Beli Ethereum atau Tidak? Semua yang Perlu Kamu Pertimbangkan

Apakah Anda tahu?

Want to get smarter & wealthier with crypto?

Subscribe - We publish new crypto explainer videos every week!

How to Avoid Crypto Taxes? (Legal Ways Explained)

How to Avoid Crypto Taxes? (Legal Ways Explained) How to Avoid Crypto Taxes? (Legal Ways Explained)

Pengantar

Haruskah saya beli Ethereum? Ini adalah pertanyaan yang terbersit dalam benak kita setidaknya sekali seumur hidup. Cryptocurrency (mata uang kripto) telah menarik perhatian kita dan menolak untuk melepaskannya.

Ke mana pun kamu pergi, kamu tidak dapat menghindar dari mendengar namanya.

Ethereum adalah salah satu cryptocurrency terbesar di dunia. Ini dibahas di TV, internet, di sekitar dispenser air di tempat kerja dan kafe di seluruh dunia.

Di dunia yang sedang dilanda tren-kripto ini, kamu tidak bisa tidak bertanya pada diri sendiri, "Haruskah saya beli Ethereum atau cryptocurrency lain?"

Ini adalah pertanyaan yang ingin dijawab oleh tutorial ini. Atau setidaknya memberi kamu informasi untuk membantumu membuat keputusan.

Apa Itu Ethereum?

Beli Ethereum atau Tidak? Semua yang Perlu Kamu Pertimbangkan

Ethereum adalah salah satu pemain terbesar di pasar cryptocurrency. Ia adalah platform blockchain. Ethereum menghasilkan cryptocurrency kedua paling berharga di dunia, Ether (ETH).

Vitalik Buterin mengusulkan blockchain Ethereum pada tahun 2013. Ini adalah alat untuk membantu kita membuat aplikasi terdesentralisasi.

Ini menimbulkan pertanyaan, "Apa itu aplikasi terdesentralisasi?"

Sederhana, aplikasi terdesentralisasi aplikasi yang berjalan pada blockchain. Aplikasi blockchain yang terdesentralisasi lebih sulit dirusak dibandingkan aplikasi tradisional.

Kedengarannya rumit, tetapi tidak.

Bayangkan, kamu memberi seorang teman Rp 10.000. Untuk itu, dia menjanjikan kamu es krim besok.

Hari esok datang, temanmu memberi tahu bahwa dia tidak memiliki es krimnya dan tidak bisa mendapatkannya. Kamu harus percaya bahwa teman kamu mengatakan yang sebenarnya.

Kemudian, kamu melihat temanmu itu sedang makan es krim. Dia berbohong padamu. Kamu merasa dikhianati. Ketika kamu berhadapan dengannya, temanmu menyangkal bahwa dia telah mendapat uang Rp 10.000 dari kamu sehari sebelumnya.

Itu adalah kata-katanya yang menentang kamu.

Ini adalah contoh situasi sederhana yang dipecahkan oleh blockchain Ethereum.

Dengan kontrak pintar (smart contact), kamu memberi teman kamu Rp 10.000 dan membuat sebuah kontrak pintar. Kontrak pintar adalah perjanjian otomatis dan anti-kerusakan.

Kamu akan secara otomatis mendapatkan es krim besok, selama teman kamu memilikinya dan dia menerima Rp 10.000 dari kamu. Keesokan harinya, es krim secara otomatis muncul di tangan kamu segera setelah temanmu membelinya. Walaupun (katakan) dia tidak berniat memberikannya kepadamu.

Teman kamu tidak dapat mengacaukan perjanjian ini. Kontrak pintar dienkripsi dan disimpan di dalam ribuan buku besar (ledger) di seluruh dunia, yang disebut blockchain.

Teman kamu harus mengubah catatan di dalam setiap buku besar yang mencatat persetujuan kamu. Secara praktis tidak mungkin. Jauh lebih baik daripada hanya mengandalkan kepercayaan, bukan?

Menjaga agar blockchain tetap berjalan membutuhkan banyak daya komputasi dan listrik. Blockchainnya menghasilkan mata uang kripto untuk memberi penghargaan kepada para sukarelawan karena melakukan pekerjaan pemeliharaan ini.

Dalam Ethereum, mata uang ini disebut Ether atau ETH. Ini adalah cryptocurrency paling berharga kedua di dunia, setelah Bitcoin.

