Gaji Karir Lainnya Piranti Lunak

Cara Menjadi UX Designer: Kita Ungkap Rahasianya!

Cara Menjadi UX Designer: Kita Ungkap Rahasianya!

how-to-become-a-ux-designer

Kalau kamu adalah seorang desainer yang suka bekerja dengan orang dan menghasilkan ide-ide inovatif dan menarik, kamu beruntung! Pertanyaan tentang bagaimana cara menjadi UX designer (desainer UX) telah menjadi pertanyaan yang populer akhir-akhir ini – kamu akan menemukan bahwa banyak orang berusaha untuk “mencari tahu tentang profesi ini” karena telah diakui secara luas bahwa profesi ni membayar gaji yang besar dan menawarkan stabilitas pekerjaan.

Hal pertama yang perlu kita mengerti adalah apa itu UX designer serta deskripsi pekerjaannya. Meskipun mungkin jelas bagi sebagian orang, ada banyak orang yang menyukai desain tetapi tidak tahu apa arti dari “UX” itu sendiri. Setelah pembahasan itu selesai, kita akan beralih ke kriteria utama yang harus kamu penuhi dalam cara menjadi UX designer. Akhirnya, di bagian penghujung, kita akan membahas beberapa keuntungan yang ditawarkan dan banyak dibicarakan dalam profesi ini.

Pengertian Desain UX

Untuk memulai, mari kita bahas tentang apa itu UX designer? Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, banyak orang hingga hari ini masih tidak memiliki gambaran yang jelas tentang apa pekerjaani seorang perancang desain UX sebenarnya. Jadi, hanya untuk memastikan bahwa kita berdua berada di halaman yang sama, mari kita lihat beberapa informasi mendasar mengenai spesialisasi ini.

Secara sederhana, desainer UX adalah orang-orang yang bertugas untuk mengumpulkan informasi tentang para pengguna sebuah platform tertentu dan kemudian merancang platform (elemen-elemennya) tersebut mengikuti keinginan dan kebutuhan pengguna yang bersangkutan. Seperti yang mungkin sudah kamu tebak, salah satu kunci tentang bagaimana cara menjadi UX designer yang baik melibatkan banyak komunikasi dengan berbagai pakar spesialisasi lainnya – software engineer (insinyur perangkat lunak), spesialis pemasaran, dan lain sebagainya. Jadi kamu mungkin dapat langsung mengetahui bahwa keterampilan yang kuat dalam kerja tim adalah suatu keharusan.

Setelah kamu mengumpulkan semua informasi tentang bagaimana pengguna bertindak dan bereaksi terhadap elemen-elemen tertentu dari sebuah platform, maka tugas seorang desainer UX adalah untuk membuat (atau membuat ulang, tergantung pada situasi) elemen antarmuka yang tidak hanya akan menarik perhatian pengguna tersebut tetapi juga meningkatkan tingkat interaksi mereka dengan platform itu sendiri.

Jadi, itulah deskripsi umum dari jalur karir sebagai UX designer. Jujur, ini adalah informasi yang sangat mendasar yang harus diketahui oleh mereka yang ingin mencari cara menjadi UX designer. Dengan demikian, kita sekarang dapat beralih ke pembahasan tentang bagaimana cara masuk ke dalam dunia desain UX.

Cara Menjadi UX Designer

Ini mungkin tidak akan mengejutkan bagi kamu, tetapi ada banyak variabel yang terlibat dalam cara menjadi UX designer. Misalnya seperti kemampuan untuk bekerja dalam tim, memiliki etika kerja yang ketat, memperbarui portofolio kamu secara konstan adalah suatu keharusan. Baiklah, setelah kita berbicara tentang apa itu UX designer, sekarang kita akan berbicara tentang tiga aspek besar yang esensial untuk diketahui kalau kamu sedang mempertimbangkan karir desainer UX. Tiga aspek ini adalah pendidikan, motivasi, dan pengalaman. Mari kita mulai pembahasan tentang pendidikan.

Pendidikan

Pendidikan akan menjadi salah satu hal pertama yang muncul ketika kamu mencoba mencari cara menjadi UX designer. Dan tidak mengherankan – akhir-akhir ini, hampir semua pekerjaan di “posisi atas” yang menjamin stabilitas membutuhkan setidaknya semacam gelar pendidikan tinggi. Desain UX pun tidak terkecuali.

Namun, cara menjadi UX designer, kamu mungkin tahu bahwa para profesional ini mencapai posisinya dengan cara yang berbeda dari, misalkan, ahli matematika. Dengan matematika, jalannya jelas – kamu mendapatkan gelar sarjana atau master, dan kamu siap untuk bekerja! Tentu, kamu harus memiliki keterampilan yang hebat dalam berpikir analitis dan logis, tetapi ini biasanya kamu peroleh selama studi kamu.

