ZCash adalah Koin Keren Bernama ZEC. Pelajari Semuanya di Sini

Halo, para pecinta kripto, selamat datang ke panduan “ ZCash adalah Koin Keren” ini!

Jadi, kamu sudah dengar bahwa ZCash adalah mata uang kripto yang sangat mendebarkan perjalanannya, tetapi kamu belum yakin tentang cara kerjanya ZCash coin maupun cara penggunaannya? Nah, kamu telah berada di tempat yang tepat untuk belajar lebih lanjut tentangnya!

Ngomong-ngomong, kamu tau nggak sih kalau dulu nama ZCash adalah Zerocoin?

Baik, panduan “ ZCash adalah Koin Keren”ini akan menjelaskan semua yang kamu perlu tahu. Pertama, saya akan memberikan latar belakang mengenai ZCash. Lalu saya akan menjelaskan cara untuk menerapkannya di dunia nyata.

Saya juga akan membahas potensi ZCash coin untuk naik atau jatuh dalam nilai dalam jangka panjang. Namun sebelumnya, pemahaman mengenai teknologi ZCash adalah sangat penting. Jadi saya akan menguraikannya dengan cara yang sangat sederhana.

Jadi, saya harap kamu siap untuk belajar. Ayo kita mulai!

Apa itu ZCash?

Waktu kelahiran ZCash adalah di bulan Oktober 2016 oleh seorang developer bernama Zooko Wilcox. Wilcox sangat menyukai apa yang bisa dilakukan Bitcoin, tapi dia menyukai bagaimana transaksinya tersedia untuk dilihat semua orang. Sehingga dia ingin membuat sebuah blockchain yang membolehkan orang untuk mengirim dan menerima uang secara anonymous atau tidak bernama - tepat apa yang bisa dilakukan ZCash!

Untuk mewujudkan impiannya menjadi nyata, Wilcox membuat sebuah fork dari kode original Bitcoin. Wilcox membuat perubahan yang mengagumkan ke kode Bitcoin untuk memastikan bukan hanya sesuatu yang baru ini lebih privat dari Bitcoin, tetapi juga lebih cepat!

Catatan: Ketika blockchain di-fork, ini artinya kode originalnya disalin, namun setelahnya perubahan dibuat untuk memberi perbaikan. Beberapa fork blockchain yang terkenal termasuk Bitcoin Cash (di-fork dari Bitcoin) dan Ethereum Classic (di-fork dari Ethereum).

Salah satu peminat terbesar ZCash adalah seorang pelapor pelanggaran yang terkenal yaitu, Edward Snowden, yang baru-baru ini mengatakan bahwa ZCash adalah alternatif dari Bitcoin yang paling menarik! Projek ini juga menerima investasi pribadi dari ahli mata uang kripto legendaris Roger Ver dan mantan banker, Barry Silbert.

Blockchain ZCash memiliki mata uang kriptonya sendiri, yang juga dipanggil ZCash, atau “ZEC”. Secara total, akan ada paling banyak 21 juta ZEC coin, yaitu jumlah yang sama dengan jumlah maksimal Bitcoin. Diperkirakan jumlah tersebut akan diraih pada tahun 2032.

Namun dalam cara memproses transaksi, blockchain ZCash adalah jauh lebih cepat daripada Bitcoin dan juga lebih tinggi skalabilitasnya. Skalabilitas itu penting karena berarti sebuah blockchain dapat memproses banyak transaksi dalam waktu yang sama. Saya akan berbicara lebih jauh mengenai hal ini nanti..

Fitur utama yang dimiliki ZCash adalah kemampuannya untuk menyembunyikan identitas pengirim dan penerima. Bahkan kenyataannya, sangat pribadi sehingga yang kamu bisa lihat hanyalah tanggal dan waktu transaksi!

Seperti Bitcoin, tidak ada seorang atau otoritas tunggal yang mengendalikan ZCash - ini terdesentralisasi! Blockchainnya dipelihara oleh para penambang, yang mendapat ZEC coin sebagai imbalan dari waktu dan tenaga listrik yang mereka gunakan.

Jadi, sekarang kamu mempunyai pemahaman singkat mengenai apa itu Zcash dan kenapa dia dibuat, bagian selanjutnya dari panduan “ ZCash adalah Koin Keren” ini adalah penjelasan mengenai lebih banyak fitur secara detail!