Langkah pertama dalam menjawab pertanyaan "Perlukah saya beli Ethereum?" Adalah mengetahui apa itu Ethereum sebenarnya.

Namun, untuk membuat keputusan yang tepat, masih banyak hal yang harus dipahami, jadi teruslah membaca.

Bagaimana Cara Menambang Ether?

Untuk menjaga agar blockchain tetap aman, setiap transaksi dienkripsi di dalamnya. Kemudian, blockchain memperbarui semua buku besar di seluruh dunia.

Sistem mencatat setiap perubahan dalam blok-blok. Ketika satu blok mencapai kapasitasnya, blockchain membuat blok yang lain.

Blockchain mengenkripsi setiap transaksi. Teka-teki yang perlu kamu pecahkan untuk mendapatkan datanya sangat sulit sehingga hampir tidak mungkin untuk diretas.

Orang-orang yang memecahkan teka-teki yang membuat blockchain tersebut disebut sebagai penambang (miner).

Kebanyakan Ether ditambang menggunakan GPU (Graphics Processing Unit) dan mesin ASIC khusus. Sebagian besar operasi penambangan Ethereum mencapai skala industri.

Memecahkan teka-teki sulit untuk membuat Ether membutuhkan sistem kamu untuk bekerja maksimal setiap saat. Ini membuat lonjakan tagihan listrik. Perangkat keras (hardware) juga menjadi aus lebih cepat dari biasanya.

Pernahkah kamu mengeluh tentang harga GPU karena sangat mahal? Sekarang kamu tahu mengapa demikian. Penawaran jauh berada di belakang permintaan = harga menjadi meroket. Ini contoh terbaik dari kapitalisme.

Jadi, ketika kamu bertanya pada diri sendiri, "Haruskah saya beli Ethereum atau menambangnya?", Jawabannya adalah beli Ethereum. Kecuali kalau kamu cukup kaya untuk berinvestasi untuk membangun fasilitas penambangan sendiri.

Kecepatan Transaksi Ethereum

Penskalaan (perluasan jaringan atau scaling) merupakan salah satu kendala terbesar dalam pengadopsian teknologi blockchain. Lebih banyak transaksi = lebih lama untuk menunggu blockchain bagi mengejar dan memproses semua transaksi.

Pesaing terpusat/tersentralisasi dapat menawarkan transaksi lebih cepat bila dibandingkan dengan blockchain.

Blockchain Ethereum dapat memproses 15 transaksi per detik; VISA memproses 45.000 transaksi.

Para pengembang Ethereum selalu aktif dalam menangani masalah skalabilitas blockchain mereka. Vitalik Buterin, pendiri Ethereum, percaya bahwa blockchainnya dapat mencapai 1.000.000 transaksi per detik suatu hari nanti.

Keamanan Ethereum

Keamanan adalah salah satu nilai jual Ethereum yang terbesar.

Aplikasi-aplikasi yang dibangun di blockchain ini (disebut dApps atau aplikasi terdesentralisasi) lebih aman secara signifikan dan lebih tahan terhadap peretasan dibandingkan perangkat lunak (software) yang kamu gunakan sekarang.

Mustahil untuk membuat kecurangan pada buku besar Ethereum. Akan tetapi, blockchain Ethereum pernah mengalami skandal peretasan di masa lalu karena terdapat kecacatan pada kontrak pintarnya.

Yang paling terkenal adalah peretasan DAO, di mana kontrak pintar yang ditulis dengan buruk mengakibatkan Ether senilai $50 juta berada dalam resiko untuk dicuri.

Untuk mengatasi masalah ini, para pengguna blockchain Ethereum mengadakan pemungutan suara dan mengubah aturan yang mengatur sistemnya.

Mereka melakukan "hard fork" (percabangan) dan membagi sistem Ethereum menjadi dua sistem yang bersaing, Ethereum dan Ethereum Classic.

Blockchainnya berkembang sejak saat itu. Lalu banyak orang bertanya-tanya, "Haruskah saya beli Ethereum?" Dan kebanyakan dari mereka menjawab YA!

Jawaban untuk pertanyaan, “Perlukah saya untuk beli Ethereum?” Saat ini adalah “Mungkin, tergantung situasinya.” Kamu perlu tahu lebih banyak sebelum kamu keluar (atau secara online dalam hal ini) dan memutuskan untuk membelinya.