Akan tetapi, cara menjadi UX designer agak berbeda. Pertama-tama, orang-orang ini harus menjadi desainer yang hebat – pastinya. Selain itu, desainer ini harus dapat memahami keinginan dan kebutuhan pengguna DAN dapat berkomunikasi dengan kolega mereka secara efisien dan ringkas. Ini adalah sesuatu yang mungkin membutuhkan banyak pekerjaan tambahan dan juga latihan – tidak semua orang bisa mempunyai empati seperti ini dari awal! Tentunya butuh waktu untuk berhasil mempelajari cara menjadi UX designer.

how-to-become-a-ux-designer

Kembali ke pendidikan formal, pilihan terbaik adalah untuk mencari gelar dalam penelitian dan desain UX. Setelah kamu menyelesaikan studi ini dan menerima sebuah ijazah, kamu memiliki dua opsi – baik melanjutkan belajar UX (misalnya, memulai program master) atau mencoba mencari pekerjaan desainer UX tingkat pemula/entry-level.

Selain pendidikan formal, ada juga pilihan untuk menjadi desainer UX otodidak atau belajar UX dari kursus online dan tutorial. Percaya atau tidak, kursus online menjadi cara yang populer untuk belajar dan memperoleh pendidikan yang hampir menyaingi pendidikan formal di bidang-bidang tertentu! Ini juga merupakan alasan mengapa saya menyebutkan dua opsi tersebut (terus belajar UX atau mulai mencari pekerjaan) ketika kita berbicara tentang pendidikan formal. Meskipun beberapa profesi (misalkan ilmu komputer atau data, software engineering/rekayasa perangkat lunak, dll.) masih mengharuskan kamu untuk memiliki ijazah S1 atau master di bidang yang bersangkutan untuk bisa mendapatkan pekerjaan tersebut, desain UX, sekali lagi, berbeda. Perusahaan-perusahaan tahu bahwa orang yang mencari cara menjadi UX designer perlu memiliki beragam keterampilan. Itulah sebabnya mereka lebih memperhatikan karakter seseorang, daripada keterampilan mereka sendiri. Sebagai tambahan, banyak perusahaan saat ini memiliki program-program pelatihan khusus. Jika atasannya menyukai kamu sebagai seorang pribadi (dan berpendapat bahwa kamu akan menjadi pekerja keras yang berdedikasi), mereka dapat mempekerjakan kamu dan kemudian membantu kamu untuk membangun pengetahuan khusus ini pada pemahaman dasar yang sudah kamu miliki.

Jadi, pendek kata, kalau kamu ingin tahu bagaimana cara menjadi UX designer, perlu diingat bahwa meskipun spesifik, pendidikan formal itu penting, ini adalah satu sisi dari sebuah koin. Calon atasan akan menganalisis karakter kamu sama seperti mereka akan memeriksa keterampilan kamu dengan desain UX. Dengan itu, mari kita beralih ke pembahasan berikutnya dalam ulasan ini – motivasi.

Motivasi

Meskipun aspek ini tidak spesifik seperti pendidikan, motivasi sama pentingnya dengan belajar UX secara mendalam. Izinkan saya menjelaskan bagaimana krusialnya motivasi dalam proses cara menjadi UX designer ini.

Dalam desain UX, motivasi tidak hanya berarti minat yang kuat pada desain grafis atau pembuatan UI. Kalau kamu ingin menjadi UX designer yang ahli, kamu harus tertarik dengan perilaku manusia dan komunikasi sosial. Saya sudah mengatakan ini beberapa kali, karena ini sangat penting dan tidak bisa diabaikan – desainer UX bekerja dengan banyak orang sebanyak (bahkan mungkin lebih dari) bekerja sendiri. Salah satu alasan utama mengapa saya terus menyebutkan ini adalah karena banyak orang ketika mendengar kata “desain“, mereka segera berpikir bahwa pekerjaan mereka adalah hanya duduk di depan komputer dan membuat berbagai macam desain. Meskipun memang benar, itu hanyalah separuh darinya – kamu harus menghabiskan waktu untuk menganalisis apa yang disukai dan tidak disukai para pengguna, bagaimana mereka bereaksi terhadap warna, bentuk, dan gambar yang berbeda, baru KEMUDIAN kamu bisa duduk untuk membuat desain yang sebenarnya.

Semua informasi di atas hanya untuk menjelaskan seperti apa minat kamu yang sebenarnya terjadi di dunia nyata ketika berpikir tentang desain UX. Sambil mencari tahu cara menjadi UX designer, kamu juga harus mempertimbangkan motivasi kamu untuk mendapatkan pekerjaan ini – apakah kamu menginginkannya karena jalur karir ini benar-benar menarik untuk kamu? Atau hanya karena bayarannya yang lumayan?

Apa pun alasannya, calon atasan kamu akan mengetahui motivasi kamu selama wawancara kerja. Kalau kamu benar-benar menyukai subjek ini – jangan khawatir! Minat dan dedikasi kamu akan terlihat! Akan tetapi, hal yang sama juga berlaku jika kamu tidak terlalu tertarik dengan bidang ini, dan hanya ingin mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang bagus.