Ulasan ZCash adalah Koin Keren: Bagaimana Cara Menggunakan ZCash?

Tujuan utama ZCash adalah untuk membolehkan orang-orang untuk mengirim dan menerima uang secara cepat, murah dan yang paling penting - secara pribadi. Bahkan, tim ZCash berharap bahwa suatu hari nanti sistem ini akan menjadi sistem pembayaran global yang digunakan masyarakat di seluruh dunia.

Pikirkan bagaimana caramu untuk mengirim uang kepada seseorang yang tinggal di negara lain. Kamu harus menggunakan sebuah pihak ketiga seperti bank atau Western Union. Opsi apapun yang kamu pilih, biayanya biasanya lumayan mahal.

Sebagai contoh, untuk mengirim Rp 2.879.000 ke Afrika Selatan akan memerlukan biaya sebesar 14,6% atau sekitar Rp 420.334! Ini merupakan biaya yang besar untuk seseorang yang belum begitu beruntung atau bahkan hidup di dalam kemiskinan. Transfer internasional seperti ini disebut “Remittance” dan ini merupakan industri berharga miliaran dolar yang membuat para pihak ketiga atau orang tengah kaya raya.

Bukan itu saja, mengirim uang ke seseorang di negara lain juga mengambil waktu berhari-hari sebelum sampai di tempatnya! Inilah sebab-sebab yang membuat ZCash sebuah alternatif yang hebat.

Jadi, bagaimana perbandingan ZCash dengan Bitcoin? Nah, sistem ini mampu untuk mengkonfirmasi sebuah blok yang baru setiap 2.5 menit. Sebuah blok baru mirip dengan sebuah kontainer yang membawa banyak ragam paket. Namun, bukannya membawa paket tetapi sebuah blok membawa transaksi-transaksi! Ini adalah jauh lebih cepat  dari Bitcoin, yang biasanya mengambil waktu 10 menit untuk mengkonfirmasi sebuah blok.

Dalam aspek biaya, platform ini menawarkan harga ZCash yang jauh lebih murah daripada mengirim uang dengan sebuah bank. Walaupun biayanya bergantung kepada kesibukan blockchain pada saat itu, biayanya tidak akan lebih dari Rp 15.000 saja!

Keuntungan ZCash yang lain dari Bitcoin adalah cara operasi para penambangnya. Walaupun keduanya menggunakan model konsensus yang dinamakan “Proof-of-Work” (POW), platform ZCash jauh lebih adil.

Anggap bahwa penambangan seperti permainan puzzle yang sangat sulit. Untuk memvalidasi sebuah transaksi pada blockchain ini, penambang menggunakan daya komputasi mereka untuk membantu menyelesaikan puzzle (atau persamaan) tersebut. Setelah ini terselesaikan, transaksi tersebut lalu dikonfirmasi di dalam bloknya. Untuk memberi tanda terima kasih bagi para penambang yang telah menyelesaikan puzzle tersebut, mereka diberi hadiah berupa koin native atau asli dari blockchain tersebut, dalam kasus ini adalah ZCash.

Mining Bitcoin telah menjadi sangat sulit karena orang-orang menggunakan hardware yang mahal yang dipanggil ASIC.

Ini seperti berada di lomba balap mobil bersaing dengan sebuah Ferrari padahal kamu menyetir sebuah Xenia! Kamu pikir siapa yang akan menang? Pastinya si Ferrari! Nah, seperti inilah seberapa tidak adilnya kadang-kadang ketika mining Bitcoin - mereka yang mempunyai uang lebih banyak dapat membeli perlengkapan yang lebih kuat, yang artinya mereka selalu mendapat hadiahnya.

Namun, disinilah letak perbedaannya dengan ZCash. Hardware ASIC tidak dapat bekerja dengan ZCash, yang artinya orang-orang dapat menggunakan sebuah CPU atau GPU untuk menambang ZCash. Kedua perlengkapan ini jauh lebih murah dibandingkan ASIC, jadi siapa pun dapat menambang ZCash!

Tetapi ada sedikit permasalahan. Dalam empat tahun pertama, para developer ZCash akan mendapat 20% dari semua biaya transaksi yang dihasilkan. Mereka mengatakan bahwa ini akan menolong dalam mendukung projek ZCash, akan tetapi, sebagian orang berpikir bahwa ini tidak adil. Kalau kamu menggunakan tenaga listrik untuk menambang ZCash, apa yang kamu rasakan tentang memberi 20% hadiahmu kepada para developer? Mungkin tidak begitu senang, ya?

