda mempelajari grafik harga kedua koin, perubahan nilainya sebenarnya sangat mirip. Hal ini bisa saja membuat investor memutuskan untuk berinvestasi di keduanya karena mereka tidak dapat membuat keputusan akhir… yah, hal semacam itu bisa saja terjadi.

Pada akhirnya, Lumens dan XRP memiliki kinerja yang sangat baik dan teknologi Stellar dan Ripple telah membentuk beberapa kemitraan yang luar biasa.

Saya ingin tahu apakah Anda memutuskan untuk melakukan investasi, dan jika demikian, investasi mana yang Anda pilih? Atau mungkin Anda tidak dapat memutuskan keduanya dan memilih untuk berinvestasi di keduanya? Beri tahu saya komentar Anda di bawah!

Tinggalkan feedback jujur Anda

Tulis pendapat Anda & bantu ribuan orang untuk memiliki crypto exchange terbaik. Semua review, baik positif maupun negatif, diterima selama review Anda jujur. Kami tidak akan mempublikasikan review yang bias atau spam. Jadi, jika Anda ingin membagikan pengalaman/pendapat Anda atau memberikan saran - inilah saatnya!


TOP3 Kode Kupon Paling Populer

Terverifikasi

$600 WELCOME BONUS

Get Binance Black Friday Rewards
Peringkat
5.0
Terverifikasi

EARN UP TO 23%

By Staking on Kraken - Black Friday Deal
Peringkat
5.0
Terverifikasi

GET 0% FEES

For BTC & ETH - Black Friday Offer
Peringkat
5.0

FAQ

Bagaimana cara memilih crypto exchange terbaik?

Ketika mencari crypto exchange terbaik, Anda perlu menyeimbangkan antara fitur-fitur utama yang perlu dimiliki crypto exchange top dan juga fitur-fitur tertentu yang Anda pribadi minati. Sebagai contoh, semua exchange terbaik perlu memiliki fitur-fitur keamanan tingkat tinggi, namun jika Anda hanya berencana trading beberapa cryptocurrency yang paling utama, Anda tidak usah memikirkan variasi koin yang tersedia dalam suatu exchange.Semuanya akan bergantung pada pilihan Anda!

Cryptocurrency exchange mana yang paling cocok untuk pemula?

Ketika membaca ulasan crypto exchange terbaik, Anda akan menyadari bahwa sebagian besar exchange dirancang sehingga mereka mudah untuk digunakan. Walaupun ada beberapa exchange yang didesain dengan lebih ramping dan mudah dipakai, Anda tidak akan mengalami kendala apa pun saat menggunakan exchange top mana pun. Dari segi pengguna sendiri, banyak yang mengatakan bahwa KuCoin termasuk salah satu exchange paling simpel yang saat ini ada di pasaran.

Apa perbedaan antara crypto exchange dan broker?

Sederhananya, cryptocurrency exchange adalah tempat di mana Anda saling bertukar cryptocurrency dengan orang lain. Platform exchange (seperti Binance) berperan sebagai penengah - yaitu untuk menjembatani Anda (penawaran atau permintaan Anda) dengan orang lain (penjual atau pembeli). Pada kasus broker, tidak terdapat "orang kedua" - Anda datang dan menukarkan koin kripto atau uang fiat Anda ti dalam platform, tanpa ada campur tangan pihak ketiga. Ketika berbicara tentang peringkat exchange cryptocurrency, kedua istilah di atas (exchange dan broker) biasanya digabungkan menjadi satu istilah - exchange. Hal tersebut dilakukan untuk penyederhanaan.

Apakah semua cryptocurrency exchange terbaik berbasis di Amerika Serikat?

Tidak, sama sekali tidak! Walaupun ada beberapa cryptocurrency exchange top yang berbasis di AS (seperti KuCoin atau Kraken), ada juga beberapa platform teratas yang berlokasi di belahan dunia lain.. Sebagai contoh, Binance berada di Tokyo, Jepang, sedangkan Bittrex berlokasi di Liechtenstein. Ada beberapa alasan mengapa exchange tertentu memilih tuk berlokasi di negara tertentu, biasanya karena alasan kemudahan berbisnis. Namun, faktor geografi tidak mempengaruhi kualitas platform sendiri.

Hari
Jam
Menit
Detik