Apa itu EOS? EOS adalah Blockchain Terbaru. Yuk, Pahami Cara Kerjanya

Halo semuanya, selamat datang di panduan Apa itu EOS!

Coba saya tebak, kamu sudah mendengar kehebohan tentang blockchain EOS dan sekarang kamu ingin mengetahui lebih lanjut? Atau kamu sudah membaca panduan dan artikel yang lain tetapi masih belum paham betul?

Nah, jangan khawatir, kita ada untukmu! Hari ini saya akan menjelaskan semua yang kamu perlu tahu tentang EOS info dalam cara yang sesederhana mungkin. Jadi, panduan ini bukan hanya akan bermanfaat untuk para pecinta kripto tingkat lanjut, namun para pemula juga akan menyukainya!

Panduan ini akan membahas semuanya dari bagaimana projek dimulai ke bagaimana cara kerja teknologinya, saya mungkin akan menggunakan beberapa contoh di dunia nyata (kalau kamu beruntung!). Di akhir pembacaan panduan “ Apa itu EOS ” ini, kamu akan menjadi seorang ahli di dalamnya!

Ngomong-ngomong, apa kamu tahu kalau EOS sebetulnya dibaca “I-OS”?

Baik, mari jangan buang waktu lagi. Yuk, langsung telusuri jawaban dari pertanyaan “Apa itu EOS”?

Apa itu EOS - Latar Belakang

EOS adalah salah satu projek blockchain terbaru yang akan memasuki pasaran mata uang kripto. Tujuan EOS adalah untuk membangun sebuah jaringan yang mampu untuk memproses jutaan transaksi per detik. ICO (Initial Coin Offering) EOS telah menjadi sesuatu yang menarik karena beberapa hal.

Catatan: ICO adalah cara untuk projek-projek mata uang kripto baru untuk menggalang dana. Daripada menerima mata uang fiat, ICO menggalang dana melalui mata uang kripto populer seperti Bitcoin atau Ethereum!

Pertama-tama, ICO EOS dimulai pada tanggal 26 Juni 2017 dan akan berjalan sampai tanggal 1 Juni 2018. Ini sejumlah 350 hari, yang mana merupakan ICO terlama sepanjang sejarah! Tim EOS melakukan ini untuk memastikan semua orang mendapat kesempatan untuk terlibat dan membeli beberapa EOS.

What is EOS Co-founder Daniel Larimer

Kedua, walaupun ICO masih berjalan, dana sudah berhasil digalang sebesar lebih dari Rp 14 triliun, inilah yang membuatnya sebagai ICO yang paling sukses sepanjang sejarah! Setelah diselesaikan, ICO ini akan meluncurkan 700 juta token, yang merupakan 70% dari persediaan total.

EOS mempunyai beberapa anggota tim yang benar-benar berpengalaman, termasuk Daniel Larimer, yang juga merupakan co-founder BitShares dan Steem. Projek mata uang kripto Larimer sekarang berharga sebesar miliaran dolar!

Perusahaan di balik software EOS dipanggil Block.One, yang juga terlibat di dalam banyak blockchain yang berbeda dan juga projek bisnis.

Jadi kamu sekarang tahu cerita di balik EOS, mari kita bergerak ke bagian selanjutnya di panduan “ Apa itu EOS ” ini!

Apa itu EOS?

Sebelum saya jelaskan tentang apa projek ini sebetulnya, penting untuk diingat bahwa EOS belum selesai membangun produknya. Di dalam tahap yang sekarang, semua masih berupa teori. Jadi mari berharap mereka dapat memegang kata-katanya dan menghasilkan apa yang mereka janjikan.

Tujuan EOS adalah untuk membangun blockchain terdesentralisasi yang dapat memproses transaksi secara cepat dan gratis. Mereka juga akan membolehkan smart contract atau kontrak pintar pada blockchain tersebut, yang akan membolehkan para developer untuk meluncurkan dApp. Bukan hanya ini, EOS ingin membangun sebuah platform yang berfungsi seperti sebuah sistem operasi atau operating system, yang akan membuatnya sangat mudah untuk digunakan!

