Airdrop Gratis Season 7 SUDAH HADIR! Jawab pertanyaan seru atau kerjakan tugas sederhana untuk menangin hadiah dari prize pool BitDegree senilai US$30K. Gabung Sekarang ! 🔥
Metaverse adalah salah satu perkembangan paling menarik yang muncul dari industri blockchain dan cryptocurrency. Proyek ini adalah sebuah konsep futuristik yang sekarang sedang dibangun dan dikonstruksikan tepat di depan mata kita. Akan tetapi, saat ini metaverse berada dalam keadaan enggak jelas karena orang-orang sering mendengar tentang metaverse, tapi jarang banget belajar tentang cara menggunakan metaverse dalam artian alat dan teknologinya.
Sebenarnya orang-orang penasaran dengan interaksi metaverse dengan bidang lain, misalnya metaverse untuk kesehatan, metaverse untuk perbankan, metaverse untuk pendidikan, dan penerapan metaverse di bidang lainnya. Topik-topik kayak gini sering muncul di berita dan media sosial, tapi enggak sepenuhnya dieksplorasi atau dibongkar. Nah, saya bermaksud untuk membongkarnya dalam diskusi ini.
Topik ini adalah hal yang layak didalami. Ya kenapa enggak, ketika nama-nama besar di industri crypto seperti Unstoppable Domains juga berbagai ilmuwan dan futurolog menaruh perhatian pada metaverse sambil mempelajari cara menggunakan alat metaverse. Tulisan ini bukan panduan, lebih kayak primer untuk ruang digital dan sosial yang baru ini, kami buat agar bisa memberi kamu informasi yang kamu perlukan untuk terlibat langsung!

Apakah kamu tahu?
Berlangganan - Kami membuat video baru tentang penjelasan kripto setiap minggu!
10 Biggest Crypto Scams & How to Avoid Them (ANIMATED)

Daftar Isi
Apa yang dimaksud dengan Metaverse?
The metaverse adalah sebuah ruang digital atau digital space di mana orang-orang bisa berkumpul dan terhubung satu sama lain; proyek ini adalah lingkungan virtual di mana orang-orang dari seluruh dunia bisa berinteraksi bareng-bareng. Ide ini bukan sesuatu yang baru banget malahan telah dibahas dalam fiksi ilmiah selama beberapa dekade dan ruang seperti ini udah ada dalam game selama beberapa tahun. Jadi, apa ya yang membuat metaverse di zaman sekarang ini berbeda?
Oke, perbedaan terbesarnya adalah adanya kemajuan teknologi yang luar biasa yang waktunya cukup cepat. Headset virtual reality semakin mengesankan saja dan teknologi blockchain telah mencapai kematangan sehingga sekarang terdapat ruang nyata yang sebagian besar berjalan pada jaringan decentralized.
Keinginan agar ruang metaverse terdesentralisasi sebenarnya bisa dianggap sebagai pembalasan dan reaksi terhadap cara orang melihat lanskap teknologi yang ada saat ini sebagai hal yang terlalu berkembang. Para raksasa bidang teknologi membantu banyak aktivitas online dan digital kita, dan tentu saja, orang-orang mengidamkan sesuatu yang bisa mereka miliki bersama, daripada konsep lain lagi yang dikendalikan oleh sekelompok orang dan perusahaan saja.
Karena itu enggak aneh kalau metaverse jadi viral ketika ruang blockchain mulai semakin luas dan matang. Meskipun ide ruang digital bersama enggak harus berbasis blockchain, selalu ada keinginan agar dunia online seperti ini bisa eksis. Keinginan ini merupakan respons terhadap sentimen orang-orang terhadap cara dunia teknologi saat ini berjalan.
Untuk diskusi ini, saya akan fokus ke metaverse berbasis blockchain yang terdesentralisasi ini, daripada metaverse tersentralisasi lain yang juga sedang dikembangkan secara bersamaan. Perlu dicatat bahwa salah satu alasan kenapa ketertarikan masyarakat terhadap metaverse meningkat akhir-akhir ini adalah karena pandemi COVID, di mana banyak orang yang terisolasi di balik layar.
Jika situasi kayak pandemi terjadi lagi, COVID melonjak lagi, atau jadi kebal vaksin suatu hari nanti (mungkin aja terjadi pada virus apa pun), maka demi kesehatan sosial dan mental masyarakat, penting untuk memiliki metaverse yang aktif dan dapat diakses oleh semua orang. Tentu saja, dengan situasi seperti itu berarti penting untuk mengetahui cara menggunakan metaverse dan gimana cara memanfaatkannya secara maksimal.
