Bitcoin Lainnya

Cara Kerja Bitcoin: Kupas Tuntas Apa itu Bitcoin dari A sampai Z

Cara Kerja Bitcoin: Kupas Tuntas Apa itu Bitcoin dari A sampai Z

Pertanyaan yang semua orang punya setidaknya sekali dalam tahun 2017 kemarin: Apa itu Bitcoin dan bagaimana sebetulnya cara kerja Bitcoin itu?

Bitcoin adalah sebuah nama yang terdiri dari dua kata, ‘Bit’ & ‘Coin’. Kalau kamu membedah semua informasi yang berada di dalam sebuah komputer ke dalam bagian yang paling kecil, kamu akan menemukan dua angka saja, yaitu 1 dan 0 dalam jumlah yang suaangat banyak. Angka 1 dan 0 ini disebut bits. Sedangkan kata coin, artinya koin.

Lalu….. apa itu Bitcoin?

Kata Bitcoins adalah bentuk majemuk dari kata Bitcoin. Jadi arti Bitcoin adalah koin yang tersimpan di dalam komputer. Bentuknya bukan berupa materi yang bisa dipegang secara fisik karena keberadaaan mereka hanyalah di dalam dunia digital! Inilah mengapa Bitcoin dan cyrptocurrency atau mata uang kripto yang lain sering dipanggil digital currency atau mata uang digital.

Walaupun pada awalnya mungkin pembahasan tentang apa itu Bitcoin dan cara mendapatkannya bisa terdengar membingungkan, namun di panduan ini, saya akan membuatnya menjadi sesederhana mungkin – yuk, kita mulai sesi belajar Bitcoin untuk pemula!

Bagaimana Cara Kerja Bitcoin dan Apa Sejarah Bitcoin?

Mari mulai dari dasar…

Ada tiga tipe manusia di dunia ini: produsen, konsumen dan orang tengah. Kalau kamu mau menjual buku di Amazon, kamu harus membayar biaya sebesar 40-50%. Hal yang sama juga terjadi hampir di semua industri! Orang tengah selalu mendapat bagian besar dari uang produsen.

Untuk memahami cara kerja Bitcoin, mari kita ketahui dulu bagaimana sejarah Bitcoin. Pada awalnya Bitcoin dibuat untuk menghapus satu jenis orang tengah – bank. Kalau kamu ingin untuk mentransfer katakan Rp 10 juta dari Indonesia ke temanmu di Inggris, uang tersebut harus melalui sebuah bank di negara pengirim. Lalu mereka mengambil biaya untuk memproses pengiriman. Setelah uang tersebut sampai ke bank yang di Inggris, bank temanmu ini akan mengambil biaya pemrosesan juga.

Bukan hanya biaya pengiriman ini yang menjadi masalah, namun juga data yang mereka simpan. Bank-bank menyimpan banyak sekali data pribadi mengenai pelanggan mereka. Banyak bank yang diretas atau dihack dalam 10 tahun belakangan ini, dan ini merupakan hal yang membahayakan para pengguna bank.

Ditambah lagi, bank dapat membekukan/memblok akun pengguna kapan saja yang mereka mau. Mereka mempunyai kendali yang terlalu mendalam pada pelanggan yang menggunakan bank dan mereka telah menyalahgunakan kendali ini. Mereka juga mempunyai andil yang besar dalam krisis moneter di tahun 2008 lalu juga. Dan penemuan Bitcoin adalah pada tahun 2009, pas setelah krisis tersebut terjadi. Banyak orang percaya bahwa krisis ini merupakan salah satu sebab ditemukannya Bitcoin.

FAKTA UNIK DALAM SEJARAH BITCOIN

Siapakah yang menemukan Bitcoin? Penemu Bitcoin tidak diketahui secara pasti sampai saat ini. Nama alias yang digunakan oleh penemu tersebut adalah Satoshi Nakamoto, tapi ini hanyalah nama samaran dan tiada siapapun yang tahu siapa penemu Bitcoin yang sebenarnya di dunia nyata.