Jadi, sekarang, kita sudah bicara tentang aspek pendidikan dan motivasi dalam cara menjadi UX designer. Ada satu aspek lagi yang perlu dibahas yang penting bagi siapa pun yang ingin menjadi desainer UX – pengalaman.

Pengalaman

Tak diragukan lagi, pengalaman itu penting ketika memulai cara menjadi UX designer. Namun, banyak orang bertanya-tanya tentang karir desainer UX yang tanpa memerlukan pengalaman. Ini wajar! Banyak yang bercita-cita menjadi desainer yang baru lulus perguruan tinggi atau universitas dan belum pernah bekerja di bidang desain UX dan mereka sedang mencari pekerjaan pertama mereka. Meskipun mungkin agak lebih sulit untuk mendapatkan pekerjaan tanpa pengalaman yang tepat, ini bukannya tidak mungkin – di sinilah pendidikan dan motivasi berperan.

Jika kamu memiliki pendidikan yang tepat (baik formal maupun tidak) dan benar-benar termotivasi, maka pengalaman bekerja di bidang UX adalah aspek sekunder dalam cara menjadi UX designer. Selama wawancara, kamu bisa menunjukkan kepada calon atasan kamu bahwa kamu benar-benar menginginkan pekerjaan itu, dan siap untuk bekerja keras. Namun, tanpa pengalaman, sebenarnya mendapat panggilan wawancara kerja menjadi bagian yang sulit. Jika CV kamu kosong, kemungkinan kamu tidak akan mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan dedikasi kamu pada penelitian dan desain UX – kamu tidak akan diundang ke wawancara kerja, biasanya.

Tapi sebentar dulu, ada cara untuk bisa membuat CV kamu agar lebih menarik calon atasan. Kursus online bersertifikat, seminar, berbagai proyek, dan kegiatan lainnya dapat memperkaya CV kamu dan menunjukkan kepada atasan kamu bahwa, meskipun kamu tidak memiliki pengalaman kerja di perusahaan sebelumnya, kamu terus-menerus berpartisipasi dalam kegiatan yang berkaitan dengan desain UX, dan ini menunjukkan motivasimu untuk mendapatkan pekerjaan.

Sekarang setelah kita telah membahas semuanya mulai dari deskripsi pekerjaan desainer UX hingga cara menjadi UX designer tanpa pengalaman, mari kita melihat lebih dekat mengapa orang-orang memilih desain UX sebagai jalur karir mereka.

Mengapa Desain UX?

Salah satu alasan utama mengapa orang ingin belajar UX design telah disebutkan beberapa kali dalam tutorial ini – yaitu gajinya. Bukan rahasia lagi bahwa profesi ini dapat memberimu gaji yang lumayan di akhir bulan – tetapi sebanyak apa yang kita bicarakan?

Menurut Glassdoor.com, gaji tahunan rata-rata seorang desainer UX hampir sebesar $90.700. Ini setara dengan $7.560 per bulan! Tanpa diragukan lagi, ini adalah jumlah yang besar – dan hanya perkiraan rata-rata! Jika kamu baru memulai, kemungkinan kamu akan menghasilkan jauh lebih sedikit (terutama jika kamu belum memiliki pengalaman kerja sebelumnya di bidang ini). Namun, begitu kamu sudah terbiasa di bidang ini, kamu dapat berharap untuk mendapatkan lebih banyak lagi – semuanya tergantung pada etiket kerja kamu!

Satu lagi faktor yang menarik banyak orang untuk bertanya-tanya bagaimana cara menjadi UX designer adalah kespesialan pekerjaan itu sendiri. Kamu tidak hanya dapat mengerjakan sendiri desain unik kamu, tetapi kamu juga dapat bekerja dengan berbagai macam jenis orang yang berbeda. Ini berarti bahwa pekerjaan kamu tidak membosankan, dan akan ada tantangan baru untuk diselesaikan setiap harinya. Meskipun ini tidak mudah, ini akan membuat kamu belajar banyak, dan kemudian menerapkan pengetahuan kamu dalam pekerjaan pribadi kamu sendiri.

Cara Menjadi UX Designer: Kesimpulan

Sekarang, kamu sudah memiliki gambaran yang baik tentang apa pekerjaan desainer UX dan semua hal yang perlu kamu ketahui untuk belajar cara menjadi UX designer. Meskipun profesi ini tidak begitu mudah, profesi ini akan memberimu tugas yang baru dan menarik setiap harinya. Jika menjadi bosan dan stagnasi adalah musuh terbesar kamu, dan kamu suka desain DAN juga bekerja dengan orang banyak, maka desain UX adalah bidang yang sesuai untukmu.

Tambahkan Komentar

Klik di sini untuk mengirim komentar

More in Gaji, Karir, Lainnya, Piranti Lunak
Git VS GitHub: Apa Perbedaannya?
Git VS GitHub: Apa Perbedaannya?

Close