Cara Menggunakan Metaverse
Saat ini tentu kamu sudah paham apa itu metaverse, pertanyaan berikutnya yang sering muncul mungkin adalah gimana cara beli tanah di metaverse ataupun gimana cara menggunakan metaverse. Nah, ada dua jawaban untuk hal ini - keduanya berhubungan dengan akses dan kekayaan. Cara utama metaverse diiklankan adalah melalui headset VR. Pada dasarnya, perangkat ini adalah helm atau kacamata tebal yang dikenakan seseorang sehingga yang bisa dilihat hanyalah lanskap digital.
Perangkat ini lebih imersif dan jika kamu cukup lama memakai headset VR, maka lingkungan virtual yang kamu lihat di situ akan terasa lebih nyata. Situasi ini membantu interaktivitas dan menghilangkan rasa enggak percaya. Headset VR sudah ada puluhan tahun, tapi beberapa taun terakhir kualitasnya jadi jauh lebih tinggi. Walaupun begitu, harganya jadi sedikit lebih murah, jadi memungkinkan untuk dibeli.
Walaupun harganya turun, tapi sayangnya masih mahal, jarang sekali ada orang dari kelas pekerja yang memilikinya. Untungnya, headset ini bukan satu-satunya metode untuk mengakses metaverse. Selain perangkat tadi, cara menggunakan metaverse selanjutnya adalah kamu bisa menggunakan komputer, tablet, atau ponsel. Metaverse yang luar biasa itu akan terlihat pada layar di depan kamu. Pastinya perangkat kayak gini akan jadi kurang imersif, tapi enggak akan membatasi banget pengalaman kamu mengakses proyek ini.
Perbedaan antara headset VR dan layar adalah seberapa seru dan memukaunya pengalaman metaverse yang bisa kamu dapatkan. Selain hal tersebut, kedua gadget tadi enggak memengaruhi interaksi kamu atau membatasi dengan siapa kamu dapat menghabiskan waktu virtual. Proses mengakses metaverse juga sama aja, apa pun hardware yang kamu gunakan.
Selain perangkat, kamu juga perlu akun dan semacam avatar. Untuk ruang berbasis blockchain terdesentralisasi, kamu dapat bisa mendaftar menggunakan wallet crypto, jadi kamu enggak perlu alamat email untuk registrasi. Nah, wallet crypto, (dompet kripto) ini berfungsi sebagai pintu gerbang kamu ke berbagai tool Web3, juga bisa berfungsi sebagai salah satu cara untuk memasuki metaverse. Mendaftar dengan cara ini bagus banget buat siapa saja yang sudah mapan di bidang crypto, karena berarti lebih sedikit langkah yang harus dilewati untuk mendaftar.Setelah mendaftar biasanya muncul proses pembuatan avatar. Nah, setiap metaverse prosesnya berbeda-beda, tapi intinya setiap proses adalah tindakan mendesain karakter yang mewakili kamu dan bisa digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain. Karakter ini harus punya beberapa ciri atau fitur yang menggambarkan diri kamu, meskipun enggak ada aturan ketat kalau karakter tersebut harus terlihat seperti kamu.
Tapi, ada ketentuan secara sosial yang tersirat bahwa kamu enggak boleh membuat desain avatar yang terlalu menipu, topik ini cukup sensitif. Misalnya, jika metaverse yang kamu gunakan bisa memilih warna kulit, mungkin enggak bisa diterima secara sosial jika mengubah warna kulit kamu menjadi sesuatu yang menampilkan ras lain yang bukan kamu. Nah, akan jadi masalah jika seseorang melakukan hal ini agar mereka bisa memasuki lokasi digital yang memiliki ras tertentu.
Ketentuan ini enggak membuat avatar kamu harus punya semua fitur dan estetika fisik kamu. contoh penggunaan metaverse untuk hal ini, misalnya seperti banyak para transgender membuat avatar yang mengingatkan pada tubuh yang paling mirip dengan mereka, walaupun tubuh mereka secara fisik enggak seperti itu. Hal ini biasanya sih enggak dianggap kontroversial, dan hal ini sebenarnya termasuk kasus penggunaan metaverse yang unik, yang memungkinkan lebih banyak ekspresi diri.