Bagian selanjutnya akan membantumu untuk membuat keputusan yang tepat.

Apakah Sekarang Waktu yang Tepat untuk Beli Ethereum?

Beli Ethereum atau Tidak? Semua yang Perlu Kamu Pertimbangkan

Jawaban untuk pertanyaan, “Haruskah saya beli Ethereum?” Seringkali “ya”, karena Ethereum adalah salah satu cryptocurrency paling populer dan terkenal di dunia.

Tapi.

Jauh lebih sulit untuk menjawab pertanyaan yang selanjutnya, "Haruskah saya beli Ethereum sekarang?" Baca terus untuk mengetahui cara untuk memberi penilaian.

Bandingkan Pertukaran Kripto Dengan Pertukaran Kripto Lainnya

Apakah Anda tahu?

Pernahkah Anda bertanya-tanya crypto exchange mana yang terbaik untuk tujuan trading Anda?

Lihat & bandingkan TOP crypto exchange secara berdampingan

Perubahan Harga Ethereum Terakhir

Pada saat penulisan kalimat ini (26 September 2018), harga 1 ETH adalah $214,26 (sekitar Rp 3 juta) menurut ethereumprice.org.

Namun, pada saat saya menyelesaikan bagian ini, harga ETH bisa jadi sangat berbeda. Inilah sebabnya mengapa sulit untuk menjawab pertanyaan "Haruskah saya beli Ethereum sekarang" dengan pertanyaan "Ya."

Penawaran dan permintaan mengendalikan harga Ether, seperti semua hal lain di dunia.

Kalau lebih banyak orang ingin membeli Ether daripada penjualnya, harganya naik. Jika lebih banyak orang ingin menjual Ether daripada pembeli, harganya turun.

Dalam 24 jam terakhir, pada saat penulisan ini, harga Ether naik sebesar $3,01. Selama seminggu, naik sebesar $5,70. Harganya turun sebesar $59,99 (Rp 851.588) selama sebulan terakhir dan sebesar $236,91 (Rp 3,3 juta) selama tiga bulan terakhir.

Walaupun sebagian orang akan mengatakan bahwa ini adalah tanda bahwa semua harus membuang (menjual) Ether mereka, sebagian yang lain menemukan saat yang tepat untuk membuat investasi Ethereum.

Kamu akan belajar tentang berinvestasi di blockchain Ethereum nanti.

Bagaimana Cara Mengetahui Perubahan Harga Ethereum Terbaru?

Ada beberapa cara untuk mengetahui harga Ether dan melihat bagaimana perubahannya seiring waktu.

Ada ethereumprice.org yang disebutkan di atas, ETHnews.com, CoinDesk, dan banyak lagi. Temukan yang paling kamu sukai.

Banyak alat pelacakan harga cryptocurrency dapat menunjukkan harga Ether secara waktu nyata (real-time).

Mereka juga dapat memberi kamu grafik yang menunjukkan bagaimana harganya berubah selama hari, minggu, bulan, enam bulan, atau bahkan setahun yang terakhir. Alat yang kami sebutkan di atas pasti bisa melakukan ini.

Bagaimana untuk Memutuskan Apakah Saya Perlu Beli Ethereum Sekarang atau Tidak?

Jawaban untuk pertanyaan, "Haruskah saya beli Ethereum sekarang?" Adalah "Ya," jika kamu percaya pada prinsip di balik koin Ether ini.

Sebelum kamu memutuskan untuk membeli, kamu harus tahu bahwa banyak orang yang mengatakan bahwa harga Ether akan terus turun. Namun ada banyak juga yang mengatakan bahwa penurunan harga saat ini hanyalah sebuah fase dan Ethereum akan pulih pada akhir 2018.

Ketika ditanya, "Haruskah saya beli Ethereum sekarang?", banyak yang ragu akan Ethereum mengatakan bahwa ini sia-sia saja. Menurut mereka, lebih baik mendapatkan koin yang lebih kecil. Mereka berharap untuk mengambil koin yang lebih kecil ini ke institusi keuangan bukan bank ketika nilai mereka meledak. Orang-orang pesimis ini memang ada benarnya dalam beberapa argumen mereka. Mereka mengkritik lambatnya kecepatan transaksi Ethereum dan peningkatan pasokannya.