Solusi untuk permasalahan orang tengah tersebut adalah membangun sebuah sistem yang tidak mempunyai kekuasaan tunggal (seperti bank). Sebuah kekuasaan tunggal tidak seharusnya diberi kekuasaan untuk mengendalikan masyarakat. Bank dan pemerintah mengendalikan mata uang, sehingga sebuah mata uang baru harus dibuat.

Nah, Bitcoin adalah solusinya: tidak ada kekuasaan tunggal. Yang artinya tidak ada bank, tidak ada PayPal, tidak ada pemerintah yang mampu untuk menyuruh bank untuk membekukan rekeningmu. Bagus, kan? Sekarang pertanyaan yang mungkin ada di setiap pikiran orang adalah, “Lalu bagaimana cara kerja Bitcoin”?

Bagaimana Cara Kerja Bitcoin?

Penemu Bitcoin membuat tiga konsep utama untuk Bitcoin yang esensial untuk memahami cara kerja Bitcoin:

  • Jaringan Terdesentralisasi
  • Kriptografi
  • Penawaran dan Permintaan

Jaringan Terdesentralisasi

Kalau kamu buka internet browser dan ketik ‘www.google.com’, komputer kamu akan memulai komunikasi dengan komputer-komputer Google. Lalu, kedua komputer akan saling berkomunikasi sehingga browser kamu menampilkan gambar-gambar, tombol dan lain sebagainya. Kalau server Google sedang down karena sebab-sebab tertentu, kamu tidak akan bisa melihat gambar-gambar atau tombol-tombol tersebut. Ini karena data-data tersimpan dalam jaringan yang tersentralisasi – maksudnya semua data ada di dalam satu tempat.

Dalam proses belajar Bitcoin dan memahami cara kerja Bitcoin, kita harus mengerti apa itu jaringan terdesentralisasi terlebih dahulu. Dalam jaringan terdesentralisasi, semua data tersebar di banyak tempat. Kalau Google menggunakan jaringan yang terdesentralisasi, kamu akan tetap dapat melihat data dalam bentuk gambar atau tombol di skenario yang tadi, karena semua data terletak di banyak tempat tersebar dan bukan hanya di satu tempat saja. Yang artinya, Google tidak akan down dan menjadi offline!

Kriptografi

Di dalam Perang Dunia kedua kriptografi banyak sekali digunakan. Kebanyakan penggunaannya adalah untuk merubah pesan radio ke dalam kode rahasia yang tidak dapat dibaca oleh sembarang orang. Untuk membacanya, seseorang harus merubahnya kembali ke bentuk pesan semula. Untuk melakukan ini, kamu memerlukan sebuah kunci. Dan ini semua terwujud berkat penggunaan rumus-rumus matematika!

Nah, sekarang Bitcoin menggunakan cara yang serupa, namun bukan untuk pesan radio. Bitcoin menggunakan kriptografi untuk merubah atau mengkonversi data transaksi. Inilah kenapa Bitcoin dinamakan cryptocurrency atau mata uang kripto. Dengan mengetahui konsep ini, kamu menjadi semakin dekat untuk memahami secara penuh tentang cara kerja Bitcoin.

Bitcoin melakukan ini dengan menggunakan blockchain. Pendiri Bitcoin menemukan teknologi blockchain!

Penawaran dan Permintaan

Minggu lalu ketika Joko mengunjungi toko kue, hanya ada satu kue tersisa. Ada empat orang pengunjung yang ingin membeli kue tersebut. Biasanya satu kue harganya hanya Rp 20.000. Tetapi karena ada empat orang yang sama-sama menginginkannya, harganya menjadi naik dan Joko harus membelinya sebesar Rp 100.000.

Ini adalah konsep utama dari penawaran dan permintaan: saat suatu barang mempunyai persediaan terbatas, barang ini mempunyai harga lebih. Semakin banyak orang yang menginginkannya, semakin tinggi harganya. Ini sama seperti halnya dengan harga mobil klasik yang langka.

Bitcoin menggunakan konsep yang persis seperti ini. Penawaran atau persediaan bitcoin adalah terbatas. Bitcoin diproduksi dalam jumlah yang sudah ditetapkan, dan akan berkurang seiring dengan waktu – setiap empat tahun, jumlahnya berkurang setengah. Bitcoin mempunyai batas sehingga 21 juta koin; disaat 21 juta Bitcoin sudah tercapai, Bitcoin tidak akan bisa diproduksi lagi. Berapa banyak jumlah Bitcoin yang ada sekarang? Pada saat ini (tanggal 3 Mei 2018), sudah ada 16.9 juta Bitcoin yang telah dibuat. Masih sangat panjang perjalanan kita untuk mencapai 21 juta!