DApp adalah masa depan internet. Sudah terdapat ribuan dApp dibuat pada blockchain yang lain!

Sebuah contoh dApp yang dapat digunakan pada blockchain EOS adalah versi Facebook yang terdesentralisasi, dimana tiada seorangpun yang mengendalikan jaringannya, dan tidak ada siapapun yang dapat mengakses informasi personalmu! Untuk panduan lengkap tentang apa itu dApp dan cara kerja mereka, klik di sini!

Catatan: Jika sesuatu terdesentralisasi, ini artinya tidak ada seseorang atau entitas yang mempunyai kendali atasnya.

Tujuan lain dari EOS adalah untuk mampu memproses jutaan transaksi per detik. Ini dapat menyelesaikan sebuah masalah besar, karena blockchain lainnya dapat mengenali smart contract, tidak ada darinya yang dapat berperforma secepat ini! Sebagai contoh, walaupun Ethereum adalah blockchain smart contract yang paling populer, dia hanya mampu menangani 15 transaksi per detik!

Mengapa ini adalah masalah besar? Nah, saya akan memberimu beberapa contoh:

  • Lebih dari 52,000 like Facebook terjadi setiap satu detik dan setiap like ini adalah transaksi yang terpisah yang kamu tidak pernah lihat.
  • Lalu ada juga industri keuangan yang perlu memproses lebih dari 100,000 transaksi per detik.

Jadi, kamu dapat lihat pentingnya jutaan transaksi per detik, yang membuat EOS tepat untuk industri seperti ini!

What is EOS

Isu lainnya yang EOS ingin selesaikan adalah masalah kegunaan. Sebagai contoh, Steem dan BitShares dapat memproses sekitar 100,000 transaksi per detik dan menggunakan teknologi smart contract. Walau bagaimanapun, sangat sulit bagi para developer untuk memasukkan fungsi dasar seperti recovery akun dan penjadwalan pekerjaan atau task.

Dengan menggunakan protokol sistem operasi, EOS akan mempunyai semua fungsi inti ini dibangun, membolehkan para developer untuk melakukan yang terbaik.

Jadi, sekarang kamu tahu apa yang coba dicapai tim EOS, bagian selanjutnya dari panduan “ Apa itu EOS ” ini adalah penjelasan tentang cara kerja teknologinya! Baca lanjut EOS info di bawah..

Bagaimana Cara EOS Bekerja?

EOS (seperti banyak blockchain smart contract yang lainnya) seringkali dipanggil sebagai “Ethereum Killer” atau “Pembunuh Ethereum”. Apa yang dimaksud dengan julukan ini adalah EOS dapat melakukan semua yang Ethereum bisa lakukan, namun dengan jauh lebih baik! Jadi, saya pikir bagus juga untuk membandingkan kedua mata uang kripto ini…

Pertama, seperti yang sudah kita setujui, kedua-dua Ethereum dan EOS mampu untuk menjadi tuan rumah bagi dApp, yang didukung oleh smart contract. Namun, kunci perbedaannya adalah jumlah yang dapat diproses jaringannya dalam satu waktu.

Inilah yang dinamakan “Scalability” atau “Skalabilitas” yang merupakan hal penting disaat kita menganalisa potensi sebuah blockchain.

What is EOS Ethereum vs EOSSumber: steemit

Ethereum hanya dapat memproses sekitar 15 transaksi setiap menit, ini terlalu kecil untuk bisa meraih penggunaan global. Namun, walaupun belum dibangun, EOS berharap untuk meningkatkan jumlah ini ke lebih dari satu juta!

Tapi bagaimana?

Nah, kembali lagi ke Ethereum, penyebab kenapa dia tidak bisa memproses banyak transaksi adalah caranya mengelola data - setiap blok hanya dapat menyimpan sejumlah informasi. Untuk memahami ini, bayangkan sebuah kontainer kargo kosong yang hanya bisa memuat 1000 kotak. Karena ukurannya, kontainer ini tidak dapat menyimpan lebih dari kapasitas maksimalnya!