Para penggemar Ethereum setuju pada pernyataan Vitalik Buterin bahwa adalah ide yang baik untuk menurunkan pengeluaran Ether ke nol pada waktunya. Ini akan menghentikan pasokan Ether dari pertumbuhan dan kemudian menaikkan harganya, karena penawaran & permintaan. Blockchain Ethereum terus diperbaiki kualitasnya, dengan banyak sumber daya diarahkan untuk menyelesaikan permasalahnya.

Untuk menjawab pertanyaan esensial “Haruskah saya beli Ethereum sekarang?” bayangkan seperti permainan bola basket. Kamu dapat memilih pemain baru yang menjanjikan untuk tim kamu, namun sama sekali belum terbukti. Dia mungkin bisa menjadi LeBron James di masa depan atau bisa mengalami cedera sehingga tidak pernah mencapai potensinya. Ini adalah koin kecil yang menjanjikan, atau “Ethereum berikutnya.”

Atau.

Kamu dapat memilih pemain senior yang terbukti dengan tim pelatih pribadi yang membantunya untuk meningkatkan keahliannya setiap hari, meskipun kehebohan tentang pemain ini telah mereda. Dengan kata lain, Ethereum.

Kedua opsi di atas memiliki pro dan kontra; keputusan akhirnya terserah padamu.

Mana yang Sebaiknya Saya Beli: Bitcoin vs Ethereum?

Jika kamu pernah mendengar tentang koin selain Ethereum, seperti Bitcoin, kamu mungkin bertanya pada diri sendiri, "Ethereum vs Bitcoin. Mana yang lebih bagus untuk dibeli?"

Kami dapat membantu kamu untuk memilih.

Apa itu Bitcoin?

Beli Ethereum atau Tidak? Semua yang Perlu Kamu PertimbangkanSama seperti Ether, Bitcoin adalah mata uang kripto teratas. Ini adalah koin yang pertama dirilis.

Satoshi Nakamoto, orang atau kelompok anonim (tak diketahui nama aslinya), membuat Bitcoin pada tahun 2009.

Sejak awal, Bitcoin adalah sumber terbuka (open-source), artinya setiap orang dapat melihat kodenya. Bitcoin memegang rekor harga cryptocurrency tertinggi yang pernah tercatat, hampir mencapai $20k (Rp 283,9 juta). Sejak saat mengejutkan itu, harganya telah turun ke sekitar $6,5k (Rp 92,3 juta) pada saat penulisan ini.

Harga dapat merubah jawabanmu akan dilema “Haruskah saya membeli Ethereum vs Bitcoin” ke arah yang lain. Jika kamu membenci pecahan tetapi belum bisa mengalokasikan cukup uang untuk membeli satu Bitcoin, Ethereum adalah pilihan yang tepat untukmu.

Apa Perbedaan di Antara Bitcoin dan Ethereum?

Perbedaan terbesar antara Bitcoin vs Bitcoin adalah tujuan dari dua koin tersebut.

Bitcoin dibuat untuk menggantikan uang nyata, sementara Ethereum diciptakan untuk membantu orang-orang untuk mengembangkan aplikasi yang terdesentralisasi (dApps) dengan kontrak pintar yang bisa disesuaikan.

Kedua blockchain ini menghasilkan cryptocurrency (Bitcoin dan Ether) untuk memberikan kompensasi kepada orang-orang yang melakukan pekerjaan untuk mengamankan blockchainnya.

Meskipun kamu dapat melakukan pemembayaran dengan Ether, blockchain Ethereum dikembangkan dengan tujuan yang berbeda.

Kecepatan transaksi adalah perbedaan lain antara Ethereum vs Bitcoin.

Ethereum dapat menangani 15 transaksi per detik (dan Vitalik Buterin menyatakan bahwa mungkin akan mencapai 1 juta per detik suatu hari nanti), sedangkan Bitcoin dapat menangani sekitar 7 transaksi.

Dilema

Ketika kamu bertanya pada diri sendiri, "Bitcoin vs Ethereum. Mana yang lebih bagus?", pertimbangkan hal-hal ini untuk mendapatkan jawabannya:

  • Bitcoin adalah untuk pembayaran, Ethereum adalah untuk dApps yang didorong oleh kontrak pintar.
  • Bitcoin hampir tiga kali lebih mahal tetapi juga merupakan cryptocurrency yang paling terkenal di dunia.
  • Keduanya tidak begitu cepat karena masalah skalabilitas.
  • Penggunaan teknologi blockchain mana yang lebih menarik bagimu? Mata uang yang bebas atau aplikasi yang aman?