Nah, penjelasan tersebut menjawab pertanyaan “Bagaimana cara kerja Bitcoin?” tetapi belum sepenuhnya. Untuk benar-benar memahami cara kerja Bitcoin, mari kita bergerak ke cara kerja transaksi Bitcoin…

Bagaimana Cara Kerja Bitcoin: Bagaimana Transaksi Terjadi?

Baik, sekarang mari kita lihat bagaimana konsep-konsep di atas bekerja sama. Untuk menyimpan transaksi, kita perlu memasukannya ke dalam sebuah database (seperti Excel sheet).

Biasanya dalam jaringan tersentralisasi, penyimpanan ini berada di satu tempat. Tetapi karena Bitcoin menggunakan jaringan terdesentralisasi, database Bitcoin terbagi atau tersebar. Database yang tersebar ini dikenal sebagai distributed ledger dan ini diakses menggunakan blockchain. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai teknologi blockchain dan memahami cara kerja Bitcoin dari perspektif blockchain dengan lebih baik, bacalah panduan saya Blockchain Explained.

Untuk mengirim Bitcoin ke seseorang, kamu perlu menulis pesan secara digital yang mengatakan, “Saya mengirim 50 Bitcoin ke Bambang”. Pesan ini selanjutnya akan di broadcast atau disiarkan kepada semua komputer di dalam jaringan. Lalu komputer-komputer ini menyimpan pesanmu dalam database/ledger.

Bagaimana Cara Kerja Bitcoin: Bisakah Seseorang Memalsukan Identitas Saya?

Saat kamu membuat dompet Bitcoin atau Bitcoin wallet (untuk menyimpan Bitcoin), kamu menerima kunci publik atau public key dan kunci pribadi atau private key. Kunci publik dan kunci pribadi terdiri dari rentetan huruf dan angka yang panjang; mereka ini seperti username dan password kamu. Kedua hali ini sangat penting untuk memahami cara kerja Bitcoin dan juga cara menggunakan Bitcoin.

Orang-orang perlu untuk mengetahui kunci publik kamu untuk dapat mengirim uang kepadamu. Karena kunci ini hanya berupa rangkaian angka dan digit, tidak ada siapapun yang perlu mengetahui namamu atau alamat email kamu dan lainnya. Ini membuat cara menggunakan Bitcoin dapat dilakukan tanpa nama atau anonymous.

Sedangkan kunci pribadi kamu, kamu tidak boleh memberitahukannya kepada siapapun. Dalam blockchain, kunci pribadimu adalah identitasmu. Kamu menggunakan kunci pribadimu untuk mengakses Bitcoin kamu. Kalau orang lain tahu kunci ini, dia dapat mencuri semua Bitcoin kepunyaanmu – jadi sangat berhati-hatilah!

Jadi ya, secara teknis, identitasmu dapat dipalsukan. Kalau seseorang mendapat kunci pribadimu, mereka dapat menggunakannya untuk mengirim Bitcoin dari dompet kamu ke dompet mereka. Inilah mengapa kamu harus menyimpan kunci pribadimu dengan amat-sangat aman.

Tetapi identitas kamu yang nyata (nama asli, alamat, dan lain sebagainya) tidak dapat dipalsukan, karena kamu tidak memerlukannya untuk mengirim atau dalam cara mendapatkan Bitcoin melalui pengiriman.

Bagaimana Cara Kerja Bitcoin: Bisakah Seseorang Mengeluarkan Bitcoin Sebanyak Dua Kali?

Transaksi-transaksi Bitcoin dikumpulkan bersama dan disimpan di dalam blok atau block. Blok-blok ini saling berhubungan dalam ser-seri tertentu. Inilah kenapa dinamakan blockchain atau rantai blok.