Banyak hal yang bisa dibahas tentang topik ini dan karena metaverse masih baru banget, banyak kontrak dan kebiasaan sosial yang masih ditentukan. Jadi, mungkin enggak ada gunanya mengkhawatirkan hal ini, karena belum ada aturan yang benar-benar ketat dalam hal ini.
Pada dasarnya, setelah kamu punya perangkat tadi, blockchain wallet, dan avatar, kamu punya semua persyaratan untuk menggunakan metaverse. Yang harus dilakukan selanjutnya adalah menjelajahi lingkungan yang ada dan membiasakan diri. Langkah ini jelas merupakan bagian yang seru dari pengalaman metaverse dan sesuatu yang membuat banyak orang kagum! Metaverse yang benar-benar dikembangkan dan dibangun dengan baik adalah sesuatu yang akan menarik imajinasi kamu sejak awal!
Setelah mengetahui cara menggunakan metaverse, yuk kita jelajahi beberapa contoh penggunaan metaverse terbaik dan paling menarik. Banyak cara orang menggunakan metaverse, ada juga beberapa ide yang telah diteorikan tapi belum sepenuhnya terwujud. Karena alasan inilah penerapan teknologi metaverse bisa menjadi luas dan mencakup semuanya, hal ini termasuk pertanda baik karena berarti ada banyak variasi dan akan muncul banyak peluang yang menarik.
Metaverse dalam Bidang Perawatan Kesehatan
Salah satu pengaplikasian teknologi metaverse yang paling keren adalah dalam sektor kesehatan. Dunia medis selalu memperhatikan teknologi, terus mencari cara baru untuk memecahkan masalah lama. Salah satu yang paling inovatif adalah waktu para ilmuwan memberikan headset VR kepada para korban luka bakar, memberikan mereka lingkungan digital yang merepresentasikan lokasi bersalju dan dingin.
Ruang ini disebut SnowWorld dan ditemukan bahwa jenis lingkungan yang imersif dan menghadirkan suasana dingin ini bisa mengurangi rasa sakit korban luka bakar hingga 50%. Hal ini terjadi dengan mengurangi persepsi rasa sakit. Secara teknis, SnowWorld cuma buat satu pemain saja, jadi bukan termasuk metaverse, tapi tetap teknologi tersebut bisa memberikan bantuan seperti ini berarti manfaatnya bisa ditransfer ke metaverse dengan mudah.
Enggak cuma itu, jika pengalaman ini terjadi di dalam metaverse bersalju, lalu berarti korban luka bakar juga bisa berkumpul dengan orang lain yang mengalami penderitaan serupa dan terlibat dalam terapi kelompok di dalam ruang yang telah didesain khusus untuk membantu mengurangi persepsi rasa sakit mereka. Metode kayak gini membuat para korban bisa lebih terbuka dibandingkan dengan terapi kelompok tradisional yang bersifat fisik, karena lingkungan bersalju secara otomatis akan dipandang sebagai tempat yang aman.
Hal ini membawa saya ke contoh penggunaan metaverse lainnya yang berkaitan banget dengan perawatan kesehatan, yaitu terapi. Seperti yang telah disebutkan, sesi terapi dapat dilakukan di dalam metaverse. Konsep terapi kayak gini bagus banget buat penderita agorafobia atau misalnya pasien yang ingin mencari dukungan dari terapis yang tinggal di negara lain. Banyak penderita yang punya kondisi khusus juga spesifik dan praktisi kesehatan terbaik buat mereka berada di luar negeri. Teknologi metaverse memungkinkan jurang seperti ini bisa dilewati dengan mudah.
Terapi melalui telepon sudah ada sejak lama dan sering digunakan sebagai solusi, tapi sebagian orang lebih suka terapi dengan tatap muka langsung, menciptakan pengalaman yang lebih intim dan membantu membangun hubungan yang lebih mudah. Walaupun enggak sepenuhnya menyelesaikan masalah ini, tapi Metaverse bisa membantu. Teknologi seperti ini akan berguna banget untuk terapi kelompok, karena terkadang sulit untukmengatur dan menyesuaikan diri dalam terapi kelompok melalui panggilan.