Nah, sekarang kamu sudah tahu tentang penggunaan ZCash, bagian selanjutnya dari panduan “ ZCash adalah Koin Keren” ini adalah penjelasan cara kerja transaksi-transaksinya...

Ulasan ZCash adalah Koin Keren: Bagaimana Cara Transaksi Bekerja?

Seperti yang kamu sudah ketahui, bahwa teknologi blockchain adalah sangat rumit. Ini kadang-kadang membuat sulit untuk memahami bagaimana cara semuanya bekerja. Tapi, jangan khawatir. Saya akan menjelaskannya dengan cara yang sesederhana mungkin. Siap?

Teknologi utama yang membuat ZCash menjadi blockchain yang sangat bagus adalah protokol “Zero-Knowledge Proof”. Ini yang membolehkan transaksi dikirim secara tanpa nama. Berikut adalah contoh bagaimana transaksi Bitcoin dan ZCash terlihat:

Transaksi Bitcoin:  Wallet DEF456 sent 1.5 BTC to wallet GHI789 on March 1st 2018 at 1pm (atau Dompet DEF456 mengirim 1.5 BTC ke dompet GHI789 pada 1 Maret 2018 pukul 1 siang)

Setelah bloknya dikonfirmasi, informasi transaksi diatas dikirim ke blockchain publik, yang dapat dilihat oleh siapa saja. Bukan hanya ini saja, sekali kamu mengetahui alamat-alamat dompet, kamu kemudiannya dapat melihat setiap transaksi yang pernah dikirim atau diterima sebelumnya. Kamu juga dapat melihat sisa jumlah yang ada di dalam dompet tersebut.

Kamu perlu untuk bertanya kepada dirimu sendiri apakah kamu nyaman dengan situasi ini. Walaupun tiada siapapun yang tahu identitas sebenarnya yang berada di balik sebuah alamat Bitcoin, tetap saja ini membuka banyak informasi tentangmu.

Semakin banyak toko menerima Bitcoin sebagai metode pembayaran, khususnya di Jepang dimana ada lebih dari 200,000 vendor berbeda! Kalau kamu secara fisik mendatangi sebuah toko dan membayar menggunakan Bitcoin, pemilik toko perlu untuk kemudian mengakses semua sejarah transaksimu.

Tetapi ZCash sama sekali berbeda, mari kita lihat…

Transaksi ZCash: Wallet XXXXXX sent X.X ZEC to wallet XXXXXX on March 1st 2018 at 1pm (atau Dompet XXXXXX mengirim X.X ZEC ke dompet XXXXXX pada 1 Maret 2018 pukul 1 siang)

Seperti yang kamu lihat, satu-satunya informasi yang dikirim ke blockchain publik adalah tanggal dan waktu dari transaksi tersebut. INilah yang membuat ZCash betul-betul pribadi dan sebuah blockchain yang tidak dapat dilacak!

Zero-knowledge Proof sebetulnya pertama kali dibuat pada tahun 1980 oleh tiga akademisi di Massachusetts Institute of Technology University.

Seperti yang digambarkan oleh namanya sendiri, konsep Zero-Knowledge Proof adalah ini membolehkan sebuah sistem untuk memverifikasi sebuah transaksi tanpa harus bertukar password. Ini juga berarti bahwa kunci-kunci tidak dapat dicuri ataupun diretas dan tidak ada siapapun yang dapat melihat informasi pribadi yang dibagi kepada blockchain.

Berikut adalah contoh di dunia nyata untuk menunjukkanmu bagaimana blockchain mampu untuk mengkonfirm bahwa sebuah transaksi adalah valid tanpa membuka passwordnya.