Setiap transaksi di dalam blok memiliki kunci publik yang tertulis. Kalau ini merupakan Bitcoin kamu, maka kunci publik kamu yang ditulis didalamnya. Karena setiap blok terhubung dengan blok sebelumnya, tidak ada Bitcoin yang bisa dikeluarkan dua kali.

Mari kita pahami cara kerja Bitcoin dengan contoh dalam dunia nyata. Kalau seseorang mencoba untuk mengirim Bitcoin yang sama sebanyak dua kali, maka inilah yang akan terjadi:

  1. Cecep mengirim Udin Bitcoin
  2. Transaksi tersimpan di dalam blok dalam blockchain
  3. Keesokan harinya, Cecep mencoba untuk mengirim Bitcoin yang sama ke orang lain
  4. Transaksi Bitcoin yang ini lalu tersimpan di blok yang ada saat yang sama di dalam blockchain
  5. Komputer-komputer yang beroperasi memeriksa blockchain melihat blok terakhir tempat dimana Bitcoin digunakan
  6. Di blok terakhir tempat dimana Bitcoin tersebut digunakan, transaksi menunjukkan bahwa Bitcoin telah dikirim ke kunci publik Udin
  7. Karena bukan kunci publik Udin yang digunakan untuk mengirim Bitcoin di blok yang sekarang, komputer-komputer yang beroperasi dalam pemeriksaan blockchain tidak mengizinkan Bitcoin ini untuk digunakan

Bagaimana Cara Kerja Bitcoin: Bagaimana Jika Seseorang Mencoba untuk Mengacaukan  Blok-Blok Tersebut?

Kalau ada orang yang ingin merubah data transaksi di salah satu blok, maka yang berubah hanyalah data versi mereka saja, sama seperti dokumen Microsoft Words yang disimpan di dalam komputermu.

Untuk membuat perubahan pada database yang tersebar sehingga data versi semua juga berubah, mereka perlu mempunyai kendali pada 51% komputer yang ada di dalam jaringan.

Bagaimana Cara Kerja Bitcoin: Bagaimana Jika Ada yang Mengontrol 51% Komputer yang Ada dalam Jaringan?

Ini mungkin terjadi, tapi hampir tidak mungkin untuk tercapai. Walaupun seseorang berhasil meretas 51% komputer yang ada di dalam jaringan (yang juga dipanggil nodes), terdapat lapisan keamanan lain yang menghadang mereka.

Untuk menambah blok-blok baru ke dalam blockchain, blok-blok ini pertama-tama harus ditambang atau mined (baca: maind). Proses menambang atau penambangan ini dalam bahasa Inggrisnya dipanggil mining (baca: maining) karena nodes yang melakukannya diberi hadiah Bitcoin – seperti penambang emas diberi hadiah emas.

Dalam proses penambangan, nodes ini harus memproses transaksi-transaksi Bitcoin dan memverifikasi kebenarannya. Untuk melakukan ini, mereka harus menyelesaikan persoalan matematika. Ketika persoalan ini diselesaikan, satu blok berisi sejumlah transaksi mendapat verifikasi, dan blok baru terbuat. Setiap blok memiliki persoalan baru dan solusi baru untuk para penambang temukan.

Node (bentuk tunggal dari nodes) yang menyelesaikan persoalan ini akan mendapat Bitcoin baru. Penambangan menggunakan listrik yang besar, jadi para penambang berhak mendapat hadiah!

Beberapa contoh nyata lainnya dalam cara kerja Bitcoin: inilah yang akan terjadi jika seorang peretas mengontrol 51% nodes atau komputer-komputer yang berada dalam jaringan dan mencoba untuk merubah sebuah blok:

  1. Peretas akan merubah sebuah data di dalam blok agar Bitcoin di dalamnya dapat dikirim ke kunci publik dia sendiri
  2. Karena data di dalam blok berubah, maka terciptalah sebuah persoalan matematika baru dan si peretas harus menyelesaikannya
  3. Biaya listrik yang sangat besar tersebut diperlukan bagi peretas untuk menyelesaikan persoalan matematika yang baru tercipta tadi, dan biaya listrik ini lebih besar dari harga Bitcoin yang sedang dicoba untuk dicuri
  4. Si peretas bisa melanjutkan pencuriannya, namun malah kehilangan uang lebih banyak

Nah, seperti yang kamu lihat, hampir tidak ada gunanya bagi seorang hacker untuk menyelesaikan serangan pada blockchain. Inilah mengapa blockchain sangat aman.