Bukan hanya setiap kontainer (atau blok) membawa 15 transaksi saja, namun ini juga memakan waktu untuk mencapai tujuannya!

Teknologi yang mendukung proses data ini dinamakan Proof-of-Work (PoW), yang dikenal kelambatannya, mahal dan berdampak buruk bagi lingkungan!

Catatan: Proof-of-Work adalah sejenis model konsensus. Ada model-model konsensus yang lebih baik di luar sana, seperti Proof-of-Stake dan Delegated-Proof-of-Stake, yang digunakan oleh EOS!

Tim Ethereum mencoba banyak hal untuk menyelesaikan permasalahan ini - seperti sharding atau transaksi diluar chain. Akan tetapi, mereka belum mengimplementasikan solusinya!

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, daripada menggunakan PoW seperti Ethereum, blockchain EOS akan menggunakan sebuah model konsensus baru yang dinamakan Delegated-Proof-of-Stake (DPoS). Ini dapat menyelesaikan permasalahan sekarang yang sedang diselesaikan oleh Ethereum!

Mencoba untuk menjelaskan DPoS dapat menjadi sesuatu yang sulit kalau kamu tidak mempunyai pengetahuan sebelumnya di bidang teknologi blockchain. Tapi, jangan khawatir. Bukan berarti kamu akan ketinggalan! Berikut adalah DPoS yang dijelaskan dengan cara sesederhana mungkin,

  1. Bayangkan ada 200 orang yang diperlukan untuk membantu memverifikasi setiap transaksi pada blockchain. Orang-orang ini dinamakan “Witness” atau Saksi.
  2. Karena blockchain adalah terdesentralisasi, investor EOS (bukan pihak sentral) dapat memilih suara untuk menjadi seorang Witness!
  3. Akan tetapi, kekuatan suaramu didasarkan kepada berapa EOS coin yang kamu punya. Ini dinamakan sebuah “stake” atau saham. Semakin banyak koin yang kamu sahamkan, semakin kuat suara yang kamu dapatkan.
  4. Pekerjaan 200 Witness ini adalah menjaga keamanan jaringan. Mereka dibayar untuk melakukan ini.
  5. Ada banyak Witness cadangan yang siap dan menunggu giliran mereka untuk membantu menjaga keamanan blockchain tersebut, sehingga mereka juga dapat penghasilan.
  6. Jika seorang witness tidak melakukan kerjanya dengan benar, atau mereka tidak mengamankan jaringan sebagaimana mestinya, mereka dapat melalui pemilihan suara untuk ditendang dari jaringan. Ini memberi kesempatan kepada Witness cadangan.

Pada dasarnya, cara seperti ini membuat sistem yang lebih efisien, membolehkan transaksi yang murah, cepat dan ramah lingkungan untuk terjadi. Bahkan faktanya, setiap transaksi hanya memakan 3 detik untuk diproses!

Ethereum, di sisi lain, memerlukan setiap komputer individu (node) yang terhubung ke jaringan untuk memberikan persetujuan sebelum sebuah transaksi dikonfirmasi. Inilah kenapa transaksi dapat memakan waktu untuk sampai ke tujuan.

Catatan: Sebuah node (atau komputer) membantu untuk mengoperasikan jaringan blockchain. Siapapun dapat menjadi sebuah node dengan mengkontribusikan daya komputasinya dan terhubung dengan jaringannya! Tambahan bagus yang lain ke blockchain EOS adalah akan memungkinkannya transaksi untuk dibekukan! Namun, kenapa ini penting?

Nah, apakah kamu pernah dengan retasan DAO yang terkenal? Intinya, seseorang mencuri Ethereum coin berharga sekitar Rp 719.75 miliar pada tahun 2016, yang artinya blockchain tersebut perlu untuk di-fork. Kalau saja blockchain Ethereum mempunyai teknologi DPoS seperti EOS nanti, maka serangan ini mungkin saja bisa dihentikan.