Melanjutkan manfaat kesehatan mental, ada penerapan lain dari teknologi metaverse yang telah disebutkan, oke mari kita bahas dengan baik di sini. Sebelumnya telah sempat disebutkan kalau sebagian transgender lebih suka membuat avatar yang mereka rasa paling dekat dengan yang tubuh mereka sukai. Metode ini adalah aktualisasi diri yang penting yang dapat memberikan keajaiban bagi kesejahteraan psikologis seseorang.
Ketidakmampuan orang lain untuk melihat seperti kita mengkonseptualisasikan diri kita sendiri dalam pikiran kita adalah salah satu ketegangan terbesar di dunia ini. Kondisi ini adalah sesuatu yang telah dibahas oleh banyak psikolog dan psikoanalis, termasuk Jacques Lacan yang sangat dihormati. Meskipun mungkin sulit untuk mengatasi hal ini di dunia fisik, tapi bisa dilakukan dengan mudah di metaverse.
Kemampuan untuk membuat fisik kita sendiri dengan cara yang lebih mencerminkan perasaan kita, sangat berarti bagi kesehatan mental dan merupakan salah satu alasan kenapa industri fashion sangat menguntungkan. Kita ingin memberikan kesan yang spesifik banget mengenai diri kita, yang biasanya selaras dengan persepsi kita tentang diri sendiri. Metaverse adalah tempat yang fantastis untuk mengatasi masalah ini karena bisa pembuatan avatar yang unik dan tepat seperti yang kita inginkan. Oleh karena itu, metaverse adalah tempat yang kemungkinan besar akan memainkan peran besar dalam pembentukan dan penemuan identitas.
Metaverse di Bidang Pendidikan
Ngebahas metaverse di bidang perawatan kesehatan sudah, selanjutnya mari kita beralih ke metaverse untuk pendidikan. Metaverse jenis ini adalah tumpang tindih besar dari sektor lain yang bikin penasaran semua orang dari kedua kelompok. Sejak pandemi, ada kebutuhan lebih besar pada pembelajaran digital, karena banyak siswa enggak bisa memasuki ruang kelas atau ruang kuliah secara fisik.
Contoh penggunaan metaverse untuk pendidikan adalah fungsinya sebagai ruang kelas virtual. Di sini para siswa bisa masuk ke ruang digital dan bergabung dengan teman sekelasnya dari jarak jauh dan diajar oleh tutor yang juga berada di tempat yang jauh juga. Inovasi ini membuka edukasi dengan cara yang lebih global, karena berarti siswa dari seluruh dunia bisa bekerja bersama.
Metode ini juga bagus untuk siswa yang memiliki gangguan kecemasan, agorafobia, atau para disabilitas yang terkadang membuat mereka sulit bergerak. Hal ini mengurangi hambatan pendidikan dan membuat pengetahuan lebih mudah diakses. Meskipun pembelajaran jarak jauh atau distance learning sudah ada sejak lahirnya internet, tapi sering kali hal ini menjadi upaya yang sangat mengisolasi. Sudah jelas kalau perjalanan di metaverse jauh lebih mudah daripada perjalanan secara fisik.
Dalam pembelajaran jarak jauh biasa, para siswa enggak bisa banyak interaksi dengan teman-teman mereka dan biasanya sulit membuat pertemanan karena enggak kenal. Tapi, penerapan metaverse untuk pendidikan memecahkan masalah ini dan menawarkan lebih banyak kesempatan sosial kepada siswa. Terobosan ini adalah hal positif yang enggak bisa diabaikan. Pendidikan dan sosialisasi adalah konsep yang saling berhubungan, malah banyak orang percaya kalau bersosialisasi membantu siswa menjadi lebih baik. Manfaat ini saja sudah cukup menjadi alasan bagi orang-orang untuk bersemangat tentang metaverse untuk pendidikan.
Metaverse di Bidang Perbankan
Enggak cuma sektor pendidikan dan pelayanan kesehatan, tapi perbankan juga memperhatikan perkembangan teknologi baru-baru ini dan telah mempelajari cara menggunakan metaverse untuk keuntungan mereka, bank di metaverse sudah mulai bermunculan. Bahkan, untuk menunjukkan keberpihakan mereka pada industri ini, JP Morgan membuka kantor metaverse dalam Decentraland, yaitu salah satu proyek metaverse terkemuka yang berbasis blockchain. HSBC juga mendapatkan real estate metaverse. Enggak ketinggalan, perusahaan-perusahaan asli blockchain seperti KuCoin juga melakukan hal yang sama.