Sejarah Bitcoin sampai Saat Ini: Apa Keuntungan dan Kerugian Bitcoin?

Kamu mungkin sudah tahu apa saja keuntungan Bitcoin setelah membaca panduan sampai sejauh ini. Tetapi saya belum menjelaskan tentang kerugiannya, kan? Ada juga beberapa manfaat yang belum saya jelaskan, jadi ayo kita mulai dengan membahas manfaatnya lebih lanjut, lalu saya akan kupas kerugiannya. Setelah ini kamu akan tahu sepenuhnya dan menjadi ahli dalam cara kerja Bitcoin.

Keuntungan Bitcoin

✓ Pembayaran lintas negara menjadi lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan bank
✓ Biaya murah
✓ Blockchain — hampir tidak mungkin untuk diretas
✓ Desentralisasi — tidak bisa dimatikan pada titik tunggal
✓ Transparan — kamu tidak perlu memberikan kepercayaan kepada siapapun
✓ Anonymous atau tidak bernama — kamu tidak perlu memberikan detail namamu
✓ Dihidupkan oleh komunitas  — biayanya disebar dibandingkan untuk satu pihak saja (contoh untuk bank atau PayPal)
✓ Tidak ada verifikasi bagi pengguna baru — siapa saja bisa menggunakannya

Tidak Ada Verifikasi bagi Pengguna Baru: Kenapa Ini Sangat Penting

Dengan Bitcoin, siapa saja dan dimana saja dapat saling mengirim uang. Tidak ada proses “ketahui pelangganmu” atau KYC (Know-Your-Customer) – kamu tidak perlu menggunakan kartu identitas atau ID untuk membuka dompet Bitcoin. Dengan bank, kamu harus menggunakan ID pembukaan rekening. Karena ini, ratusan juta orang di dunia tidak dapat membuka rekening karena tidak mempunyai kartu identitas. Mereka tidak dapat mengirim maupun menerima uang. Tapi sekarang, dengan Bitcoin, akhirnya mereka bisa!

Pembayaran Lintas Negara: Manfaat Besar

Kalau kamu membuat pembayaran lintas negara, biasanya memakan waktu 3 hari atau lebih dengan menggunakan bank dan juga ada tambahan biaya sebesar Rp144.000-Rp 215.000 atau bahkan lebih. Beda negara beda biaya, tapi tetap saja mahal dan mengambil waktu yang lama.

Kalau kamu mengirim dengan menggunakan Bitcoin, pengiriman ini hanya mengambil waktu 10 menit saja. Kadang-kadang memang lebih lama dari 10 menit (mungkin satu jam atau lebih), tapi tetap jauh lebih sebentar daripada 3 hari atau lebih yang dijalani bank. Biaya untuk menggunakan Bitcoin sering berubah namun para developer berusaha untuk menekannya serendah mungkin. Saat ini (3 Mei 2018), rata-rata biaya hanyalah sekitar Rp 15.000.

Sangat murah, karena tidak ada orang tengah (bank, PayPal, dsb) yang perlu dibayar! Inilah tujuan Bitcoin.

Ada banyak manfaat Bitcoin, tetapi ada juga kerugiannya dalam cara kerja Bitcoin…

Kerugian Bitcoin

✗ Penambangan menggunakan listrik yang besar
✗ Tidak secepat mata uang kripto yang lain
✗ Biaya sering berubah
✗ Anonymous atau tidak bernama — digunakan untuk kejahatan
✗ Susah untuk digunakan — kunci pribadi, kunci publik, dsb.

Biaya dan Kecepatan: Bitcoin berumur 10 tahun

Bitcoin didirikan pada tahun 2009, ingat nggak? Itu hampir 10 tahun yang lalu!* Semenjak itu, banyak mata uang kripto yang baru mulai bermunculan dan mempunyai kecepatan yang lebih jauh dari Bitcoin. Ditambah lagi, biaya Bitcoin kadang-kadang melonjak sampai Rp 400.000!