Catatan: Fork adalah ketikan blockchain yang baru menggunakan kode original dari blockchain yang lebih tua tetapi perubahan dibuat untuk memperbaikinya.

Jadi, sekarang kamu tahu cara kerja teknologi ini, bagian selanjutnya di panduan “ Apa itu EOS ” saya adalah penjelasan tentang penggunaan EOS crypto. Yuk, lanjut baca EOS info di bawah..

EOS Coin dapat Digunakan untuk Apa?

Seperti kebanyakan blockchain, EOS mempunyai mata uang kripto native sendiri, yang sederhananya dipanggil EOS. EOS mempunyai beberapa tujuan yang berbeda, yang akan saya bahas lebih lanjut.

Ketika kamu menggunakan blockchain Ethereum, kamu harus membayar biaya transaksi. Ini dinamakan GAS, dan semakin banyak orang yang menggunakan jaringannya, biaya transaksinya menjadi semakin mahal.

Ini membuat penggunaan global menjadi sia-sia saja karena tidak ada nilainya mengirim jumlah uang yang sedikit. Ingat contoh kasus Facebook like di atas tadi di bagian “ Apa itu EOS ”? Nah, jika Facebook dApp sedang berjalan pada blockchain Ethereum, setiap seseorang mengklik tombol “Like”, mereka akan terkena biaya!

Ini karena cara Ethereum dibangun. Ketika orang-orang perlu untuk menggunakan jaringannya, mereka menyewa Ethereum’s Virtual Machine atau Mesin Virtual Ethereum, yang membutuhkan biaya transaksi.

What is EOS

Namun, model EOS adalah berbeda: daripada “menyewa” daya komputasi, pemegang EOS coin mempunyai kepemilikan atas jaringan ini.

Sebagai contoh, kalau kamu memiliki 1% stake dalam EOS coin, kamu secara esensinya memiliki 1% dari jaringan, artinya kamu memiliki 1% daya komputasi yang diperlukan untuk memproses transaksi. Ini yang membuat transaksinya gratis!

EOS coin beroperasi dengan cara yang sama seperti mata uang kripto lainnya - kamu dapat mengirim, memegang atau menerima uang di dalam dompet-dompet. Ini membuatnya menjadi sistem pembayaran yang unggul karena kamu dapat mentransfer uang ke siapapun di dunia ini secara gratis dan hanya dalam beberapa detik saja.

Jadi, sekarang kamu tahu apa kegunaan koin ini, bagian selanjutnya dari panduan “ Apa itu EOS ” saya adalah bagaimana teknologi ini kadang-kadang disalahgunakan.

Bagaimana EOS Disalahgunakan?

Salah satu fitur yang paling unik dari mata uang kripto adalah dia membolehkan orang-orang untuk mengirim dan menerima transaksi secara anonymous atau tanpa nama. Ini sama seperti membayar tunai di dunia nyata. Kamu tidak akan berpikir untuk menunjukkan identifikasi saat menaiki bis atau membayar roti, kan?

Namun, ini juga berarti bahwa beberapa orang dapat menggunakan mata uang kripto untuk melakukan tindak kejahatan secara anonymous. Kejahatan yang melibatkan jual-beli obat-obatan terlarang, senjata dan kartu kredit curian (beberapa contohnya). Bitcoin juga pernah digunakan sekali untuk pembunuh bayaran juga.

EOS tidaklah terkecuali dalam fitur tanpa nama ini.

Dan juga, kebanyakan database blockchain (seperti Ethereum) adalah publik. Ini artinya semua orang dengan koneksi internet dapat melihat semua transaksi yang terjadi pada blockchain, dan juga melihat saldo rekening semua dompet.

Akan tetapi, menurut founder EOS Daniel Larimer, walaupun tidak memungkinkan untuk menyembunyikan alamat pengirim maupun penerima, menyembunyikan saldo total sebuah dompet pengguna adalah mungkin.