Jawaban saya pribadi terhadap dilema “Haruskah saya membeli Bitcoin atau Ethereum” adalah yang terakhir karena saya melihat kontrak pintar jauh lebih menarik. Bagaimana dengan kamu?

Bagaimana dengan Litecoin vs Ethereum?

Apa Itu Litecoin?

Beli Ethereum atau Tidak? Semua yang Perlu Kamu Pertimbangkan

Ketika kamu bertanya, "Haruskah saya membeli Ethereum atau Litecoin?", tanyalah apa yang lebih berharga bagimu:

  • Kontrak pintar

atau

  • Pembayaran lebih murah dan lebih cepat (daripada Bitcoin, setidaknya)

Mengapa?

Bahkan Charlie Lee, pendiri Litecoin, mengakui bahwa ini adalah tiruan dari Bitcoin dalam banyak hal. Satu-satunya perbedaan antara keduanya adalah Litecoin dibuat untuk menjadi, ya kamu bisa menebaknya, versi Bitcoin yang lebih ringan.

Karena beberapa kerumitan teknis yang melibatkan algoritma Scrypt, yang digunakan untuk menambang Litecoin, lebih cepat dan lebih mudah untuk menambang Litecoin daripada kakaknya, Bitcoin.

Apa Perbedaan antara Litecoin vs Ethereum?

Perbedaan antara Litecoin dan Ethereum sama dengan perbedaannya dengan Bitcoin: tujuan.

Jawaban atas pertanyaan "Apakah saya harus beli Ethereum atau Litecoin?" Tetap sama, kecuali kalau tujuan Litecoin lebih kamu sukai daripada Bitcoin atau Ethereum.

Dua kelemahan utama Bitcoin — kecepatan yang kurang dan juga harga transaksinya — jauh lebih sedikit dengan Litecoin.

Litecoin jauh lebih murah daripada Bitcoin, dengan biaya sekitar $57 (Rp 810.683) per koin. Kecepatan transaksi Litecoin dan Ethereum juga serupa lajunya, ini menghilangkan sisi negatifnya.

Jadi, bagaimana?

Ethereum dibangun berdasarkan ide tentang kontrak pintar yang memungkinkan pembuatan dApps (aplikasi terdesentralisasi) yang dijalankan oleh kontrak pintar.

Litecoin ditujukan untuk menjadi alternatif Bitcoin yang lebih ringan, lebih cepat dan lebih murah, yang digunakan untuk membuat pembayaran dan akhirnya mengganti uang nyata.

Kalau kamu bertanya, “Haruskah saya membeli Litecoin atau Ethereum?”, Saya menjawab:

Tujuan mana yang lebih menarik bagimu, pembayaran harian menggunakan cryptocurrency atau aplikasi yang aman? Kalau kamu memilih pembayaran dengan mata uang kripto, pilihlah Litecoin. Kalau aplikasi terdesentralisasi lebih kamu sukai, pilih Ethereum.

Bagaimana dengan Investasi Ethereum?

Kita sebelumnya telah membahas tentang pembelian cryptocurrency, demi membantumu untuk mencapai jawaban untuk pertanyaan seperti "Perlukah saya beli Ethereum sekarang?", atau “Haruskah saya membeli Bitcoin atau Ethereum?", dan" Lebih baik saya membeli Litecoin atau Ethereum? ".

Kita belum membicarakan tentang apa yang harus kamu lakukan dengannya setelah kamu membelinya.

Seringkali, sebagian besar penjualan cryptocurrency dilakukan atas dasar investasi. Kemungkinan besar kamu telah mendengar cerita tentang orang-orang yang mengikuti tren Bitcoin di awal dulu lalu menjadi jutawan pada usia 19.

Sebelum kamu memutuskan untuk mencobanya sendiri dan selagi kamu masih bertanya, "Haruskah saya investasi Ethereum atau mata uang kripto lainnya?" Daripada kami memberi tahu kamu apa yang harus dilakukan, mari kita lihat lebih dulu apakah ini adalah sesuatu yang kamu benar-benar ingin lakukan.

Apa Itu Investasi Jangka Pendek?