Lonjakan biaya ini terjadi karena kepopuleran Bitcoin yang terlalu terkenal untuk ditangani jaringan Bitcoin – terlalu banyak orang menggunakannya pada saat itu. Ini adalah sesuatu yang sedang diimprovisasi oleh para developer Bitcoin, dan sejauh ini, improvisasi tersebut bekerja dengan baik. Seperti yang saya katakan sebelumnya, biaya Bitcoin sudah turun kembali ke Rp15.000!

Bitcoin Tidak Begitu Mudah untuk Digunakan

Kunci pribadi, kunci publik, membuka dan menggunakan dompetnya, dsb. Tidaklah begitu mudah bagi orang-orang yang belum begitu yakin dengan kemampuannya dalam menggunakan komputer. Ketika kamu ingin mengirim sebuah pembayaran kepada seseorang, kamu harus mengetik rangkaian angka dan huruf yang panjang (kunci publik mereka) ke dalam komputer kamu.

Ini adalah seperti saat internet browser yang pertama dipakai – kamu harus mengetik angka yang panjang ke dalam kotak alamat atau address bar. Kemudian, alamat (www.) yang kita gunakan sekarang menggantikannya. Bitcoin perlu menjadi ramah pengguna sehingga semua orang di dunia dapat menggunakannya, seperti halnya berlayar di internet sekarang.

Listrik dan Lingkungan

Seperti yang saya katakan sebelumnya, biaya listrik untuk menambang adalah sangat mahal. Para penambang diberi imbalan dengan Bitcoin, jadi mereka tetap mendapat untung. Akan tetapi, listrik yang digunakan oleh para penambang berdampak sangat buruk bagi lingkungan (sekarang kamu tahu beberapa kerugian dari cara kerja Bitcoin).

Mata uang kripto yang lain seperti NEO dan Link menggunakan sistem penambangan berbeda dengan penggunaan listrik yang jauh lebih sedikit. Sistem ini dinamakan Proof of Stake (PoS).

Ingat di sistem Bitcoin, penambang pertama yang berhasil memverifikasi blok mendapat imbalan Bitcoin? Sistem ini dinamakan Proof of Work (PoW). Seperti sebuah perlombaan, bukan?

Proof of Work

Semua penambang bekerja pada satu blok pada saat yang sama, mencoba untuk memenangi perlombaan. Ini berarti semua penambang menggunakan listrik pada semua blok yang ada.

Proof of Stake

Di PoS, hanya ada satu penambang yang dapat menambang sebuah blok. Ketika blok selanjutnya dibuat, seorang penambang dipilih untuk menambangnya. Dengan cara ini, hanya ada satu penambang yang menggunakan listrik pada setiap blok. Ini jauh lebih murah dan lebih baik untuk lingkungan!

Sejarah Kriminal Bitcoin

Karena kamu tidak perlu menggunakan kartu identitas, Bitcoin sering masuk berita karena telah digunakan oleh penjahat. Mungkin kamu pernah dengar yang namanya Silk Road. Silk Road adalah pasar di dalam web gelap atau dark web – bagian tak bernama dari internet yang harus dibuka dengan browser khusus.

Di Silk Road, seseorang dapat membeli barang-barang ilegal, dan Bitcoin merupakan mata uang yang digunakan. Silk Road dimulai pada tahun 2011 tetapi ditutup pada tahun 2013 oleh FBI.

Ini sangat buruk untuk Bitcoin, dan beberapa pemerintah telah mencoba untuk melarang Bitcoin karena alasan ini. Ini adalah contoh terbesar bagaimana Bitcoin disalahgunakan, walaupun, kejahatan dapat terjadi dengan penggunaan mata uang apa saja.

Sesudah Belajar Bitcoin, sekarang Bagaimana Cara Mendapatkan Bitcoin?

Sekarang kamu sudah paham apa itu Bitcoin, cara kerjanya, manfaat dan juga kerugiannya. Yang tinggal hanyalah, cara membelinya. Jadi, bagaimana cara mendapatkan Bitcoin?

Ada tiga cara utama:

Broker Exchange

Ini adalah cara paling sederhana, tapi biasanya kamu perlu menggunakan kartu identitas. Ini artinya menggunakan namamu, alamat dan paspor atau surat izin mengemudi (SIM). Biaya untuk broker exchange biasanya sekitar 1-5% dari harga Bitcoin yang dibeli tapi tergantung lokasi dan cara pembayaran juga.