Mungkin mengejutkan bagi kamu, tapi seharusnya enggak terlalu mengejutkan ketika melihat bank-bank berminat aktif dalam teknologi mutakhir, seperti bank di metaverse. Alasannya adalah tentu karena bidang ini telah mencoba mengikuti perkembangan internet sejak PayPal menggemparkan dunia. Sebenarnya untuk saat ini sulit untuk mengatakan dengan yakin tentang apa yang bisa ditawarkan oleh metaverse di bidang perbankan tapi enggak ada di perbankan tradisional. Fakta bahwa bank-bank sedang melakukan orientasi sendiri berarti mereka setidaknya melakukan hedging atas taruhan mereka mengenai hal ini apakah akan menguntungkan mereka atau tidak.
Lalu bank di metaverse itu seperti apa? Salah satu fiturnya adalah pengguna bisa melihat secara visual apa yang ada di rekening bank mereka dengan cara yang lebih tiga dimensi. Jadi, nasabah bisa melihat dana mereka di bank dengan cara yang lebih ilustratif, enggak cuma sekadar angka. kalau hanya deretan angka, biasanya akan sulit untuk menganalisa berapa banyak yang kamu miliki.
Bank juga bisa memanfaatkan metaverse untuk menawarkan kursus kepada masyarakat dan merasakan manfaat yang sama seperti yang disebutkan pada metaverse untuk pendidikan. Berbagai bank melakukan hal ini di banyak cabang fisik di seluruh dunia, bedanya di metaverse, perjalanannya bisa lebih mudah dan membuatnya lebih gampang diakses.
Manfaat lainnya yang bisa diperoleh dari metaverse di dunia perbankan juga memiliki manfaat lain seperti bisa membantu memberikan persepsi pada pengguna yang lebih muda bahwa mereka lebih canggih dan berpikiran maju. Persepsi ini enggak besar tapi bisa memberi efek implisit yang mendorong lebih banyak penggemar Web3 untuk membuka rekening tradisional mereka.
Metaverse di bidang perbankan bisa dilihat sebagai metode dunia fiat yang mencoba menemukan kembali dirinya sendiri tapi ingin tetap relevan walaupun berada di era di mana cryptocurrency mendapatkan lebih banyak daya tarik. IniCara ini adalah untuk menunjukkan bahwa mereka berintegrasi dengan dunia keuangan yang terdesentralisasi dan mencari solusi untuk kekhawatiran orang-orang atas pengelolaan uang tradisional.
Cara Beli Metaverse Real Estate
Diskusi saya tentang cara menggunakan metaverse, sejauh ini, menghindari topik real estate virtual. Namun, seperti di dunia fisik, properti dan tanah juga penting. Inilah sebabnya mengapa sangat mengejutkan ketika mendengar tentang bank-bank yang membeli real estat metaverse. Lalu tentu muncul pertanyaan, gimana “cara beli metaverse real estate dan cara beli tanah di metaverse?”
Setiap proyek punya aturan dan panduan yang sedikit berbeda tentang cara beli metaverse real estate dan cara beli tanah di metaverse, tapi ada beberapa kesamaan kok. contoh penggunaan metaverse Misalnya, untuk metaverse berbasis blockchain, kamu perlu cryptocurrency untuk cara beli metaverse real estate. Crypto-nya harus dalam bentuk koin atau token yang kompatibel dengan blockchain tempat proyek tersebut berjalan. Cara beli tanah di metaverse mudah banget kan!
Untuk cara beli tanah di metaverse, kamu perlu mencari sebidang tanah yang dijual. Semakin baru, dan kurang populer sebuah metaverse, semakin murah harga tanahnya (ya, biasanya sih begitu). Seringkali, ketika proyek metaverse semakin ramai, ketersediaan lahan semakin berkurang. Tanah metaverse biasanya diatur sebagai NFT - dengan cara ini, mereka yang membelinya bisa mengantongi kepemilikan penuh atas tanah tersebut. Jadi, NFT bekerja kayak akta atas sebidang tanah di dunia fisik.
Konsep seperti ini juga berarti bahwa mereka yang membeli tanah bisa menjualnya di pasar sekunder seperti OpenSea. Penjualan kembali real estat digital bisa membuat harga lebih tinggi bagi pembeli kedua. Ditambah lagi, untuk proyek metaverse yang sangat populer, banyak tanah utama yang telah dibeli sekali dan membuatnya lebih mahal saat dijual kembali.