Investasi jangka pendek, atau disebut juga dengan flipping (membalik), adalah tindakan membeli sesuatu dan berharap untuk segera menjualnya, demi keuntungan.

Ini merupakan kegiatan yang mendebarkan dan membutuhkan pemahaman yang kuat tentang pasar yang kamu masuki, kecepatan dalam mengambil keputusan dan mental baja.

Pasar cryptocurrency sangat fluktuatif. Ini berarti bahwa harga-harga berubah dengan cepat, seringkali dengan jumlah yang signifikan. Investor jangka pendek yang hebat dapat menghasilkan banyak uang dengan cepat. Atau bisa juga kehilangan banyak uang dengan cepat.

Mari kembali ke pertanyaan utama dari bagian ini, "Haruskah saya membuat investasi dalam Ethereum?". Demi memperjelas, mari batasi ruang lingkup pembahasan pada investasi untuk jangka pendek.

Apakah Ethereum merupakan investasi jangka pendek yang menguntungkan? Ya, hanya jika kamu dapat meraih waktu yang tepat.

Ketika saya menulis artikel ini, harga Ethereum kurang lebih mencapai $217 secara stabil, sebelum turun ke $214 dalam hitungan menit. Seseorang mungkin menjual banyak Ethereum saat itu, mungkin sebagai bagian dari strategi investasi jangka pendeknya.

Apa Itu Investasi Jangka Panjang?

Seperti namanya, investasi jangka panjang adalah saudara dari investasi jangka pendek. Perbedaannya adalah ini tentang keuntungan jangka panjang.

Investasi jangka panjang membutuhkan penelitian yang cermat karena skala investasmu biasanya jauh lebih besar. Investasi semacam ini juga membutuhkan lebih banyak keberanian. Jauh lebih sulit untuk melihat harga mata uang kripto yang kamu pilih jatuh, lalu tetap bertahan selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun.

Kamu bisa lebih banyak kehilangan namun juga bisa lebih banyak mendapat keuntungan dalam investasi jangka panjang.

Saat ini, debat panas tentang Ethereum berkisar seputar prospek jangka panjang koin ini. Pertanyaan yang harus kamu tanyakan pada diri kamu sendiri sekarang adalah: "Haruskah saya investasi Ethereum untuk jangka panjang?" Jawabannya tergantung pada siapa yang kamu percayai setelah melakukan penelitian di internet.

Sebagian orang mengatakan bahwa harga Ether mungkin mencapai $0 untuk pertama kalinya, sementara sebagian orang yang lain mengklaim bahwa harganya akan pulih. Beberapa analis bahkan memperkirakan bahwa harga Ethereum dapat naik menjadi $1.000 pada akhir tahun karena para pengembangnya meningkatkan kualitas platform dan memecahkan beberapa masalah terkait dengan penskalaannya.

Kalau kamu percaya akan masa depan Ethereum, investasi jangka panjang ke dalam koin ini sekarang mungkin sesuatu yang baik untuk dilakukan. Namun, kalau kamu tidak yakin, jangan berinvestasi. Sederhana, kan?

Ulasan Dompet Electrum
Pro
  • Salah satu dompet Bitcoin tertua
  • Sangat mudah digunakan
  • Berbasis perangkat lunak
Ulasan Dompet Exodus
Pro
  • Mudah digunakan
  • Memiliki dukungan pelanggan
  • Mendukung banyak mata uang kripto
Ulasan MyEtherWallet
Pro
  • Tampilan antarmuka memiliki peringkat teratas
  • Tanpa biaya
  • Open source

Jadi, Haruskah Saya Beli Ethereum?

Salah satu investor paling sukses di dunia, Warren Buffet, merangkum strategi investasinya seperti ini:

"Jauh lebih baik untuk membeli perusahaan yang bagus dengan harga yang wajar, daripada perusahaan yang biasa dengan harga yang murah."

Mr. Buffet juga menyukai peluang investasi jangka panjang, dengan mengatakan:

"Hanya beli sesuatu yang membuatmu tetap bahagia walaupun ketika pasar harus tutup selama sepuluh tahun."

Walau begitu, Warren Buffet sendiri tidak percaya akan mata uang kripto.