Yang bagusnya adalah, kamu dapat bayar melalui transfer bank, kartu debit/kredit dan bahkan PayPal. Saya rekomendasikan Coinbase karena mudah digunakan, dapat diandalkan dan kamu dapat menggunakan PayPal. Kalau kamu tidak tinggal di Eropa, Australia atau Amerika Utara, saya rekomendasikan Coinmama.

Menggunakan broker exchange mirip seperti ketika kamu ke agen perjalanan atau travel agen untuk menukar mata uang kita ke mata uang asing (seperti IDR ke MYR, contohnya). Tetapi dengan Coinbase dan Coinmama dsb., broker menukar mata uang negara kita ke Bitcoin.

Pertukaran P2P (Peer-to-Peer)

Ini seperti broker exchange, tapi mereka tidak menggunakan orang tengah – tidak ada broker. Contohnya, Parjo dapat mengirim uang ke Susi, dan Susi akan mengirim Parjo sejumlah Bitcoin. Tidak ada broker, jadi mereka tidak perlu membayar biaya tambahan!

Susi akan selalu mengirim Bitcoin ke Parjo karena pertukaran P2P menggunakan rekening bersama atau layanan escrow. Saat Parjo meminta Bitcoin ke Susi, Bitcoinnya dikirim ke rekening bersama. Saat Parjo membayar ke Susi, rekening bersama tadi mengirim uang ke Parjo. Parjo dan Susi tidak memegang kendali atas rekening bersama ini, jadi selalu adil. Dan perdagangan yang adil atau fair trade adalah esensial dalam memahami cara kerja Bitcoin.

Beberapa penjual di pertukaran P2P akan meminta untuk melihat kartu identitasmu, tapi sebagian yang lain tidak. Jadi, mungkin saja untuk menggunakan pertukaran P2P untuk membeli Bitcoin tanpa nama atau anonymous. Kamu bahkan dapat membayar secara tunai (dengan uang kertas)!

Kamu juga dapat membayar melalui transfer bank! Saya rekomendasikan LocalBitcoins.

ATM Bitcoin

Ini adalah cara paling jarang untuk membeli Bitcoin. Tidak banyak ATM Bitcoin di dunia pada saat ini, jadi kamu harus menggunakan peta ini untuk melihat keberadaan ATM tersebut di dekatmu. Kalau ada, kamu dapat pergi kesana dan membeli Bitcoin secara tunai, tapi biaya tambahannya lumayan mahal – sekitar 5-10% dari harga Bitcoin yang dibeli.

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang apa itu Bitcoin dan cara mendapatkannya melalui ATM Bitcoin, pertukaran P2P dan broke exchange, yuk baca di panduan cara beli Bitcoin kami. Di panduan ini, saya memberimu instruksi lengkap dalam menyetel dompetmu, verifikasi identitasmu dan membeli Bitcoin dengan setiap metode pembayaran.

Bagaimana Cara Kerja Bitcoin: Kesimpulan

Penemuan Bitcoin baru saja permulaan. Sebagian orang menggunakan Bitcoin dan mata uang kripto yang lain daripada menggunakan bank, tapi ini belum secara sepenuhnya menggantikan bank. Bagaimana menurutmu? Apakah kamu berpikir bahwa Bitcoin akan menggantikan bank? Atau perlu dikembangkan terlebih dahulu?

Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, kamu dapat menguji pengetahuanmu setelah membaca panduan ini. Kamu juga dapat mencoba menjawab pertanyaan, “Bagaimana cara kerja Bitcoin?” dalam tiga kalimat saja. Cobalah – ini akan membantumu mengingat apa yang telah kamu pelajari. Posting jawabanmu di kolom komentar!

(*Pada tahun 2019, Bitcoin telah berumur 10 tahun)

Tambahkan Komentar

Klik di sini untuk mengirim komentar

More in Bitcoin, Lainnya
Prediksi Harga Ethereum: Ulasan Naik Turunnya Harga Ethereum
Prediksi Harga Ethereum: Ulasan Naik Turunnya Harga Ethereum

Close