Apa itu Non-Kustodian?
Free Airdrop Season 7 is LIVE! Answer fun questions or do simple tasks to earn rewards from the $30K BitDegree prize pool. Participate Now ! 🔥
Ayo cari tahu arti Non-Kustodian, definisi dalam kripto, apa itu Non-Kustodian, dan semua fakta detailnya.
Non-kustodian adalah layanan yang tidak memerlukan pihak ketiga untuk menahan aset nasabah selama durasi berlangsungnya transaksi tertentu atau layanan keuangan lain. Proses tersebut terjadi dengan menggunakan kontrak pintar trustless. Kontrak pintar trustless adalah program self-executing yang berbasis di jaringan blockchain tanpa membutuhkan campur tangan otoritas pusat.
Layanan kustodian membutuhkan lembaga terpusat untuk punya aset pelanggan agar bisa disimpan atau dikelola, sedangkan layanan non-kustodian bersifat terdesentralisasi karena tidak bergantung dengan perantara. Layanan non-kustodian lebih disukai di industri kripto karena risikonya yang lebih rendah dan tingkat desentralisasinya yang lebih tinggi.
Layanan kustodian memunculkan banyak risiko, seperti penyensoran, penyitaan, atau peningkatan waktu pemrosesan. Beberapa contoh layanan kustodian adalah platform bursa terpusat (CEX) seperti Coinbase dan Binance, layanan manajemen aset digital seperti PayPal, atau stablecoin yang didukung fiat, seperti Tether (USDT) atau USD Coin (USDC).
Layanan non-kustodian bersifat trustless, artinya tidak bergantung pada otoritas terpusat mana pun. Layanan non-kustodian juga tahan sensor, tidak bisa disita, menawarkan waktu pemrosesan yang lebih cepat, dan tidak menimbulkan risiko kebangkrutan atau downtime. Layanan terdesentralisasi dianggap kurang kompleks dibandingkan dengan layanan kustodian.
Platform bursa terdesentralisasi (DEX) seperti Uniswap atau Binance Dex adalah contoh layanan non-kustodian. Stablecoin algoritmik seperti Dai (DAI) dan Ampleforth (AMPL), layanan manajemen aset digital seperti Genesis Vision, dan layanan pinjam meminjam seperti Compound juga bertindak sebagai platform non-kustodian.
Pelanggan bisa menggunakan solusi dompet non-kustodian untuk mempertahankan kepemilikan penuh atas aset kripto dengan memegang kunci pribadi dan recovery seed. Hal ini diimplementasikan oleh dompet panas atau hot wallet seperti TrustWallet, dan dompet perangkat keras seperti Ledger atau Trezor.
Layanan kustodian memberikan pelanggan fasilitas pemulihan dan keamanan yang andal karena layanan terpusat akan mengasuransikan aset jika terjadi pencurian atau aktivitas berbahaya lain. Menggunakan layanan non-kustodian mungkin lebih berisiko karena kemunculan beberapa bug atau kesalahan dalam kontrak pintar bisa digunakan sebagai eksploitasi untuk aktivitas pencurian.
Jika pelanggan layanan non-kustodian kehilangan akses ke akun, mereka mungkin tidak bisa memulihkan dana yang tersimpan. Aset kustodian lebih mudah dipulihkan karena tersedianya metode identifikasi.
Peraturan anti-pencucian uang (AML) seperti Aturan Perjalanan FATF secara langsung memengaruhi layanan kripto kustodian. Dorongan terhadap regulasi ini berhasil menarik minat pengguna untuk menggunakan solusi non-kustodian yang menawarkan anonimitas.