Jadi, ketika kamu bertanya kepada saya, "Haruskah saya berinvestasi di Ethereum?", Saya hanya bisa mengatakan bahwa harga Ether telah turun baru-baru ini, jadi sekarang adalah waktu yang tepat untuk membeli, dengan asumsi:

  • Kamu percaya bahwa Ethereum adalah cryptocurrency yang luar biasa.
  • Kamu akan tetap puas dengan memiliki Ether kalaupun harganya turun menjadi $0 dan tetap seperti itu selama sepuluh tahun.

Semoga sukses!

Tinggalkan feedback jujur Anda

Tulis pendapat Anda & bantu ribuan orang untuk memiliki crypto exchange terbaik. Semua review, baik positif maupun negatif, diterima selama review Anda jujur. Kami tidak akan mempublikasikan review yang bias atau spam. Jadi, jika Anda ingin membagikan pengalaman/pendapat Anda atau memberikan saran - inilah saatnya!


TOP3 Kode Kupon Paling Populer

Terverifikasi

$600 WELCOME BONUS

Earn Huge Exclusive Binance Rewards
Peringkat
5.0
Terverifikasi

EARN UP TO 23%

By Staking on Kraken
Peringkat
5.0
Terverifikasi

Save 10%

On Ledger Backup Pack
Peringkat
5.0

FAQ

Is Ethereum a good investment?

No one can predict the future, however, it seems that Ethereum can be a highly profitable investment, just like many other cryptocurrencies. If you want to make money from Ethereum, you can also try out Ethereum faucets, mining and staking. 

Where to buy ETH?

There are multiple cryptocurrency exchanges that support ETH, however, it's always recommended to choose the most reliable options

  • Coinbase - the most popular option.
  • Simplex - easiest way to purchase ETH.
  • Binance - supports hundreds of different cryptocurrencies.  

Bagaimana cara memilih crypto exchange terbaik?

Ketika mencari crypto exchange terbaik, Anda perlu menyeimbangkan antara fitur-fitur utama yang perlu dimiliki crypto exchange top dan juga fitur-fitur tertentu yang Anda pribadi minati. Sebagai contoh, semua exchange terbaik perlu memiliki fitur-fitur keamanan tingkat tinggi, namun jika Anda hanya berencana trading beberapa cryptocurrency yang paling utama, Anda tidak usah memikirkan variasi koin yang tersedia dalam suatu exchange.Semuanya akan bergantung pada pilihan Anda!

Cryptocurrency exchange mana yang paling cocok untuk pemula?

Ketika membaca ulasan crypto exchange terbaik, Anda akan menyadari bahwa sebagian besar exchange dirancang sehingga mereka mudah untuk digunakan. Walaupun ada beberapa exchange yang didesain dengan lebih ramping dan mudah dipakai, Anda tidak akan mengalami kendala apa pun saat menggunakan exchange top mana pun. Dari segi pengguna sendiri, banyak yang mengatakan bahwa KuCoin termasuk salah satu exchange paling simpel yang saat ini ada di pasaran.

Apa perbedaan antara crypto exchange dan broker?

Sederhananya, cryptocurrency exchange adalah tempat di mana Anda saling bertukar cryptocurrency dengan orang lain. Platform exchange (seperti Binance) berperan sebagai penengah - yaitu untuk menjembatani Anda (penawaran atau permintaan Anda) dengan orang lain (penjual atau pembeli). Pada kasus broker, tidak terdapat "orang kedua" - Anda datang dan menukarkan koin kripto atau uang fiat Anda ti dalam platform, tanpa ada campur tangan pihak ketiga. Ketika berbicara tentang peringkat exchange cryptocurrency, kedua istilah di atas (exchange dan broker) biasanya digabungkan menjadi satu istilah - exchange. Hal tersebut dilakukan untuk penyederhanaan.

Apakah semua cryptocurrency exchange terbaik berbasis di Amerika Serikat?

Tidak, sama sekali tidak! Walaupun ada beberapa cryptocurrency exchange top yang berbasis di AS (seperti KuCoin atau Kraken), ada juga beberapa platform teratas yang berlokasi di belahan dunia lain.. Sebagai contoh, Binance berada di Tokyo, Jepang, sedangkan Bittrex berlokasi di Liechtenstein. Ada beberapa alasan mengapa exchange tertentu memilih tuk berlokasi di negara tertentu, biasanya karena alasan kemudahan berbisnis. Namun, faktor geografi tidak mempengaruhi kualitas platform sendiri.

Hari
Jam
Menit
Detik