Tergantung pada proyeknya, untuk memiliki lahan mungkin enggak terlalu penting belajar cara menggunakan metaverse, meskipun memang udah jadi bagian besar dari “hidup” di ruang digital tersebut. Setiap proyek akan berbeda dan mengatur tanah dengan cara yang berbeda-beda juga, meskipun ada metode cookie-cutter yang menampilkan semua tanah yang tersedia untuk dibeli dan dijual kembali.
Bukan berarti cara beli metaverse real estate enggak akan pernah berubah. Tanah dan kepemilikan adalah topik yang sensitif, terutama untuk ruang blockchain yang punya banyak anggota cypherpunkdan sering jadi sub-kelompok anarkis. Tanpa ngebahas hal ini secara penuh, saya bisa katakan bahwa ada banyak pengguna kripto dan blockchain yang terbuka terhadap metode alternatif untuk kepemilikan tanah dan real estate.
Mungkin konsep yang berbeda di sekitar real estate akan muncul, misalnya kayak menciptakan ruang yang dimiliki oleh semua stakeholder, tapi enggak memiliki lokasi yang dapat dibagi-bagi yang dapat dimiliki oleh individu. Jika konsep ini terwujud, maka tentu akan mengubah cara orang belajar menggunakan teknologi metaverse, karena akan menimbulkan banyak aturan dan kebiasaan sosial baru sehubungan dengan bagaimana orang menghabiskan waktu di bangunan virtual.
Kesimpulan
Bagaimana cara menggunakan metaverse adalah topik hangat buat semua orang yang telah memperhatikan perkembangan di sektor blockchain dan VR. Metaverse adalah topik yang sering muncul di berita, tapi enggak banyak eksplorasi tentang bagaimana masyarakat bisa terlibat di dalamnya dan di bidang apa saja proyek ini bisa digunakan. Topik-topik seperti metaverse dalam perawatan kesehatan, metaverse dalam perbankan, dan metaverse untuk pendidikan penting untuk ditekankan karena merupakan beberapa bidang utama yang udah jadi fokus dari para pengembang.
Tiga bidang itu hanyalah sebagian kecil dari banyak hal yang bisa dieksplorasi ketika mempelajari cara menggunakan metaverse, tapi buat banyak orang, hal ini membuat orientasi menjadi sangat berharga. Sebenarnya, kita belum mengetahui semua kasus penggunaan metaverse, karena para pengembang masih mencari-cari dan berusaha menemukan ide dan protokol baru. Rata-rata pengguna juga masih dalam tahap eksplorasi dan mempelajari keterbatasan dan kelebihan proyek ini.
Beginilah sifat alami dari penemuan teknologi. Ada sejarah panjang manusia tentang menciptakan sesuatu yang awalnya kita enggak yakin apa yang harus dilakukan atau sesuatu yang mulai digunakan dengan cara yang berbeda selama bertahun-tahun. Ketika sesuatu yang baru muncul, ada periode orientasi dan belajar yang merupakan inti dari eksperimen. Sangat menarik melihat hal ini terjadi secara langsung sementara terasa mendebarkan untuk mengetahui bahwa semua orang bisa terlibat dalam hal ini dan bergabung dengan fase penemuan secara pribadi.
Karena alasan ini, pertanyaan tentang bagaimana menggunakan teknologi metaverse cuma bisa dijawab setengahnya. Untuk saat ini, karena masih dalam tahap eksplorasi dan akan terjadi selama bertahun-tahun, masyarakat akan menemukan batasan metaverse dan belajar gimana membuat ruang-ruang yang ada menjadi milik mereka sendiri. Ya, hal ini enggak cuma diperlukan, tapi juga bisa membuka mata untuk melihat bagaimana masyarakat mulai menggunakan metaverse dalam kehidupan mereka bahkan menyebutnya sebagai rumah. Hal yang sama juga terjadi pada perusahaan kripto terkemuka seperti Unstoppable Domains, yang juga mengeksplorasi alat ini bersama-sama dengan kita semua!
Konten yang dipublikasikan di situs web ini tidak bertujuan untuk memberikan segala jenis nasihat keuangan, investasi, perdagangan, atau bentuk lain apa pun. BitDegree.org tidak mendukung atau menyarankan Anda membeli, menjual, atau menahan segala jenis cryptocurrency. Sebelum membuat keputusan investasi keuangan, konsultasikan dengan penasihat keuangan Anda.