Ini secara potensial dapat digunakan oleh mereka yang ingin menghindari pajak secara terlarang karena ini membolehkan seseorang untuk menyembunyikan kekayaannya dengan cara yang sama seperti perusahaan tempurung. Akan tetapi, keuntungan dari hal ini adalah bertambahnya keamanan untuk para pemegang mata uang kripto yang banyak.

Satu hal penting untuk diingat adalah semua teknologi mempunyai potensi untuk disalahgunakan, namun hanya minoritas kecil yang mencoba untuk melakukannya.

Apa itu EOS? – Kesimpulan

Jadi, inilah akhir dari panduan “ Apa itu EOS ” ini! Kalau kamu sudah membacanya dari awal sampai akhir, sekarang kamu sudah mempunyai pemahaman yang bagus tentang apa itu EOS, apa yang EOS coba untuk raih, kenapa projek ini didirikan, bagaimana cara kerja teknologinya dan mengapa token EOS sangat penting.

Walaupun ICO EOS tidak akan secara resmi berakhir sampai 1 Juni 2018, ini telah menjadi 10 mata uang kripto teratas! Secara pribadi, saya rasa ini karena tim yang solid dan berpengalaman yang bekerja di dalam projek EOS ini.

Jadi, apa yang paling kamu sukai tentang EOS? Saya rasa EOS mempunyai potensi untuk menjadi salah satu blockchain yang paling penting di masa depan, dengan transaksi yang cepat, gratis dan mampu berskala.

Namun, penting untuk diingat bahwa sampai ini dibangun, ini hanyalah merupakan ide. Tetapi siapa yang tahu, mungkin EOS dapat menjadi “Ethereum killer” yang sebenarnya!

Apa pendapatmu? Apakah kamu percaya bahwa EOS akan mencapai targetnya yaitu jutaan transaksi per detik? Beritahu saya di kolom komentar di bawah!

*Artikel ini diterjemahkan pada tanggal 26 Mei 2020.

Leave your honest feedback

Leave your genuine opinion & help thousands of people to choose the best crypto exchange. All feedback, either positive or negative, are accepted as long as they’re honest. We do not publish biased feedback or spam. So if you want to share your experience, opinion or give advice - the scene is yours!

FAQ

How to pick the best crypto exchange for yourself?

Picking out the best crypto exchange for yourself, you should always focus on maintaining a balance between the essential features that all top crypto exchanges should have, and those that are important to you, personally. For example, all of the best exchanges should possess top-tier security features, but if you’re looking to trade only the main cryptocurrencies, you probably don’t really care too much about the variety of coins available on the exchange. It’s all a case-by-case scenario!

Which cryptocurrency exchange is best for beginners?

Reading through various best crypto exchange reviews online, you’re bound to notice that one of the things that most of these exchanges have in common is that they are very simple to use. While some are more straightforward and beginner-friendly than others, you shouldn’t encounter any difficulties with either of the top-rated exchanges. That said, many users believe that Coinbase is one of the simpler exchanges on the current market.

What is the difference between a crypto exchange and a brokerage?

In layman’s terms, a cryptocurrency exchange is a place where you meet and exchange cryptocurrencies with another person. The exchange platform (i.e. Binance) acts as a middleman - it connects you (your offer or request) with that other person (the seller or the buyer). With a brokerage, however, there is no “other person” - you come and exchange your crypto coins or fiat money with the platform in question, without the interference of any third party. When considering cryptocurrency exchange rankings, though, both of these types of businesses (exchanges and brokerages) are usually just thrown under the umbrella term - exchange. This is done for the sake of simplicity.

Are all the top cryptocurrency exchanges based in the United States?

No, definitely not! While some of the top cryptocurrency exchanges are, indeed, based in the United States (i.e. Coinbase or Kraken), there are other very well-known industry leaders that are located all over the world. For example, Binance is based in Tokyo, Japan, while Bittrex is located in Liechtenstein. While there are many reasons for why an exchange would prefer to be based in one location over another, most of them boil down to business intricacies, and usually have no effect on the user of the platform.

Days
Hours
Minutes
Seconds