  1. Ucup mempunyai dua bola. Satu berwarna hijau dan yang lainnya berwarna merah.
  2. Susi mengalami penglihatan yang buta dan tidak percaya bahwa bola-bola tersebut berbeda warnanya.
  3. Ucup memberitahu Susi bahwa dia dapat membuktikan bahwa bola-bola tersebut berbeda warna.
  4. Susi mengambil kedua bola tersebut, mengacaknya dibalik punggungnya, lalu menunjukkan kepada Ucup salah satu bolanya, yaitu yang berwarna hijau.
  5. Susi lalu meletakkan bola hijau tersebut kembali dibalik punggungnya dan mengacaknya lagi. Namun, dia tahu bola yang mana yang dia telah tunjukkan kepada Ucup.
  6. Susi lalu meminta Ucup untuk memilih bola yang dia telah tunjukkan sebelumnya.
  7. Ucup memilih bola hijau, yang memang pilihan yang benar.
  8. Susi mengatakan bahwa ini merupakan peluang 50/50 bahwa Ucup memilih bola yang benar. Dia betul, namun bayangkan jika hal yang sama diulang satu juta kali? Karena Ucup tidak buta, dia akan selalu memilih warna yang tepat.
  9. Ucup dapat membuktikan bahwa dia mengatakan yang sebenarnya.
  10. Ini mirip seperti cara kerja Zero-Knowledge Proof. Walaupun Susi adalah buta, dia tetap dapat mempercayai bahwa apa yang dikatakan Ucup adalah benar.

what-is-zcash

Jadi, sekarang kamu tahu cara transaksi bekerja, bagian berikutnya dari ulasan “ ZCash adalah Koin Keren” ini adalah berbagai potensi yang dimiliki ZEC!

Ulasan ZCash adalah Koin Keren: Bagaimana tentang Potensi ZCash?

Market mata uang kripto sangat sulit untuk diprediksi, tetapi selalu merupakan ide yang bagus untuk melihat beberapa sebab harga ZCash kemungkinan tumbuh dengan nilainya dan juga sebab-sebab ketidaktumbuhannya.

Pertama, ZCash telah bekerja sangat bagus dalam membentuk kemitraan dengan institusi keuangan besar JP Morgan, yang ingin untuk menginstal protokol Zero-Knowledge Proof ke dalam projek blockchain mereka. Dengan memiliki organisasi raksasa seperti JP Morgan tertarik dengan ZCash memberikan koin ini kredibilitas yang tinggi.

Akan tetapi, sebuah masalah berpotensi muncul yang kemungkinan akan menyakiti ZCash dalam jangka panjang yaitu kemungkinannya untuk digunakan di dalam kegiatan kriminal. Ini karena sistemnya yang membolehkan orang-orang untuk mengirim dan menerima uang secara tanpa nama, sangat tepat untuk para penjahat.

Dark web juga merupakan bisnis yang besar, dengan para kriminal menjual barang-barang ilegal dengan menggunakan mata uang kripto sebagai alat tukarnya.

what-is-zcash

Pemerintah dari seluruh dunia mulai membahas bagaimana cara untuk meregulasi mata uang kripto, dan mereka mungkin tidak suka dengan ide sistem pembayaran tanpa nama. Akan tetapi, ZCash mempunyai peluang untuk solusi, yang mereka namakan “View Key”.

Setiap pemegang ZCash mempunyai akses ke view key mereka sendiri, yang membolehkan pengguna untuk membuka data transaksi. View key ini juga dapat dibagi dengan pengguna lain seperti peregulator atau aparat hukum, yang membolehkan mereka untuk mengaudit sejarah transaksi. Akan tetapi, si pengguna perlu untuk menyetujui hal ini secara sukarela, yang biasanya tidak akan dilakukan seorang kriminal.

Satu lagi masalah yang mungkin mencegah harga ZCash dari pertumbuhan adalah potensinya untuk berskala. Saya menyebutkan di permulaan ulasan “ZCash adalah Koin Keren” ini bahwa blockchain ZCash dapat memproses lebih transaksi per detik dibandingkan Bitcoin. Tapi ini hanya dapat diraih sebanyak 6-26 transaksi per detik.

Jadi, kecuali para developer ZCash dapat memperbaiki ini, blockchain yang lain mungkin akan mempunyai peluang yang lebih baik dalam menjadi sistem pembayaran global.

Ada juga koin tanpa nama lain seperti Dash yang dapat memproses transaksi secara jauh lebih cepat. Dengan menggunakan fitur InstantSend, transaksi Dash hanya mengambil beberapa detik, dimana ZCash mengambil 2.5 menit.

Walau bagaimanapun, secara umumnya ZCash telah berperforma dengan sangat baik sejak pembuatannya di tahun 2016 dan telah mendirikan dirinya sendiri sebagai 50 mata uang kripto teratas. Bahkan kenyataannya, di akhir tahun 2017, harga ZCash mencapai puncak tertingginya dengan kapitalisasi pasar lebih dari Rp 28.79 triliun! Ini telah menurun sejak saat itu, namun tetap berharga lebih dari Rp 14 triliun.

what-is-zcash

Ulasan ZCash adalah Koin Keren: Kesimpulan

Saya harap kamu menikmati ulasan “ ZCash adalah Koin Keren” ini! Saya tahu ini merupakan bacaan yang cukup panjang, tetapi kalau kamu mengikutinya dari awal sampai akhir, kamu sekarang mempunyai gambaran yang lebih bagus mengenai apa itu ZCash dan bagaimana cara menerapkannya di dunia nyata.

Saya telah meliputi semuanya dari - mengapa ZCash dibuat, ke bagaimana cara penggunaanya. Jadi, menurut kamu apakah ZCash mempunyai spesifikasi untuk menjadi sistem pembayaran global. Sejujurnya, saya pikir ZCash bekerja lebih bagus daripada Bitcoin, namun para developer perlu untuk memperbaiki aspek skalabilitasnya.

Dan juga, apa menurutmu tentang menambang ZCash? Hardware untuk menambang ZCash jauh lebih murah dari melakukannya dengan Bitcoin, jadi ini mungkin ide yang bagus untuk ditelusuri.

Kamu juga seharusnya sudah mempunyai pemahaman yang bagus mengenai cara kerja Zero-Knowledge Proof. Saya tahu ini cukup rumit, tetapi saya harap contoh dua bola berwarna saya membantu.

Saya juga sudah membahas beberapa hal yang mungkin berpengaruh pada harga ZCash dan nilainya pada jangka panjang. Tetapi, bagaimana menurutmu? Apa kamu berpikir bahwa kita akan melihat harganya terus meningkat di 2018, atau ada koin lainnya yang kamu pilih?

Bagaimana kalau kamu beritahu pendapatmu dalam kolom komentar di bawah!

Tinggalkan feedback jujur kamu

Tulis pendapatmu & bantu ribuan orang untuk memiliki crypto exchange terbaik. Semua review, baik positif maupun negatif, diterima selama review kamu jujur. Kami tidak akan mempublikasikan review yang bias atau spam. Jadi, jika kamu ingin membagikan pengalamanmu, pendapatmu atau memberikan saran - inilah saatnya!

FAQ

Bagaimana cara memilih crypto exchange terbaik untukmu?

Picking out the best crypto exchange for yourself, you should always focus on maintaining a balance between the essential features that all top crypto exchanges should have, and those that are important to you, personally. For example, all of the best exchanges should possess top-tier security features, but if you’re looking to trade only the main cryptocurrencies, you probably don’t really care too much about the variety of coins available on the exchange. It’s all a case-by-case scenario!

Cryptocurrency exchange mana yang paling cocok untuk pemula?

Reading through various best crypto exchange reviews online, you’re bound to notice that one of the things that most of these exchanges have in common is that they are very simple to use. While some are more straightforward and beginner-friendly than others, you shouldn’t encounter any difficulties with either of the top-rated exchanges. That said, many users believe that Coinbase is one of the simpler exchanges on the current market.

Apa perbedaan antara crypto exchange dan broker?

In layman’s terms, a cryptocurrency exchange is a place where you meet and exchange cryptocurrencies with another person. The exchange platform (i.e. Binance) acts as a middleman - it connects you (your offer or request) with that other person (the seller or the buyer). With a brokerage, however, there is no “other person” - you come and exchange your crypto coins or fiat money with the platform in question, without the interference of any third party. When considering cryptocurrency exchange rankings, though, both of these types of businesses (exchanges and brokerages) are usually just thrown under the umbrella term - exchange. This is done for the sake of simplicity.

Apakah semua cryptocurrency exchange terbaik berbasis di Amerika Serikat?

No, definitely not! While some of the top cryptocurrency exchanges are, indeed, based in the United States (i.e. Coinbase or Kraken), there are other very well-known industry leaders that are located all over the world. For example, Binance is based in Tokyo, Japan, while Bittrex is located in Liechtenstein. While there are many reasons for why an exchange would prefer to be based in one location over another, most of them boil down to business intricacies, and usually have no effect on the user of the platform.